
Aldi merasa gelisah karena sampai hari ini Nabila tidak bisa dihubungi. Padahal rencananya besok Aldi akan kembali ke Indonesia dan ingin Nabila datang menjemputnya di bandara.
Karena beberapa hari tidak bisa berkomunikasi dengan Nabila, akhirnya Aldi menghubungi Doris yang diketahui sangat dekat dengan Nabila.
Pada deringan ke tiga panggilan Aldi baru diangkat oleh Doris.
"Iya mas jutek, tumben nelpon aku, kangen ya?" ucap Doris dengan gaya khas nya.
"Aku cuma mau tanya kenapa Nabila tidak mengangkat telepon dariku?" tanya Aldi langsung pada intinya.
"Em, mungkin ini ada hubungannya dengan mantan nya yang menikah, oppss," ucap Doris terhenti karena sadar dia sudah keceplosan.
"Dari mana Nabila tau kalau Aditya menikah?" tanya Aldi.
"Waktu itu mbak Meta dan mas Roy datang ke pernikahan itu, dan ngasih tau kalau yang menikah adalah orang yang dapat buket bunga pernikahannya mbak Meta waktu itu," ucap Doris.
"Tapi kenapa telpon dariku tidak diangkat beberapa hari ini?"
"Entahlah, nanti aku tanyakan ya Mas, sudah dulu ya aku masih sibuk," ucap Doris lalu menutup panggilan dari Aldi.
Aldi menghela nafas berat, dia jadi lebih khawatir dengan keadaan Nabila saat ini. Yang dia heran kenapa dia mengacuhkannya beberapa hari ini.
Karena terlalu gelisah lalu Aldi menghubungi Nuri.
"Iya Kak, ada apa?" tanya Nuri.
"Nuri, coba kamu ke kafe Meta. Nabila tidak menjawab panggilan dariku beberapa hari ini setelah mengetahui Aditya menikah."
"Siapa Aditya?" tanya Nuri heran.
"Mantannya Nabila, coba cari tahu apa yang terjadi pada Nabila," ucap Aldi.
"Baiklah, aku akan ke sana. Kapan Kak Aldi pulang?"
"Mungkin besok atau lusa. Aku tutup dulu ya, aku masih ada pekerjaan."
"Ya sudah, bye."
Setelah panggilan terputus Aldi melanjutkan pekerjaannya, dia jadi tidak sabar ingin segera pulang dan mendapat kejelasan dari Nabila.
Sedangkan Nabila yang diberi tahu oleh Doris bahwa Aldi menanyakannya hanya diam.
"Kamu kenapa lagi sih Nabila? Kenapa kamu jadi seperti ini?" tanya Doris.
"Entahlah, aku juga tidak tahu," jawab Nabila.
Doris hanya menghela nafas melihat Nabila yang terlihat lesu. Padahal sebelum mendengar pernikahan Aditya, Nabila baik-baik saja.
***
Pengantin baru yang seharusnya sedang hangat-hangatnya tapi tidak dengan Aditya dan Vina.
Mereka tetap seperti sebelum menikah walau kini Aditya dan Vina tinggal bersama. Aditya sengaja membawa Vina pindah ke rumah yang sudah disiapkan Aditya beberapa hari sebelum pernikahan.
Aditya tidak ingin hidupnya di atur lagi oleh namanya, Aldi ingin privasinya tidak di campuri oleh siapapun.
Setiap harinya Aditya selalu berangkat pagi dan pulang larut malam. Aditya juga lebih dingin pada Vina, padahal sebelum menikah hubungan mereka sudah mulai membaik.
__ADS_1
"Adi, sarapan dulu," ucap Vina saat Aditya baru keluar dari kamarnya.
"Aku sarapan di kantor saja," tolak Aditya.
"Adi, kenapa sekarang kamu jadi seperti ini? Apa salahku? Pernikahan ini bukan mauku," ucap Vina menahan tangisnya.
Sudah beberapa hari setelah pernikahan, Vina berusaha untuk sabar dan memberi waktu pada Aditya untuk menerima pernikahannya. Walaupun tidak seperti pasangan lain, tapi setidaknya Aditya menghargai keberadaannya.
"Maafkan aku Vin, ini semua terlalu berat untuk ku."
Aku tidak berharap lebih padamu, tapi setidaknya lihat aku, jangan acuhkan aku seperti ini!" ucap Vina dengan berlinang air mata.
"Vina, kamu tau bagaimana perasaanku saat ini."
"Iya aku tau, aku tidak memaksamu untuk mencintaiku. Tapi tidak bisakah kita menjadi teman sepeti dulu," ucap Vina.
"Baiklah, maafkan aku kalau selama ini aku mengabaikan mu. Ayo kita sarapan."
Lalu Aditya berjalan menuju meja makan dan diikuti oleh Vina.
"Apakah ini kamu yang masak?" tanya Aditya.
"Iya, bukankah aku pernah bilang kalau kamu akan menjadi orang pertama yang mencicipi masakan ku."
"Apakah ini aman untuk dimakan?" tanya Aditya ragu.
"Tentu saja, aku sudah belajar memasak sejak sebelum menikah," ucap Vina
Lalu Vina mengambilkan makanan untuk Aldi, lalu memberikannya pada Aditya. Setelahnya Vina mengambil untuk dirinya sendiri.
