
Warna senja indah yang tadi mengiringi perjalanannya lenyap digantikan suasana malam dan kerlap - Kerlip lampu taman dan terang nya lampu jalanan.
Sampai lah Rendi di rumah Nita pada Jam 19:00. Mendengar pintu diketuk Dara berinisiatif untuk membukakan pintu Rumah , Ya mereka sedang berada di meja makan dan bercanda - canda tentang hal konyol di masa lalu.
" Siapa ...?? ucap nya melihat seseorang yang menggunakan jas hitam itu berdiri tegap membelakangi nya.
Saat sang tamu rumah itu membalik kan badan nya begitu kaget nya Dara melihat suaminya dengan wajah masam dan lelah menatap nya begitu tajam.
" Apa sekarang kau tidak mengijinkan Suami mu ini untuk masuk ?? " tanya nya mendekat pada Dara yang masih stay pada keterkejutannya.
Dicium Rendi kening Dara , membuat Dara seketika melotot ingin marah. " Ingat lah sayang , kita sedang dimana jadi jalan kan peran mu dengan baik " Rendi berbisik di telinga Dara lalu kemudian menyelonong masuk mendahului sang istri yang masih berusaha menerima tingkah laku suami nya itu yang membuat nya tercengang.
" Malam Tante Dan Om , sapa Rendi pada mereka yang berada di meja makan " Dara membuntuti suami nya itu yang sekarang sudah duduk di depan Samuel , Dara pun duduk di samping Rendi yang berhadapan dengan Nita.
" Oh Rendi kata Dara kamu begitu sibuk dan tidak bisa kesini maka dari itu kami memulai makan malam nya terlebih dahulu " Samuel merasa tidak enak hati dengan adik ipar nya tersebut.
" Tidak masalah Om , Rendi kan hanya terlambat sedikit "
Saat mereka asyik mengobrol Dara berinisiatif untuk mengambilkan makan suami nya yang begitu diperhatikan oleh Rendi.
" Mau lauk apa sayang ?? " Ucap nya dengan menatap manik mata Rendi.
" Aku mau kamu suapin pakai tangan kamu aja "
Uhuk ... uhuk... Nita tersenyum mendengar Rendi tidak malu bersifat manja pada Dara meskipun dihadapan mereka. Seketika menepis pikiran buruk tentang pernikahan keponakan nya itu.
" Om dan Tante sudah selai kalian makan lah dulu , nanti kita bertemu di ruang keluarga ada yang perlu Om sama Tante kasih tau pada kalian "
Rendi mengangguk patuh , sedang kan muka Dara begitu memerah entahlah Dara merasa Rendi begitu berlebihan dalam menjalankan peran kali ini.
Setelah Nita dan Samuel pergi dengan tersenyum kepada pasangan itu Dara memukul lengan Rendi.
" Bisa gak sih gak usah berlebihan kek gitu ?? " tatap nya begitu kesal pada Rendi namun begitu menggemaskan di mata Rendi.
" Kau harus bayar semua ini !! "
" Atas hal apa ...?? " tanya nya bingung.
__ADS_1
" Lihatlah Tante dan Om mu itu begitu senang melihat kita , artinya aku berhasil menjalan kan peran sebagi suami mu dengan sempurna "
Dara mengiyakan dalam hati nya namun agar tidak membuta pria yang juga suami nya ini terlampau melayang atas pernyataan nya iya memilih bodoamat " Lalu ...??? " tanya nya lagi.
" Kau harus membayar nya untuk menyuapi ku makam malam ini , tangan ku begitu pegal menyetir , aku lelah karena banyak nya pekerjaan ku di kantor di tambah perjalanan kesini ternyata begitu macet. " Keluh nya pada istrinya.
