
Setelah dua hari menginap iya sudah menguatkan hati nya dan memutuskan untuk kembali ke kota asal nya , di kota kedua orang tua nya membesarkan diri nya dengan penuh kebahagian.Siang ini iya memutuskan untuk makan siang di Resto Hotel tersebut .
Ada sepasang mata yang menangkap keberadaannya dan mengunci nya dengan kedua mata milik nya meskipun Rendi saat ini tengah sibuk meeting, namun masih sempat bagi nya untuk mencuri pandang memperhatikan gadis yang sangat di ingin kan kedua orang tua nya untuk menjadi istri nya. Pikiran nya penuh tanya untuk apa dia di sini dan bersama siapa namun semua rasa penasaran nya di simpan sendiri dalam benak nya.
Sekitar tiga puluh menit lebih Dara selesai makan siang iya meninggalkan Resto tersebut, untuk kembali ke kamar nya. Pagi hari iya sudah memberi kabar pada Astrid bahwa iya mengundurkan diri dari pekerjaan nya dan sudah memberikan kabar pada Samuel bahwa iya akan pulang besok ke kota nya dan meminta tolong pada Samuel memberitahukan ini pada Tante nya. Tanpa mendapat balasan dari mereka Dara menonaktifkan Telpon nya setelah itu.
Derttt... dertr... Telpon Rendi bergetar.
Mama . Iya permisi meninggalkan Rekan bisnis nya tersebut dan sedikit menjauh dari mereka agar suara nya tidak terdengar.
" Rendi ..... Ren .." Suara itu bergetar ketakutan memanggil nya.
" Kenapa ma ...?? " tanya Rendi dengan begitu cemas , iya takut terjadi apa - apa dengan Wanita yang begitu iya cintai itu.
" Dara ... Dara .... " Ucap nya sesegukan karena terus menangis.
" Iya kenapa ma ...?? " jawabnya kini merasa santai , karena wanita itu menangis bukan karena terjadi sesuatu pada diri nya melainkan pada wanita yang ingin di jadikan menantu oleh nya.
" Dara pergi ...Hiks .. Dara ...Hiks "
" Tenang lah ma ..?? " ucap nya mulai kesal.
" Tenang " Mira meninggikan suara nya kesal pada putra nya " Menantu mama mau pergi dari kota ini kamu masih bilang tenang ??? cari dia dan bawa kehadapan Mama Ren..!! "
Rendi menjauhkan telpon genggam nya ketika Mira berteriak marah pada nya. " Iya ma ...!! " jawab nya dengan pasrah bagaimanapun iya tidak mungkin untuk membantah ibu nya itu.
" Info dari Samuel dan Nita iya sekarang berada di sebuah hotel kami semua tidak tau apa nama hotel tempat di Dara menginap , anak itu tidak memberitahu nya "
" Iya nanti akan Rendi cari "
" Sore hari mama mau kau membawa nya kesini , kehadapan mama !!! Ingat ya Rendi kehadapan mama ..!!! "
" Iya ma ...."
__ADS_1
Panggilan itu pun terputus , Rendi kembali bergabung untuk membicarakan bisnis hati nya penuh tanda tanya tentang Dara namun segera iya kesampingkan.
Hampir dua jam meeting tersebut pada akhirnya selai , Ketika tamu nya sudah menghilang Rendi memerintahkan Aldo menchek tamu hotel dengan nama Dara. Tak butuh lama Aldo sudah kembali dengan laporannya pada Rendi.
" No kamar 458 Pak .." Kata Aldo dan menyerahkan akses kunci kamar dengan no tersebut , bukan hal yang sulit bagi Aldo meminta kunci dengan No yang sama di bagian Resepsionis.
" Bagus .. pergilah aku harus mengurus ini sendiri " Rendi telihat tersenyum samar " Cancel semua jadwal ku setelah ini aku akan langsung pulang kerumah " Ucap Rendi yang menepuk bahu Aldo dan berlalu meninggalkan Asisten nya tersebut.
Tepat di depan pintu kamar tanpa menuggu apapun Rendi membuka kamar tersebut dengan santai nya meskipun ada sedikit perasaan ragu namun segera iya abaikan.