"Bagaimana rasanya?" tanya Vina.
"Apa kamu tidak keberatan bila setiap hari aku memasak?" tanya Vina.
"Apa kamu tidak kerepotan bila masak sendiri?" tanya Aditya balik.
"Tidak kok, aku bisa mengatur waktunya."
"Terserah kalau kamu nggak keberatan, tapi kalau kamu nggak sempat kita pesan go food juga tidak apa-apa," ucap Aditya sambil menikmati sarapannya.
"Terimakasih, akun akan usahakan memasak untukmu," ucap Vina bersemangat.
Vina berusaha melakukan kewajibannya sebagai istri dengan baik, walaupun bukan istri dalam artian sesungguhnya. Vina akan berusaha meraih hati Aditya dimulai dari hal-hal sederhana, mulai dari menyiapkan keperluan Aditya dan memasak.
Karena kata orang, seorang pria akan luluh dengan perhatian yang terus-menerus dia dapatkan.
Mulai hari itu, Aditya mulai menerima kehadiran Vina dan tidak lagi mengacuhkannya. Walaupun hubungan mereka sebatas teman dan tidur pun masih terpisah.
Tapi pagi ini keributan kecil mulai terjadi saat Aditya melihat ponselnya dan menerima laporan dari seseorang. Tadinya Aditya ingin bangun siang karena hari libur.
"Vina! Vina! Kamu dimana?" teriak Aditya setelah melihat kamar Vina kosong.
"Aku di dapur Adi, kenapa pagi-pagi sudah teriak-teriak?" tanya Vina muncul dari dapur.
"Kemasi barang-barang mu sekarang juga!" ucap Aditya.
"Apa? Kenapa kamu mengusirku?" tanya Vina terkejut.
__ADS_1
"Bukan seperti itu, kemasi barang-barang mu dan pindahkan ke kamarku. Mama dalam perjalanan kemari!"
"Apa?" tanya Vina lebih terkejut lagi.
"Ayo sekarang aku bantu, kita tidak punya waktu lagi!" teriak Aditya panik.
"Iya, sebentar aku matikan kompor dulu."
"Cepat!"
"iya!"
Lalu keduanya kalang kabut membereskan barang-barang Vina, dan menyusunnya ke dalam kamar Aditya. Saat tinggal sedikit lagi pekerjaan mereka selesai terdengar suara bel rumah berbunyi.
"Mama!" ucap keduanya saling pandang.
"Kamu buka pintunya, aku akan selesaikan ini. Dan ajak mama ngobrol diruang tamu dulu." perintah Vina.
"Baiklah, aku ke depan dulu."
Setelah Aditya pergi, Vina segera menyelesaikan pekerjaannya dan berlari ke dapur untuk menyelesaikan masakannya.
"Mama, kenapa tidak kasih kabar kalau mau ke sini?"tanya Aditya basa-basi untuk menghilangkan kegugupannya.
"Kenapa? Apa Mama harus minta izin dulu kalau mau mengunjungi rumah anak Mama sendiri?" tanya mama Aditya.
"Bukan begitu Ma, kalau Adi tau kan Adi akan jemput Mama kesini."
"Itu tidak perlu, Mama bisa datang bersama supir. Dimana menantu Mama?" tanya mama Aditya mengedarkan pandangannya ke sekeliling rumah.
Rumah yang ditempati Aditya dan Vina tidak terlalu besar, jadi mereka tidak menggunakan jasa art. Selain itu Aditya juga tidak ingin ada yang tau tentang hubungannya dengan Vina yang sebenarnya.
"Mungkin ada di dapur Ma," jawab Aditya ragu.
"Mungkin? Apa itu berarti kamu tidak tau istrimu ada dimana sekarang?" tanya mama geram.
"Aku baru bangun saat mendengar bel, Ma. Biasanya kalau pagi Vina sedang memasak di dapur," ucap Aditya.
"Benarkah? Apa Vina memasak sendiri setiap hari?" tanya mama penasaran.
"Tentu saja Ma, setiap hari Vina selalu menyiapkan makanan untuk ku."
"Wah, rajin sekali menantu Mama. Mama jadi ingin mencoba masakan Vina," ucap mama Aditya bersemangat.
"Masakannya lumayan enak Ma, wajar lah karena dia baru belajar memasak."
"Tidak apa-apa, yang penting Vina mau belajar. Nanti lama-lama dia juga akan pandai memasak kok."
Lalu tak lama Vina menghampiri mertuanya.
"Mama! Bagaimana kabar Mama?" tanya Vina sambil memeluk mertua yang sudah di anggap sebagai mamanya itu.
"Mama baik sayang, bagaimana dengan mu? Apa sudah ada tanda-tanda akan memberikan cucu pada Mama?" tanya mama Aditya.
Vina dan Aditya saling pandang. Mereka bingung harus bilang apa pada wanita paruh baya yang sudah mengharapkan cucu itu.
"Doakan saja Ma," ucap Aditya singkat.
__ADS_1
Mama Aditya bukan tidak tau bagaimana hubungan Aditya dan Vina yang sebenarnya. Maka dari itu dia datang berkunjung dengan sebuah rencana untuk anaknya itu.
Apa yang akan dilakukan mama Aditya????