CINTA Yang Tak DIRESTUI

CINTA Yang Tak DIRESTUI
50 Pulang Kampung


__ADS_3

Pagi ini Vina tetap seperti semalam, dia muntah-muntah sejak bangun tidur. Tapi Vina menolak saat diajak ke rumah sakit. Lalu Aditya menghubungi dokter untuk datang ke rumahnya.


"Bagaimana Dok?" tanya Aditya setelah dokter selesai memeriksa Vina.


"Ibu Vina kekurangan cairan Pak, sebaiknya dirawat di rumah sakit. Dan kalau saya tidak salah prediksi Bu Vina sedang hamil. Untuk lebih jelasnya segera bawa Bu Vina ke rumah sakit saja ya Pak," ucap dokter memberi saran.


"Baiklah kalau begitu saya akan membawa Vina ke rumah sakit," ucap Aditya yang pikirannya sedikit kacau.


Ada rasa senang, sedih, juga bimbang mendengar kemungkinan Vina hamil. Entahlah Aditya bingung apa yang harus dia lakukan saat ini.


Setelah dokter pergi, Aditya bersiap akan membawa Vina ke rumah sakit. Kondisi Vina sangat menghawatirkan saat ini, Vina terlihat pucat dan sangat lemas.


Setengah jam kemudian Aditya sudah siap berangkat dan membawa keperluan yang mungkin akan dibutuhkan kalau Vina harus menginap di rumah sakit.


Saat sampai di rumah sakit perawat langsung memberikan pertolongan pertama untuk Vina, setelah dilakukan pemeriksaan menyeluruh baru Vina di pindahkan di ruang rawat.


Aditya dengan setia selalu mendampingi Vina. Karena tidak ada yang bisa dia harapkan saat ini. Mamanya sedang mengantar adik bungsunya kembali ke luar negeri, sedangkan mertuanya juga sangat sibuk. Apalagi mertuanya hanya mama tiri Vina, jadi rasanya tidak mungkin kalau dia mau merawat Vina.


Setelah Vina dipindahkan ke ruang rawat, dokter yang menangani Vina mesum ruangan tersebut.


"Bagaimana keadaan istri saya Dok?" tanya Aditya.


"Kondisi pasien saat ini sudah lebih baik, sekarang biarkan dia istirahat dulu. Dan selamat atas kehamilan Bu Vina. Saya harap anda selalu menjaga kondisi fisik maupun emosi Bu Vina, karena orang hamil akan lebih sensitif dari sebelumnya."


"Iya Dok, terimakasih," ucap Aditya.


Setelah dokter pergi, Aditya mendekati ranjang Vina dan duduk disampingnya. Dia sangat bingung saat ini, apa yang harus Aditya lakukan selanjutnya?


"Vina, cepatlah pulih. Aku berjanji akan menjagamu dan anak kita," ucap Aditya sambil menggenggam tangan Vina.


Vina yang sebenarnya sudah sadar merasa bahagia mendengar pertanyaan dari Aditya. Meskipun Aditya belum mencintainya tapi setidaknya Aditya tidak akan meninggalkannya, dan dia punya banyak waktu untuk meraih cinta Aditya.


***


Hari ini Nabila sudah bersiap akan pulang kampung. Sesuai janji Aldi setelah Aldi pulih dia akan mengajak Nabila pulang kampung dan berkunjung ke makam orang tua Nabila.


Nabila tampak bahagia saat ini, akhirnya setelah sekian lama dia bisa kembali ke kampung tanpa memikirkan biaya. Sebelumnya dia harus menabung dulu bila ingin pulang, tapi saat ini Aldi yang akan membawanya.


Pagi-pagi sekali mereka berangkat dengan menggunakan pesawat, hanya butuh waktu Kurang dari dua jam mereka akan sampai di kampung halaman Nabila.


Setelah pesawat mendarat sudah ada mobil yang menunggu mereka. Aldi sengaja menyewa mobil untuk memudahkannya selama ada di kampung. Mereka harus menempuh satu jam perjalanan untuk sampai di tempat tujuan.


"Terimakasih ya Mas Aldi sudah membawaku kembali ke sini," ucap Nabila tersenyum manis saat baru saja memasuki kampung tempatnya dibesarkan.


"Apapun akan aku lakukan untuk kebahagiaanmu," ucap Aldi tetap fokus mengemudi.

__ADS_1


"Aku sangat beruntung bisa mengenalmu," ucap Nabila.


"Aku juga beruntung bisa bertemu denganmu. Sekarang tunjukkan dimana rumahmu," ucap Aldi.


"Depan belok kiri Mas, rumahku yang paling ujung," ucap Nabila masih mengingat jelas dimana letak rumahnya.


Lalu Aldi segera berbelok sesuai arahan Nabila. Setelah sampai Nabila langsung menuju rumah sebelah yaitu rumah Bu Sumi, tempatnya menitipkan kunci rumahnya.