" Aku tidak meminta mu ke sini , meyakinkan Tante dan Om aku sama sekali tidak menyuruh mu melakukan hal itu , jadi aku tidak perlu membayar apapun " tegas nya
Rendi diam dalam hati iya membenarkan yang Dara ucapkan , iya mengambil piring yang berisi nasi pada tangan Dara dan meletakkan nya di hadapan nya , mengambil beberapa lauk dan juga sayur yang tersedia di meja itu yang terlihat begitu menggoda.
Dara hanya mendengus , iya tau sekarang laki - laki itu pasti sedang marah mendengar ucapannya. Iya menarik kembali piring yang berisi lauk pauk yang lengkap.
" Aku kan tidak bilang kalau aku tidak mau menyuapi mu " tanya nya yang sudah siap dengan satu sendok yang berisi makanan yang sudah iya arahkan tepat di depan mulut Rendi.
Rendi tersenyum samar , di dalam hati iya bersorak Sorai " Aku tidak menyuruh mu menggunakan sendok tapi tangan mu ..??? "
" Jangan bertingkah " Ucap Dara kesal.
" Ya sudah aku gak mau makan .." Rendi sudah ingin beranjak dari kursi nya , namun sebuah tangan yang begitu halus itu menahan nya.
" Yasudah aku akan manut pada suami ku ini !! "
Sesuap demi sesuap dengan begitu telaten Dara menyuapi nya , Setelah suapan terakhir Tangan Dara di tahan di dalam mulut Rendi.
" Ren... Lepaskan !!! "
Rendi hanya diam menatap manik mata Dara itu dengan begitu lama membuat nya jatuh cinta pada tatapan lembut itu.
Rendi menggigit kecil jari jari itu " Aw.. sakit Ren... lepas ..." ucap nya lagi yang menampakkan wajah memohon.
" Itu akibat nya tidak memberitahuku terlebih dahulu sebelum kemari ..!!! "
Dan ini Cup ... Bibir Rendi sudah mendarat di bibir Dara , Rendi sudah tidak tahan melihat nya.
" Itu karena kau tidak mengangkat telpon ku , dan tidak segara balik menelpon ."
Dara diam iya tertunduk menyembunyikan wajah merah merona yang begitu terkejut di cium Rendi. Namun itu salah di artikan oleh Rendi iya berpikir Dara tidak suka dan marah pada nya.
__ADS_1
" Itu hanya hukuman ku , jadi tidak usah bawa perasaan aku hanya menghukum mu agar kau tidak melakukan nya lagi "
Sakit sekali hati Dara saat mendengar itu , perasaan nya begitu mudah di permainkan oleh Rendi.
" Aku tau kau mana Sudi mencium ku dengan penuh perasaan. " ucap nya berlalu menuju wastafel.
Mendengar Dara mengatakan itu , Rendi mengutuk sendiri ucapannya , aku salah bicara padanya.
" Mandilah dulu kau pasti gerah kan ?? "
" Aku tidak bawa baju ganti , lagian kita juga pulangkan malam ini ..??? "
" Aku nginap disini , kalau kau mu pulang. pulang lah sendiri "
Rendi menggenggam tangan Dara, " Ada apa lagi , kalau kau tidak mandi kita ke ruang tamu saja biar bisa ngobrol bersama Om dan Tante "
" Aku mandi tapi baju nya .."
" Aku pinjam kan sama Om Sam dulu !! " ucap dara ingin berlalu tapi masih di tahan oleh Rendi.
" Lalu aku mandi dimana ?? "
" Di kamar ku , ayok ikut aku " mereka naik di lantai dua.
***
" Mandi lah dulu aku kebawah ambil baju mu dulu ..!!! "
" Emmm ..."
Dara pun kebawah meminjam kan baju dari Om Sam dan masuk kembali ke dalam kamar nya.
" Lama sekali dia mandi ..?? "
selang berapa menit pintu berbunyi Ceklek ( haha suka suka aku lah mau teng tong kek 😂 )
Pemandangan yang di suguhkan begitu asri bagaimana dada bidang dan tubuh tegap dan tinggi itu dialiri sisa sia air yang tidak tersapu oleh handuk.
__ADS_1
Happy Reading