Mata nya mencari sosok wanita tersebut dia setiap jengkal ruangan itu, namun iya tidak menemukan nya. Kaki nya melangkah menuju kamar mandi iya mendengar gemercik air dari dalam dan Rendi kemudian memutuskan untuk menunggu duduk di tepi Ranjang.
" Lama sekali.. " Iya memainkan hp nya.
Ceklek ....
" Aaaaaaaa........ " Dara berteriak kaget melihat sosok pria yang ada di dalam kamar nya.
Rendi menelan ludah nya , Iya melepaskan dekapan mulut nya saat di rasa Dara mulai tenang.
" Hufftt... Suka ya aku bekap seperti itu "
Muka Dara memerah tanpa memperdulikan perkataan Rendi , iya kemudian mengambil baju nya yang masih berada di dalam koper nya dan terburu - buru dan kembali kedalam kamar mandi.
Setelah berpakaian, Dara keluar dari kamar mandi meskipun dengan handuk di kepalanya yang masih membalut rambut panjang hitam nya.
" Apa ...??? " kesal nya melihat Rendi yang masih menatap nya lekat - lekat yang sudah berpindah duduk pada kursi di samping tempat tidur .
" Eummmm ... !!! " Ucap nya yang masih mengontrol nafas nya yang sedikit memburu , hal wajar bagi pria merasa terangsang melihat penampakan yang sama yang iya liat meskipun hanya sekilas dan tanpa sengaja.
Rendi mendekat dengan Dara , entah mengapa iya tidak bisa membendung hasrat nya , melihat Dara masih menggunakan handuk di kepala nya saja membuat darah nya mendesir panas.
Melihat Rendi menatap nya seperti itu membuat nya ketakutan, Dara ingin menghindar namun tangan kokoh laki - laki itu menarik nya dan membuat nya jatuh di dalam pelukan nya.
__ADS_1
" Lepaskan aku " Ucap nya penuh khawatir hilang sudah keberanian nya untuk memarahi laki - laki ini.
Rendi mendepak gadis itu semakin lama semakin susah untuk nya mengontrol nafsu nya tubuh nya benar benar bereaksi dengan wanita yang dengan jelas dan terang terangan iya tolak untuk di jadikan istrinya .
Rendi menangkup Wajah Dara yang mulai ketakutan dan tak mau menunggu lama.
Cup
Tubuh Dara mematung ,mata nya melotot. Tubuh nya menjadi lemas laki - laki ini telah di bendung Nafsu handuk yang membalut rambut nya sudah terlempar di lantai. Rendi terus mengukur setiap inci dari mulut mungil itu tidak ada perlawanan karena yang sekarang Dara sudah mulai ikut terbuai dengan permainan Rendi gadis itu tanpa sadar menikmati dan mendesah.
Kesadaran Dara kembali saat dirasa iya mulai merasa kesusahan untuk bernafas, Iya mendorong paksa tubuh laki laki itu dengan sekuat tenaga nya.
Bibir yang bertaut dengan panas itu terlepas. Rendi menatap Dara dengan kecewa pancaran Nafsu dalam diri Rendi semakin besar.
Kedua nya mengatur Nafas mereka.
" Kau ...!!! "
Rendi hanya terdiam , iya tau jelas saat ini iya sudah bertindak keterlaluan atau bisa di sebut sebagai pelecehan , tubuh tidak bisa terkontrol dengan akal sehat nya.
" Kenapa kau bisa masuk ke kamar ku ..?? " Dara menatap laki laki itu dengan tajam dan penuh selidik.
" Kalau kau melihat ku seperti itu , aku bisa menerkam mu sekarang tanpa memperdulikan penolakan mu "
" Huh , Dasar Mesum !!!!! " ucap nya kesal.
" Kau yang menggoda ku ,,bukan salah ku "
" Aku ..!!! " Ucap nya bingung
Happy Reading
Maaf ya aku tidak ada pengalaman menulis Adengan ciuman... ini hanya sekelebat kehaluan ku saja
__ADS_1