
Pagi hari keluarga besar Gunawan baik Oma dan Mira begitu khawatir terlebih mengetahui kabar bahwa Rendi pun sedang berada di rumah sakit.
Setiba nya di rumah sakit iya melihat Aldo yang berada di bagian adminstrasi rumah sakit tersebut.
" Do ...?? Rendi baik - baik aja kan ...??? " Mira begitu panik mendengar kabar tersebut syukur nya iya tidak kembali pingsan lagi seperti kemarin malam.
" Pak Rendi dalam keadaan baik - baik saja Bu , tidak ada yang bermasalah pada kesehatan nya hanya saja iya harus istirahat untuk bebebrapa hari ini "
" Kenapa tanya Aldo ma , kita bisa lihat sendiri keaadan Rendi di rungannya. "
Belum selesai iya bertanya dengan Aldo tangan Mira sudah di tarik untuk segera mengikuti Gunawan menuju ruangan Rendi di rawat. Gunawan tau kalau istri nya itu pasti akan bertanya detail kejadiannya pada Aldo hingga Rendi bisa di rawat di rumah sakit.
" Papah ini mama kan belum selesai ngomong sama Aldo. "
" Udahlah Mah , keadaan Rendi lebih penting saat ini mama bisa bertanya nanti setelah Aldo selesai "
Mira hanya mendengus kesal.Sedang kan Oma sedari tadi hanya diam. Oma merasa begitu sedih ,kecewa ketika mendengar Rendi dan Dara sudah bercerai. Ingin sekali rasa nya iya memarahi cucu nya itu , namun saat ini keadaan Rendi yang masuk rumah sakit membuat iya tidak bisa melampiaskan nya.
Dibuka nya pintu ruangan tersebut, Anak nya telah terbaring di bangkas tetsebut dengan tali inpus yang menggantung di samping tempat tidur tersebut.
" Apa Rendi tidur pah. ?? "
" Seperti nya seperti itu. ..?? "
" Anak bodoh...bodoh ..." Ucap Mira.
" Gak baik berkata seperti itu "
" Mama kesal Pah ..."
" Lalu di mana sekarang Dara Wan .. ?? " Ucap Oma lesu. mimik muka itu telihat begitu lesu.
" Dara sekarang di kota ***** Oma dia lagi menenangkan diri nya....?? "
" Apa Nita sudah tau ini Pah ?" Ucap Mira.
Mereka berdua menuju Sofa agar bisa berbicara lebih santai dan nyaman, Rendi sebenarnya sudah bangun ketika pintu kamar nya di buka namun iya hanya berpura - pura tidur saja
" Dara meminta agar perceraian nya dengan Rendi itu di rahasiakan, Mengingat kondisini Nita yang sedang hamil muda "
" Lalu ... " Ucap Mira
__ADS_1
" Ya , jadi ketika di hadapan Nita dan Samuel mereka akan berpura - pura menjadi pasangan suami istri. "
" Jadi sebaiknya Dara masih tinggal di rumah kita. " Ucap Oma merasa senang
" Kalau sepeti itu kita serahkan saja semua keputusa. pada Dara , kalau dia mau tingga bersama kita tentu aku tidak masalah. Dara adala putri ku meskipu nanti nya Rendi dan dara bercerai. "
" Benar pah , Mama juga sudah menganggap Dara Anak mama sendiri "
Semua perbicangan Kedua orang tua nya terdengar jelas di telinga nya, Iya menarik senyum simpul pada sudut bibir nya.
" Aku masih punya harapan Dara , kita tinggal satu rumah tentu saja aku lebih bisa memantau mu , tidak ada aku biarkan Devan bisa dekat dengan mu lagi. " Ucap Rendi dalam hati nya.
