
Namaku Tribuwana Tungga Dewi, puteri seorang mafia penguasa Kota Batavia.
Aku dibesarkan oleh kakak perempuan ku, seorang anggota mafia yang tidak memiliki hubungan darah dengan ku sejak aku masih kecil karena ibuku kawin lari dengan pamanku dan mengkhianati ayahku yang mafia.
Alasan ibuku pergi dari ayahku karena tidak betah dengan kehidupan ayah yang penuh konflik sebagai mafia.
Kakak angkat ku memiliki seorang anak laki-laki yang masih muda usianya bernama Achmad Firdaus.
Di dalam ruangan keluarga...
"Apakah kamu tidak merindukan ku lagi, bibi ?", tanya Achmad Firdaus.
"Jangan lupa bahwa kita harus menjaga jarak antara kita, dan aku tidak ingin ibumu tahu hubungan kita, Achmad"
"Tapi aku sangat merindukanmu dan kita sudah lama tidak saling bertemu, Tribuwana", sahut Achmad Firdaus.
"Karena kamu harus menyelesaikan kuliah mu di universitas kedokteran sehingga kita tidak bisa bertemu"
"Masa ini sangat sulit sekali untuk ku... Dan aku tidak sanggup untuk berpisah lama dengan mu...", sahut Achmad Firdaus.
Laki-laki berwajah imut dan berkulit sawo matang itu memeluk tubuh Tribuwana Tungga Dewi erat-erat.
__ADS_1
"Aku ini bibimu meski kita tidak memiliki hubungan darah tetap kita harus menjaga hubungan kita, Achmad"
Tribuwana Tungga Dewi menyahut ucapan Achmad Firdaus sambil mengelus kepala laki-laki yang lebih muda 20 tahun darinya.
"Tapi aku sangat mencintaimu...", sahut Achmad Firdaus.
"Aku tahu..."
Tribuwana Tungga Dewi membalikkan badannya menghadap ke arah Achmad Firdaus.
"Aku lebih mencintai mu daripada hidupku, Achmad tanpamu aku tidak mampu bertahan hidup"
"Tribuwana..., aku sangat mencintaimu...", sahut Achmad Firdaus.
Achmad Firdaus mengangkat tubuh Tribuwana Tungga Dewi menuju ke kamarnya yang terletak di lantai atas.
Seperti biasa jika Achmad Firdaus pulang dari universitas kedokterannya ke rumah, aku dan dirinya pasti langsung bermesraan layaknya sepasang suami istri yang sudah menikah.
"Achmad... aku sangat mencintaimu..."
"Aku mencintaimu Tribuwana Tungga Dewi...", sahut Achmad Firdaus.
"Apa yang akan kamu katakan pada bibi jika seandainya dia tahu hubungan kita ?"
__ADS_1
Tribuwana Tungga Dewi mengusap-usap punggung laki-laki muda itu dengan lembutnya.
"Aku akan katakan yang sebenarnya bahwa kamu adalah kekasih ku dan sebenarnya aku ingin sekali mengatakannya sejak lama pada ibuku", sahut Achmad Firdaus.
"Apakah kamu akan menerima konsekuensinya jika ibumu marah dan menolak hubungan antara kita ?"
"Konsekuensi ? Kita tidak sedarah dan aku berhak mencintai mu dan tidak ada peraturan yang melarang hubungan orang yang saling mencintai", sahut Achmad Firdaus.
"Apakah aku tidak terlalu tua untuk mu dan aku adalah bibimu !?", tanya Tribuwana Tungga Dewi.
Perempuan berkulit putih langsat itu mengusap dada laki-laki yang dicintainya itu dengan mesra.
Kembali mereka saling bergelut mesra dan saling berciuman pernah gairah cinta yang mendalam.
"Aku tidak pernah menganggap mu tua, sejak kita kecil dan tumbuh bersama, aku selalu melihat mu sebagai seorang perempuan yang aku cintai dan bukan bibiku"
Sahut Achmad Firdaus mengangkat tubuh Tribuwana Tungga Dewi lalu menyatukannya dengan tubuhnya.
Tribuwana Tungga Dewi tersentak kaget saat keduanya bersatu dan kembali berciuman dalam gairah cinta yang membara.
"Aku sangat mencintaimu Tribuwana Tungga Dewi...", bisik lembut Achmad Firdaus.
"Dan aku lebih mencintai mu Achmad Firdaus..."
__ADS_1
Tribuwana Tungga Dewi menjawab pernyataan cinta Achmad Firdaus dengan gairah penuh cinta yang menggebu-gebu.