Tapi setelah lama mengetuk pintu, tapi tidak ada jawaban.


"Katanya rumahmu yang ujung?" tanya Aldi.


"Iya, tapi kuncinya aku titipkan pada Bu Sumi pemilik rumah ini," ucap Nabila.


"Sepertinya tidak ada orang, lalu apa yang akan kita lakukan?" tanya Aldi lagi.


"Bagaimana kalau kita langsung ke makam orang tua ku saja, mungkin Bu Sumi sedang jualan," saran Nabila.


"Baiklah, ayo tunjukkan jalannya," ucap Aldi.


Singkat cerita Nabila dan Aldi sudah sampai di makam yang tak jauh dari rumahnya.


"Ibu, ayah, aku datang. Maafkan aku karena sudah lama tidak berkunjung ke sini," ucap Nabila lirih sambil menahan air matanya.


Aldi masih diam di samping Nabila sambil mengusap bahu Nabila untuk memberinya kekuatan. Aldi memberikan waktu untuk Nabila mengungkapkan kerinduannya selama ini pada orangtuanya.


Setelah selesai mereka kembali pulang dan beruntung rumah Bu Sumi terlihat sudah terbuka, menandakan Bu Sumi ada di rumah.


Saat Nabila baru turun dari mobil, ternyata Bu Sumi keluar dari dalam rumah, karena penasaran ada mobil yang berhenti di depan rumahnya.


"Nabila! Kamu pulang Nak?" teriak Bu Sumi langsung memeluk Nabila.


"Ibu! Nabila kangen!" ucap Nabila menangis di pelukan Bu Sumi, orang yang sudah dia anggap sebagai ibunya.


"Ibu juga, bagaimana kabarmu? Kenapa selama ini kamu sepeti menghilang?" tanya Bu Sumi.


"Ceritanya panjang Bu, lain kali aku akan menceritakan semuanya," ucap Nabila.


"Oh iya, ini siapa Nabila?" tanya Bu Sumi menunjuk Aldi.


"Ini mas Aldi Bu," ucap Nabila.


"Kenalkan saya Aldi, calon suaminya Nabila Bu," ucap Aldi sopan.


"Benarkah? Kamu sudah akan menikah Nabila?" tanya Bu Sumi.

__ADS_1


"Iya Bu, Nabila harap ibu bisa datang ke pernikahan Nabila nanti," ucap Nabila.


"Ayo masuk dulu, kenapa jadi ngobrol di luar begini?" ucap Bu Sumi lalu mengajak tamunya masuk ke dalam rumahnya.


Setelah beberapa saat mengobrol, Nabila meminta kunci rumahnya karena sudah lama Nabila merindukan suasana rumahnya yang penuh kenangan bersama mendiang orang tuanya.


Saat baru memasuki rumah tersebut, lagi-lagi Nabila tidak bisa membendung air matanya. Aldi yang selalu berada di samping Nabila selalu memberi semangat untuk kekasihnya itu.


"Sudah, jangan menangis terus, orang tuamu akan sedih bila melihatmu seperti ini," ucap Aldi.


Rumahnya terlihat rapi dan cukup bersih, karena tiap satu Minggu sekali Bu Sumi selalu membersihkannya. Kondisinya masih tetap sama saat terakhir dia meninggalkannya.


Lalu Nabila menuju kamarnya, dan masih sama seperti dulu. Tidak banyak perabotan di dalam rumah sederhana itu.


"Mas Aldi mau dimasakin apa untuk makan malam?" tanya Nabila.


"Kita pesan go food saja, kamu pasti lelah bila harus memasak," ucap Aldi dengan santainya.


"Mas, ini di kampung, mana ada go food?"


"Memang tidak ada ya?" tanya Aldi.


"Ya tidak, makanya aku tanya nanti mas Aldi mau makan apa?"


"Terserah saja, aku tidak terlalu pemilih," ucap Aldi.


"Baiklah aku mau belanja dulu ya," lalu Nabila meninggalkan Aldi yang sedang bersantai di depan tv.


Tak lama ponsel Aldi berdering, terlihat Oma yang menghubunginya. Tanpa menunggu lama Aldi langsung mengangkat panggilan dari Omanya.


"Iya Oma, ada apa?" tanya Aldi.


"Aldi dimana kamu sekarang?" tanya Aldi.


"Aku sedang di kampung Nabila Oma, ada apa?" tanya Aldi heran karena tidak biasanya Omanya menanyakan keberadaannya.


"Cepat kembali, ada sesuatu yang penting yang ingin Oma bicarakan. Ini tentang Nabila," ucap Oma.


"Kenapa dengan Nabila Oma?"


"Oma tidak bisa bicara lewat telepon. Kamu dan Nabila harus segera kembali."


"Baiklah Oma, aku akan kembali besok."


Lalu sambungan telepon terputus. Nabila yang mendengar sekilas namanya di sebut jadi khawatir.

__ADS_1


Ada apa sebenarnya?


__ADS_2