
Meskipun banyak hal yang harus Dara pikirkan selama bekerja iya mencoba mengenyampingkan perasaan nya namun setumpuk penat itu akan iya rasakan ketika sudah beranjak keluar dari kantor nya.
" Hey... " Tepuk Astrid pada bahu Dara yang melangkah gontai keluar untuk mencari akses yang bisa mengantar nya pulang.
" Apa ...??? " Tanya nya sewot pada Astrid yang sudah berhasil mengagetkan nya.
" Ikut gue yukk !!! "
" Capek mau tidur ..." Dara memutar muka malas dan cepak nya.
" Cihhh menyebalkan sekali muka nya , Devan nanyain lho , katanya kenapa chat dari nya gak di bales ...?? "
" eum , gak ada ngechat kok dia .." Raut wajah Dara berubah menjadi serius menatap Astrid seolah menuntut kejujuran.
Astrid berusaha menahan tawa nya namun iya tidak mampu " Buahahaha .... "
" Kau berbohong ???? " Dara memukul - mukul sahabat nya dengan geram.
" Aaawwww ... aaaww ..udah .. udah... "
" Rasain ... menyebalkan ... menyebalkan ..!!! " Dara tidak berhenti memukul Astrid .
" Udah dong ... ampun ..." Astrid memohon dan mencoba menghindari pukulan Dara yang membuatnya kesakitan.
" Jangan harap !! " Dara masih memukul Astrid sampai ada kedua tangan yang menahan nya, iya menatap kedua tangan itu kemudian melirik wajah nya.
" Devan !!! " sekita nya iya merasa kikuk dengan keadaan ini , mata mereka saling bertaut.
" Ehemmm " Astrid berdehem. " Aku pulang dulu " Astrid sudah dua langkah melangkah dari mereka ..." ohh iya ... Dara menunggu Chat kamu Devan ..."
" Astrid ... " Iya merasa sangat geram pada teman nya itu yang sudah menggunakan langkah seribu menghindar dari nya.
Devan merasa kikuk saat hanya tersisa mereka berdua.
" Kau ingin belanja ..?? " Ucap Dara untuk melenyapkan keheningan di antara mereka.
" Tadinya , tapi setelah bertemu dengan mu aku ingin mengantarkan mu pulang .!! "
" Gak usah " dengan cepat iya menolak , membayangkan kalau Tante nya yang tidak menyukai laki - laki ini membuat nya sedikit ketakutan.
__ADS_1
" Kenapa ...??? " Devan merasa kecewa.
" Eum , aku gak mau ngerepotin kamu ..!! "
" Tapi aku merasa tidak di repot kan ..!! "
setelah perdebatan panjang pada akhirnya Dara membiarkan Devan untuk mengantarnya pulang , dengan syarat tidak mengantarkan nya sampai depan halamannya.
" Apa kau masih dilarang jalan sama laki - laki ?? atau Tante mu tidak menyukai ku ..?? " Tanya depan penuh ke khawatiran.
Dara bingung harus menjawab apa " Iya aku sedang di larang jalan - jalan dengan cowok karena pulang terlalu lewat malam kemaren " Ucap nya berbohong.
" Maaf ya ... " Ucap Devan penuh dengan rasa bersalah .
" Santai saja " salah satu jemari nya menyelipkan rambut di daun telinga nya.
" Raut wajah mu terlihat sangat lelah apa kau sakit ...?? "
Dara menggelang kan kepalanya sebagai jawaban.
" Kau mau berobat biar aku antar kan "
" Eum ..."
Beberapa menit kemudian mobil Devan telah memasuki Area komplek perumahan Elit itu.
" Stop disini aja ya Dev , terimakasih " Iya keluar dari mobil hitam tersebut, tanpa menunggu jawaban Devan.
Pria itu masih di dalam mobil nya memperhatikan gadis yang sedang berlari - lari menuju gerbang rumah nya hingga gadis itu sudah benar - benar lenyap
dari pandanganya.
Devan tersenyum melihat kelakuan nya sendiri , entah mengapa Devan harus menggunakan cara yang berbeda pada gadis itu iya tidak berani dengan terang terangan mengakui rasa kagum nya pada gadis itu.
