Cinta Yang Sempat Tak Terlihat

Cinta Yang Sempat Tak Terlihat
Pulang


__ADS_3

Tubuh nya gemetar, Hati nya sakit , Penglihatan nya mulai kabur. Iya sudah pingsan di Meja makan itu.


Astrid panik iya menelpon pak Samwel. Tidak berselang lama Samwel dan Nita datang. Samwel memopong tubuh Dara menuju Mobil mereka yang berada di depan Lapak Warung Seafood ini.


Dara dan Nita sudah berada di dalam mobil, Nita mengoleskan Minyak kayu putih untuk menyadarkan Dara.


Sedang Samwel masih ingin berbicara sebentar dengan Astrid.


" Kenapa Dara tiba-tiba pingsan ??? "


"Saya juga tidak tau pak , Dara tiba tiba pingsan setelah makanan kami datang itu saja pak ."


" Yasudah, bawa mobil Dara ..!! "


" Iya pak .."


Mereka berpisah dara sebenar nya ingin ikut dengan mereka namun perintah Pak Samwel Sudah demikian hingga iya tidak berani untuk berbicara apapun.


Dara Sudah berada di dalam kamar nya, Samwel yang sudah membawa nya sampai kedalam kamar nya.


Nita sedari tadi di perjalanan hanya menangis. hingga sampai di dalam kamar Nita masih saja menangis " Mas apa sebaiknya kita bawa ke rumah sakit aja .? Dari tadi Dara masih belum siuman juga.


" Tenanglah sayang. "


" Gimana aku tenang mas, aku takut terjadi apa - apa pada nya ..."


" Aku panggil Dokter Heru dulu aja ya "


" Iya Mas "


Belum sempat Samwel keluar , Nita melihat Dara mengerjipkan mata nya.


" Mas ... Mas .. Dara bangun !! "


Samwel langsung mendekat . Dara masih berusha menyesuaikan penglihatannya.


" Sayang... " Panggil Nita dengan penuh pertanyaan di otak nya * kenapa sampai seperti ini.. apa yang membuat seperti ini *


" Kamu gak papa kan sayang. Kenapa kok bisa sih ...??" Nita terlihat sangat panik melihat keadaan Dara karena setahu nya Dara tidak pernah pingsan.


" Nanti aja yank tanya nya ...Biarkan Dara istirahat dulu, dia pasti masih lelalh .." Samwel mencoba menenangkan istri nya.

__ADS_1


Nita dan Samwel ingin keluar dari kamar itu.


" Apa Om dan Tante sudah tau ??? "Dara sudah mengumpulkan semua ingatan nya, kenapa pada akhirnya iya harus terbalik lemas disini.


Nita dan Samwel sekita langsung menatap satu dan yang lain, mencoba memahami maksud pertanyaan Dara.


" Tentang Om Surya ??? "


Suami istri itu kaget, Bagaimana sudah hampir lima hari ini mereka berusaha menyembunyikan kabar ini.


" Jadi , hanya Dara yang tidak tau disini ?" Suami istri itu hanya diam. " Apa Tante juga tau kenapa Nino tidak menghubungi Dara ? "


Nita menggeleng, Iya memang tidak tau tentang masalah Nino.


" Nino tidak menghubungi Dara sudah 2 hari ini, Dia gak ada kabar Tante ...Hiks ..hiks " Dara menangis air mata nya yang iya sembunyikan dua hari terakhir ini akhir nya sudah tidak bisa iya bendung lagi.


" Dara... " Tante Nita mendekat pada Keponakan nya, memeluk dan menangkan nya. " Nino sekarang perlu waktu untuk sendiri sayang , Bersabarlah beri iya sedikit waktu untuk menangkan diri nya dulu."


" Tante. Dara Sayang sama Nino, kenapa Nino menyimpan ini dari dara Tante ... ??, Dara mau pulang Tante, Dara harus bertemu dengan Nino ..!! "


" Iya .. iya .. Tenanglah, Tidur lah besok kita berangkat sama - sama. Tante akan menemani Dara. "


" Beneran Tante ... ? "


******


Sesuai dengan apa yang di katakan Nita pada Dara. Hari ini mereka pergi ke kota asal gadis itu, untuk menemui Mimi dan juga Om Surya.