" Aku akan mendapatkan kamu lagi dengan cara apapun sekalipun kau menolah ribuan kali. " Ucap Rendi bergumam kembali
" Jadi kapan Dara pulang pah.... ?? No ponsel tidak aktif kan. ?? "
" Papah kurang tau jika masalah itu "
" Kenapa gak di jemput aja Pah ...??? " Tanya Mira
" Biarkan dia menenangkan diri Mah , Dara perlu waktu menerima keadaan ini. "
" Jangan biarkan dia terlalu lama di sana Pah , Setahu Mama Dara memiliki mantan pacar di sana cinta pertama nya"
" Pah , mama serius laki - laki itu begitu berarti untuk nya " Ucap Nita
" Iya ...iya ..." Ucap Papa
Rendi mendengar itu merasa sedikit was - was dan marah. mendengar kata mantan Dara ada di kota yang sama saat ini dengan Dara membuat nya begitu kesal
" Jangan macam - macam sayang , kali ini meskipun kau begitu menolak atau sejak malam itu kau begitu membenciku aku akan membuat mu tetap berada di sampingku biar aku yang mencintai mu kau tak perlu mambalas itu. " Kata Rendi di dalam hati nya.
****
Tiga hari berlalu, Bahkan tak satupun dari mereka bisa menerima kenyataan jika Dara dan Rendi sudah tidak memiliki hububgan apapun. Oma kerap kali menanyakan pada Gunawan keadaan Dara dan kegiatan Dara di sana.
Pagi ini mereka sarapan berempat di meja makan karena kesehatan Rendi yang sudah membaik.
" Aku akan menyusul Dara dan Menjemput nya , membawa nya kembali pulang kerumah ini. " Rendi berkata dengan penuh keyakinan.
Mereka saling melempar tatap, Mira begitu bingung apalagi Gunawan.
__ADS_1
" Ren , kamu tidak sedang bercanda kan ...?? "
" Tidak , aku berangkat jam dua siang ini apa papa mau meliat tiket Rendi. "
" Bawalah dia kesini lagi " Ucap Oma, Sedang kan Mira hanya menatap bingung dan tidak percaya akan semudah itu semua yang di Rencanakan Rendi.
" Pasti Oma " Jawab nya yakin.
Tak berselang lama Aldo sudah selesai menyelesaikan Biaya Administrasi , iya kembali ke Ruangan tempat majikan nya itu di rawat.
Tok... tok .. tok...
" Masuk " Suara dari Gunawan.
" Aldo... " Ucap Mira.
" Kenapa dia gak sadar - sadar Do ..?? " Ucap Gunawan.
" Do, dimana kamu menemukan Rendi hingga sampai di bawa ke rumah sakit ??? " Mira begitu penasaran, Gunawan sengaja tidak menceritakan kejadian itu pada Mira.
Aldo Mentap Gunawan , seolah mencari bala bantuan namun Gunawan sepertinya menyerahkan sepenuh nya pada Aldo.
" Mah ..." Suara itu terdengar begitu lirih mengalihkan perhatian mereka. Rendi sengaja melakukan itu karena iya tidak mau jika ibu nya sampai mengetahui nya.
" Rendi ...." Ucap mereka bersamaan.
" Dara ..." Ucap nya tertahan " Rendi ... "
" Sudahlah nanti kita bicarakan saat kamu sudah sembuh dan keluar dari rumah sakit ini " Jawab Gunawan dengan kebijakan seorang ayah.
" Iya ..Ren ... " Ucap mama mengelus kepala sang anak.
****
Tiga hari di Kota ini benar - benar bisa menghadirkan ketengan pada diri nya , Dulu saat menetap di sini iya begitu jenuh dengan keadaan kota nya sekarang Dara tau kota nya ini begitu asri udara nya masih begitu segar untuk di nikmati di pagi hari nya.
Kegiatan yang iya lakukan di pagi hari ada lah mengunjungi kebun dan perternakan namun sebelum nya iya akan menyiram semua tanaman yang ada di pekarangan rumah nya Seolah itu menghadirkan kebahagian nya tersendiri bagi nya. Seperti pagi ini iya kembali menyiram dan membersihkan Ranting - ranting kecil pada tanaman bunga nya. Sesekali menghirup wangi bunga - bunga yang ada di sana.
" Aku akan merindukan kalian , Rasa nya begitu berat harus berpisah dengan kalian " Gumam nya pada bunga - bunga itu.
Happy Reading teman - teman
__ADS_1
Kehapus episode. 😔😔