CINTA Yang Tak DIRESTUI

CINTA Yang Tak DIRESTUI
41 Pernikahan


__ADS_3

Setelah malam itu, hubungan Nabila dan Aldi jadi semakin dekat. Nabila sangat bahagia menerima perhatian dari Aldi.


Begitupun dengan Aldi, hari-harinya jadi semakin berwarna semenjak bertemu dengan Nabila.


Besok adalah hari pernikahan Meta dan Roy, saat ini kafe hanya buka setengah hari karena semua karyawan kafe akan ikut serta sebagai keluarga mempelai wanita. Jadi mereka menyiapkan segala keperluan dari hari ini.


Mereka sangat senang bisa jalan-jalan ke mall bersama hari ini. Tapi Nabila tidak bersama mereka, karena Aldi ingin jalan berdua bersama Nabila.


"Rani, kamu sudah beli kado untuk mbak Meta?" tanya Lina.


"Belum, aku bingung harus beli apa. Secara mbak Meta sudah punya segalanya."


"Iya juga ya, aku jadi bingung juga. Mana belum gajian lagi," ucap Ani menimpali.


"Sudah, kado yang sederhana juga nggak apa-apa yang penting kita ikhlas. Mbak Meta pasti mengerti keadaan kita kok," ucap Doris.


"Ya sudah ayo cepat kita cari, nanti keburu malam," ucap Lina karena sejak tadi mereka hanya berkeliling saja.


Sedangkan Nabila saat ini sudah selesai membeli kado untuk Meta. Aldi mengajaknya makan di dalam mall tersebut.


"Bila, coba kamu telpon Doris untuk menyusul kesini, kita makan sama-sama."


"Iya Mas."


Lalu Nabila mengeluarkan ponsel dan menghubungi Doris. Tak lama rombongan itupun datang dan bergabung bersama mereka.


"Kalian pesan lah, biar aku yang traktir," ucap Aldi.


"Hore.... Makan gratis!" seru Doris.


"Udah nggak usah norak, malu dilihat orang," tegur Rani.


"Biasa aja kali, tiap hari juga makan gratis," sindir Yudi.


"Ya beda dong, kalau makan di kafe kan emang jatah kita," ucap Doris.


"Ya sudah cepetan pesan!" ucap Aldi menengahi perdebatan mereka. Bisa-bisa nggak akan selesai kalau nggak dihentikan.


Setelah selesai makan, mereka langsung menuju hotel tempat pernikahan akan di gelar esok hari. Mereka akan menginap di hotel itu, begitupun dengan calon pengantin dan keluarga inti. Tentunya dengan kamar terpisah ya.


***


Hari ini akad nikah akan dilaksanakan pukul sembilan pagi, lalu dilanjutkan dengan resepsi dengan tamu keluarga jauh dan tetangga. Sedangkan malam harinya resepsi di lanjutkan dengan mengundang para sahabat dan klien kedua pengantin.


Nabila, Nuri, Ani, Lina, dan Rani menjadi pengiring pengantin wanita, sedangkan Aldi, Doni, Rio, Yudi, dan Doris menjadi pengiring pengantin pria.


Saat acara akad nikah akan di mulai, para tamu undangan sudah menempati tempat yang disediakan. Dan pengantin pria sudah siap dengan didampingi sang ibu dan keluarga dekat serta pengiring yang sejak tadi mendampinginya.


Setelah ijab qobul selesai dan diakhiri kata sah dan dilanjutkan dengan doa, kini pengantin wanita memasuki aula pernikahan itu.


Meta tampak cantik dan anggun dengan gaun bernuansa putih dan diiringi oleh bridesmaids yang tak kalah mempesona dengan gaun bernuansa pastel.


Mereka jadi pusat perhatian saat memasuki ruangan tersebut. Dengan gagahnya Roy menyambut kedatangan wanita yang kini sudah sah menjadi istrinya.


Senyum mengembang dibibir keduanya, lalu mereka melakukan prosesi selanjutnya.

__ADS_1


Sedangkan Aldi terpana melihat penampilan Nabila yang berbeda. Nabila tampak begitu cantik dengan polesan makeup natural dan gaun yang begitu indah.