Sudah berapa hari iya mencoba mengintai jam pulang kerja Dara namun iya tidak pernah benar benar bisa melihat nya kecuali hari ini.
****
Dara masuk ke dalam rumah itu , samar - samar iya mendengar orang menangis. iya tidak berusaha mencari sumber suara tersebut namun iya yakin itu adalah suara Tante nya. Hati nya terasa sakit mendengar nya sekelibat percakapan nya dengan Om Samuel membuat nya merasa bersalah pada Tante nya.
__ADS_1
Dengan gontai iya menaiki anak tangga tersebut mencoba mencari solusi agar iya bisa serta merta keluar dari semua keadaan ini.
Dara sudah selesai membersihkan diri nya , dengan pakaian santai iya merebahkan tubuh nya di atas kasur dengan spray biru langit itu dan membiarkan handuk yang masih membalut rambut nya.
Rasa lapar menyerangnya membuat nya terbangun dari tidur nya iya turun untuk mencari sesuatu yang dapat iya makan. karena terlihat di meja makan tidak ada yang bisa dimakan Dara memutuskan untuk ke dapur di sana iya melihat Nita sedang membuat susu .
Langkah Dara terhenti, air mata nya menetes melihat Nita yang menyadari keberadaan nya namun mengabaikan nya kembali meneguk susu dengan cepat. Nita melewati Dara tanpa menoleh apalagi menyapa nya.
Dara kembali menaiki tangga nya dengan cepat air mata nya begitu deras keluar tanpa bisa di kendalikan nya . Iya mengunci pintu kamar nya dan merebahkan diri nya menutup muka dengan selimut dan menangis sejadi jadi nya . Hingga iya lelah dan tertidur.
Malam yang kelam telah berganti oleh tetesan sejuk embun pagi , Dara sengaja bangun lebih pagi dari orang rumah untuk menghindar dari Tante nya.
Iya sudah memesan Taxi online dan pergi sebelum penghuni rumah yang lain bangun. Tak selang berapa lama Taxi itu sudah terlihat di pintu pagar rumah itu.
" Mau kemana Non ...??? "
" Jalan saja dulu Pak " Hari ini iya terlalu malas untuk pergi ke kantor.
" Sesekali bolos aku rasa tidak jadi masalah ...!! " gumamnya dalam hati. " Antar kan aku ke sebuah hotel mewah saja Pak "
Bapak Taxi itu menyebutkan beberapa nama Hotel dari yang terdekat hingga yang lumayan jauh. Dara memilih hotel yang tidak terlalu jauh jarak nya dari keberadaan nya saat ini.
" Terimakasih pak " Dara berhenti di sebuah hotel mewah yang sebelumnya sudah memberikan bayaran pada supir taxi tersebut. Dara masuk menuju Resepsionis iya lumayan lama berada di sana karena iya tidak terlalu mengerti.
" Ahhh akhirnya " Dara merebahkan diri nya pada ranjang berukuran king size tersebut. Iya menginap dua hari disini dan sudah memberitahu kan itu pada Samuel mata.
" Aku harus berpikir untuk mengambil keputusan yang terbaik, aku perlu menangkan diri ku " itulah alasan Dara pada Samuel yang tidak mendapatkan bantahan dari Samuel.
*Pah , kalau saja ada kalian di sini. Aku mungkin tidak akan terlalu sulit menjalani hidupku .
Nino kamu di mana aku benar - benar merindukan mu ,kau tau aku sekarang di paksa menikah oleh Tante , andai kamu tidak menghilang , andai kamu sekarang di samping ku*.
" Huaa... hiks .. hiks.. " Dara menangis melepaskan penat dan sesak di hati nya. Cobaan ini terlalu berat bagi nya yang terbiasa di manja oleh orang tua nya selagi masih ada , keadaan memaksa nya kuat dan dewasa membuat gejolak besar di hati nya.
"Papah ... Mama... bisakah aku ikut kalian saja. "
Happy Reading
Terimakasih
__ADS_1