Cinta Yang Sempat Tak Terlihat

Cinta Yang Sempat Tak Terlihat
Perjodohan


__ADS_3

Tepat di jam 12:00 mereka sudah berada di pusat perbelanjaan terbesar di kota ini, sesuai dengan ajakan Tante nya.


Dara terlihat sangat cantik sekarang dengan dress berwarna Mustard yang tampak longgar di padu sepatu Cate berwarna coklat, rambut hitam yang di biarkan nya terurai.


Menambah sejuk mata yang memandang ke arah nya.


" Dara Kak Mira ini adalah sahabat ibu mu, dulu dia sering nginap di rumah kami "


" Ohhh... "


" Dara... " Ragu - ragu Nita ingin mengutarakan maksudnya " Dia mempunyai anak laki - laki yang kira kira tiga tahun lebih tua dari mu " Nita terus melihat kearah Dara mencoba membaca apa kah dara bisa memahami maksud yang iya sampai kan, namun gadis itu asyik membolak - balikkan buku menu Restoran itu.


" Tante pilih apa ..? apa kita juga memesan kan makan untuk nya "


Dara sebenarnya menangkap maksud dari perkataan Tante nya namun rasa nya iya enggan untuk membahas nya saat ini.


" Dara... "


" Pesan lah dulu Tante ,"


" Nita " Panggil seorang wanita yang berjalan dengan seorang anak muda.


" Kak Mira " Sahut Nita sambil memeluk tubuh wanita itu dengan lembut.


" Udah lama ... ?? Maaf kami terlambat aku harus menunggu anak ini selesai meeting dulu "


" Duduklah dulu kak .. tidak apa apa kok kak aku juga baru sampai "


Meja berbentuk persegi itu memiliki empat kursi dengan masing masing dua kursi yang berhadap hadapan.


Mira duduk di samping Nita sedang Rendi duduk berdampingan dengan Dara mau tidak mau suka atau tidak suka.


" Apa ini Dara ...?? " Mata Mira tertuju pada Dara yang mampu membuat nya terpesona seketika.


" Iya Kak ... " kata Nita " Dara kenalin ini Tante Mira.


Dara mengulurkan tangan nya pada Mira dengan sopan dan senyum manis di wajah nya yang tak lupa iya tunjukkan.


" Dara Tante ... "


" Kamu cantik sekali nak, persisi ibu mu "


" Makasih Tante " Dara kembali tersenyum


" Oh iya Dara kenalkan ini Rendi anak Tante, Rendi Dara cantik kan .." Mira tersenyum

__ADS_1


Rendi hanya diam menatap lekat ibu nya yang terlihat nya terlalu bersikap berlebihan saat ini.


Pesanan makan mereka pun datang, yang lebih banyak bicara saat ini hanya Nita dan Mira, sedangkan kedua anak muda itu asik mengunyah makanan nya dengan muka yang tertekuk bosan.


" Dara apa kamu punya ke sibukan hari Minggu nanti "


" Emm ... seperti nya tidak ada Tante .. "


" Bisakah kamu ke rumah Tante nanti " pinta Mira pada Dara dengan penuh permohonan.


" Aduh nanti Dara kabarin ya Tante kalau bisa" menolak halus ajakan dari Mira.


" Tenang aja Kak Mira Dara pasti akan mengusahakan nya. " Nita


Seperti nya Tante benar benar ingin menjodokan aku.


" Rendi ... kamu terlihat sibuk seperti nya " ujar Nita yang sedari tadi memperlihatkan anak laki - laki itu.


" Enggak kok Tante ,, cuman balas email yang gak bisa di tunda aja .." jelas aku sangat sibuk mama ku yang telah menyeret paksa aku untuk ada disini terlibat pembicaraan tidak jelas bersama kalian .


" Rendi kalau kamu sibuk pergilah lah sekarang , Tapi antar kan juga Dara pulang. Karena mama masih mau ngajak Nita ke suatu tempat. "


" Ehh gak usah Tante aku gak apa kok nemenin kalian , lagian Dara juga gak ada kegiatan apapun hari ini "


Mata Rendi menatap tajam Ibu nya, iya telah membaca maksud ibu nya itu.


