CINTA Yang Tak DIRESTUI

CINTA Yang Tak DIRESTUI
Bab 2


__ADS_3

Tribuana Tungga Dewi berdiri menatap keluar jendela rumah, melihat kepergian Achmad Firdaus, kekasihnya yang kembali lagi ke perguruan tingginya setelah libur semester.


"Apa kamu tidak lelah dengan hubungan ini, Tungga ?"


Suara seorang wanita dari arah belakang Tribuana Tungga Dewi menyapanya pagi itu.


Dia menolehkan kepalanya ke arah datangnya suara dan dia melihat kakak perempuan angkatnya berdiri menatapnya serius.


"Kakak !?", ucap Tribuana Tungga Dewi terperanjat kaget.


Dia sama sekali tidak menyangka jika kakak angkatnya akan mengetahui hubungannya dengan Achmad Firdaus.


"B-bagaimana kamu tahu bahwa kami berhubungan dekat, kakak ?", tanya Tribuana Tungga Dewi panik.


"Hmmm...", kakak perempuan itu hanya mendesah pelan.


"Anita, aku tidak bermaksud seburuk itu padamu, sungguh, dan aku sangat mencintai Achmad Firdaus", sahut Tribuana Tungga Dewi gelisah.


"Aku tidak mempermasalahkan hubungan kalian berdua tapi apakah ayahmu akan menyetujui hubungan kalian berdua sedangkan ayahmu berniat menjodohkan dirimu dengan Daniel Marco", ucap Anita.


"A-apa !?", sahut Tribuana Tungga Dewi terkesiap kaget.


"Iya..., ayahmu tengah bernegoisasi dengan gang milik Daniel Marco yang merupakan gang mafia terkuat di sektor barat dan itu sangat mendukung kekuasaan ayahmu yang seorang pemimpin mafia di kota ini", ucap Anita.

__ADS_1


"A-apa !? Ayah melakukannya itu tanpa memberitahukan terlebih dahulu padaku !? Bagaimana mungkin !?", sahut Tribuana Tungga Dewi mulai emosi.


"Tanyakan saja pada ayahmu karena itulah hasil pertemuan tadi malam di club bar", ucap Anita seraya menyilangkan kedua tangannya di depan dadanya.


Tribuana Tungga Dewi berdiri terdiam menghadap Anita dengan ekspresi wajah dingin.


Dia mulai berpikir akan siasat ayahnya yang bermaksud menjodohkan dirinya dengan Daniel Marco.


Tribuana Tungga Dewi lalu berlari keluar rumah menuju mobil Volkwagen hitamnya yang terparkir di halaman.


Mobil melaju cepat saat Tribuana Tungga Dewi mengemudikan mobil berplat khusus atas namanya.


CIIIIT...


"Tungga !!!"


Anita terlihat pucat pasi ketika mobil volkwagen hitam melesat kencang.


"Oh Tuhan !", ucap Anita panik.


Hampir dua jam Tribuana Tungga Dewi melajukan mobilnya menuju rumahnya yang berada di pusat Kota Batavia.


"Sialan ! Anjing tidak memakan bangkai, Daniel ! Tapi kamu telah memperkeruh hubunganku dengan ayah kandungku !!!", ucap Tribuana Tungga Dewi sambil membanting pintu mobilnya keras.

__ADS_1


Dia berjalan dengan langkah cepat masuk melewati penjagaan anak buah ayahnya.


"Nona Tribuana, anda sudah kembali, ada urusan apa nona kemari ? Adakah hal penting ?", sapa seorang pria bertubuh kekar.


"Apa !? Apakah aku harus mengatakan alasanku pulang ke rumah ? Ini rumahku ! Dan apakah aku harus meminta ijin padamu ?", sahut Tribuana Tungga Dewi geram.


"Maaf, nona tapi ini adalah tugas saya untuk selalu menanyakan kepada setiap orang yang berkunjung ke rumah tuan", sahut pria itu.


"Haruskah aku bertanya pada bangsat tua itu ? Untuk masuk ke rumah ini !", ucap Tribuana Tungga Dewi kesal.


"Tapi ini perintah, nona, dan saya hanya bisa menjalankan tugas", sahut pria kekar itu kaku.


Tribuana Tungga Dewi lalu berjalan menuju ke arah mobil volkwagennya dan membuka bagasi mobilnya.


Dia mengeluarkan senapan apinya dari dalam bagasi mobil kemudian menembakkannya ke arah pintu rumahnya.


DRRRT... DRRRT... DRRRT...


Tribuana Tungga Dewi terus menembaki rumahnya dan beberapa anak buah ayahnya lari semburat meninggalkan beranda rumahnya.


Perempuan berparas cantik itu lalu menghentikan tembakan senapan apinya saat mendengar suara keras dari dalam rumah besarnya.


"Sialan ! Bangsat ! Anjing siapa yang berani datang ke rumahku dan menembaki rumahku hingga hancur ???", teriak suara pria dari dalam rumah.

__ADS_1


"Aku, ayah ! Tribuana Tungga Dewi !", sahut Tribuana Tungga Dewi sambil memanggul senapan apinya.


__ADS_2