" Maaf ya sayang aku tidak bisa menemani kalian. " Samwel mencium kening istri nya itu, untuk pertama kali nya iya harus berpisah dengan Nita, ada beberapa kerjaan yang benar benar gak bisa iya tinggalkan saat ini.


" Iya .. Iya Sedari tadi kamu cuman bilang Maaf .. maaf terus aku bosan dengar nya "


Nita mencubit perut suami nya itu.


Dara hanya tersenyum melihat kebahagian Tante dan Om nya itu.


" Dara Om titip Tante , Jagain. Jangan sampai kenapa Napa "


" Apaan sih Mas .., Aku yang harus jagain Dara. Bukan malah sebalik nya "


Dara Tersenyum, Ini sedikit membuat nya terhibur di tengah kegundahan hati nya " Iya ..Om , Maafin Dara ya ijin cuti mendadak seperti ini ?? "

__ADS_1


" Emm, Iya tapi sebagai balasan nya jaga Tante .." Nita mencubit perut suaminya lagi " Aaaaawww....Sayang Sakit "


" Iya om ... "Dara kembali tersenyum iya benar benar bahagia melihat Tante nya di cintai oleh pria seperti Samwel. Pilu hati nya sedikit teralihkan oleh sikap Om nya itu.


Setelah perpisahan yang mengharu biru tadi. sekarang mereka sudah di dalam pesawat. Dara kembali disergap perasaan sedih dan khawatir.


Hati nya kembali memikirkan Nino, Bayangan masa Lalu kebersamaan mereka sejak berputar putar dalam ingatan nya. Air mata nya keluar disela ujung kelopak mata nya yang indah.


Hanya iya yang mengerti perasaan nya. sudah tak terhitung berapa kali iya mencoba menghubungi Nino namun panggilan itu tidak pernah tersambung , meskipun begitu dara terus saya mengirim chat pada Nino.


20:00 "Nino *sayang, Aku merindukan mu .. "


21:00"Nino sayang , besok aku akan menemui mu , kau janji akan bertemu dengan ku. tapi kau membohongi ku . "


21:20 " tunggu aku besok aku akan mencium , memeluk erat kamu sayang "


21:45 " Nino ... "


22:00" sedang apa kamu aku rindu, kenapa kamu tidak pernah ada kabar "


01:30 " Nino , Angkat telpon Ku balas chat ku ini .. aku rindu


02:15 " Besok aku ke sana sama Tante Nita "


07:45 " Nino aku sudah Berada di bandara ingin berangkat. "


08:15 " Sekarang aku sudah di pesawat, aku sudah tidak sabar ingin bertemu dengan mu* "


Dara menangis dan Nita melihat itu " Dara tenangkan diri mu , Jika Nino melihat mu seperti ini dia akan semakin merasa tertekan dan bersalah pada kamu sayang , mata mu sudah membengkak. Dara kamu jelek sayang , pakai make up ya ...? poles sedikit wajahmu masa bertemu pacar dalam keadaan Kumal seperti ini sih "


Nita Hanya mencoba menghibur dara, jangan tanya hati nya sakit rasa nya melihat keponakan nya yang dulu penuh dengan tawa dan keceriaan, malah terlihat menyedihkan seperti ini cobaan Dara begitu berat gadis itu gadis manja.


Nita begitu khawatir pada keadaan keponakan nya itu. Iya tau begitu berarti nya Nino bagi Dara sekarang ini, Nino adalah pundak Dara selepas kepergiaan ayah nya. Namun laki - laki itu sekarang entah dimana iya sekarang.


Dara mengikuti saran dari Tante nya iya memakai bedak tipis , Lipstik Nuds, dan Mascara. Make up Simple itu sukses membuat wajah nya lebih fresh dari sebelumnya.


Iya sudah siap bertemu Nino, Om Surya , Mimi.


Sebenarnya Dara benar - benar yakin bahwa Surya tidak mungkin melakukan hal yang menjijikan itu, Iya mengenal baik Surya. Laki - Laki yang sudah iya anggap seperti ayah nya itu.


Dara yakin om di jebak ..

__ADS_1


Tinggalin Jejak dong... heheheh..


__ADS_2