" Dara percayalah nanti kamu bosan ikut lah dengan Rendi pulang, biar dia tau rumah mu. Dan nanti hari Minggu gak bingung jemput kamu lagi .."


" Mama .... " Suara Rendi menatap tidak suka dengan apa yang di rencanakan ibu nya.


" Dara ikut lah dengan Rendi , kau perlu istirahat kan ..."


" Tante ... " iya melihat manik mata Tante nya memohon untuk bisa mencegah rencana dari Mira. Iya merasa tidak enak jika menolak terlalu terang terangan di hadapan Mira.


" Dara pergilah lah Tante benar benar ada urusan lagi saat ini dengan kak Mira, Rendi bisa kan kalau Tante minta tolong antarkan Dara ..?


Rendi menjawab permintaan Nita dengan anggukan.


" Tapi Tante ... " Iya masih mecoba memelas di hadapan Tante Nita.


" Sudah lah Dara , Tante pastikan laki laki ini tidak akan macam - macam denganmu, jadi kau tidak perlu takut " Mira menatap tajam manik Rendi seakan menyatakan kalau dia tidak boleh menolak keinginan Mira dan memperlakukan Dara dengan baik.


" Baik lah Mah , Kami pergi dulu .. "


" Tante .... "

__ADS_1


" Baik baik ya Ren , jaga dara dia terlalu cantik untuk mu .."


Kedua nya berjalan keluar pusat perbelanjaan itu. Dara mengikuti Rendi dari belakang dengan sedikit berlari karena langkah Rendi yang terlalu besar.


bukkkk....


" aawww..... " Dara menabrak tubuh Rendi yang seketika berhenti mendadak di depan nya.


" Liat kemana sih kalau jalan " Rendi merasa kesal dengan wanita itu , terlebih saat iya tau rencana ibu nya.


" Terus kenapa kamu berhenti mendadak seperti itu "


Pertanyaan itu di abaikan Rendi , sebenarnya iya berhenti hanya untuk memastikan apakah Dara masih ada di belakang nya saat itu.


Mereka berdua berjalan lagi menyusuri mobil mobil yang tersusun rapi.


Rendi berhenti di depan mobil mewah berwarna putih susu yang terparkir paling menonjol di antara semua mobil.


" Masuk "


Dara masuk kedalam mobil itu , meskipun iya tidak terlalu mengerti dengan type mobil namun terlihat dari bentuk fisik saja orang bodoh pun tahu ini mobil mewah.


" Di mana rumah mu...? " belum sempat Dara menjawab dering ponsel Rendi berbunyi.


Oke gue ke sana sekarang, kenapa mendadak begini sih dia ke sana.


" Rumah ku di Griya Manis No. 2 "


Setelah beberapa menit berlalu Dara bingung iya tidak terlalu hapal dengan jalan nya namun jalan ini juga terlalu asing menuju rumah nya.


" Kamu mau kemana ..?? ini bukan arah Rumah ku kan ...??? " Dara sudah mulai parno.


" Ikut aku dulu " Rendi menjawab nya sedangkan tatapan nya tetap fokus pada jalan.


" Kemana ??? " Dara begitu khawatir, meskipun ini adalah anak dari anak teman dekat ibu nya. Tetap saja bagi nya Rendi adalah laki laki asing yang membuat nya tetap harus berhati hati.


" Turun kan aku di sini aku bisa pulang sendiri jika kamu punya urusan yang sangat penting."


" Diam lah , kau terlalu berisik " Rendi enggan untuk menjelaskan nya.


Aku juga ingin menurunkan mu di sini , tapi berurusan dengan Mama akan menambah beban masalah ku saja.


" Hotel " Ucap Dara dengan bingung.


Rendi menghentikan mobil nya tepat di depan pintu hotel yang berdiri sangat megah itu.

__ADS_1


" Turun " Ucap nya pada Dara , yang masih bingung dan juga takut.


Happy Reading 😊


__ADS_2