"Nggak usah dilihatin terus, dia nggak akan kemana-mana kok," goda Doni pada sahabat sekaligus calon kakak iparnya itu.


"Diamlah!" ketus Aldi.


"Bos, yang di samping Nabila itu siapa?" tanya Rio.


"Jangan macam-macam, itu cewek gue," tegur Yudi.


"Kalau yang masih jomblo yang mana?" tanya Rio lagi.


"Itu yang di samping Nuri masih jomblo," ucap Yudi menunjuk Lina.


"Eh, jangan macam-macam juga sama dia!" ucap Doris.


"Lah, emang kenapa? Lina kan memang jomblo."


"Siapa bilang? Lina nggak jomblo, jadi cari yang lain saja," ucap Doris.


"Memang siapa pacar Lina? Setahuku dia nggak punya pacar," heran Yudi.


"Pokoknya dia nggak jomblo, sudah jangan protes!"


"Kalau yang sedang bicara sama Nuri masih jomblo nggak?" tanya Rio.


"Kalau yang itu sudah tunangan!" ucap Yudi dan Doris.


"Astaga, malang sekali nasibku!" ucap Rio memelas dan mengundang gelak tawa orang yang ada didekatnya.


Lalu acara lempar bunga akan dimulai, para muda mudi segera berkumpul di depan pelaminan untuk memperebutkan bunga pengantin. Yang konon katanya siapa yang mendapatkan bunga pengantin artinya orang tersebut juga akan menikah dalam waktu dekat.


Nabila sebenarnya malas untuk ikut berdesakan, tapi Lina dan Ani menarik tangannya untuk ikut.


"Oke, sekarang sudah waktunya acara lempar bunga dimulai, apa semuanya sudah siap?!" ucap MC dari atas pelaminan.


"Siap!!!" suara gemuruh para muda mudi yang sudah tidak sabar.


"Baiklah, silahkan pengantin balik badan dan dalam hitungan ketiga silahkan lempar bunganya. Pengantin sudah siap?" tanya MC dan kedua pengantin mengangguk.


"Mari kita hitung bersama, Satu.... Dua....Tiga....Lempar!!!"


Lalu bunga pengantin pun meluncur jauh ke belakang dan jatuh tepat di tangan seorang tamu yang baru saja datang.


"Mas Adi!" ucap Nabila lirih.


Lalu Nabila segera berlari masuk ke dalam kamar agar tidak bertemu dengan Aditya dan Vina.


"Bukankah itu...." ucap Lina menggantung.


"Itu adalah orang yang mencari Nabila! Dimana Nabila?" tanya Doris panik.


"Entahlah, tadi dia ada disini. Apa mungkin dia sembunyi?" ucap Ani.


"Mungkin saja," ucap Rani.

__ADS_1


Aldi yang melihat kedatangan Aditya juga panik, dia khawatir Nabila akan bertemu dengan Aditya.


"Dimana Nabila?" tanya Aldi pada Doris.


"Entahlah, mungkin dia sembunyi dari mereka."


"Tolong kamu cari Nabila, aku harus menemui seseorang."


Lalu Aldi menghampiri Aditya yang datang bersama Vina.


"Selamat datang Aditya," sapa Aldi.


"Aldi, kamu juga disini?"


"Iya, pengantin wanitanya adalah sepupuku," ucap Aldi.


"Benarkah? Aku mendapat undangan dari Roy, dulu dia pernah menolongku saat aku kecelakaan, jadi kami menjalin kerjasama setelah itu," ucap Aditya.


"Wah, kebetulan yang tak terduga."


"Iya, maaf aku tidak bisa lama, karena sore ini aku akan berangkat ke luar kota," ucap Aditya.


"Oh, baiklah silahkan kalau mau menyapa pengantin, atau mau menikmati hidangan dulu."


"Iya, terimakasih, aku permisi dulu ya. Dan ini bunga pengantin ini untukmu saja. Semoga kamu juga segera menyusul seperti mereka," ucap Aditya menyerahkan bunga pengantin pada Aldi.


"Iya terimakasih".


Lalu Aldi mencari keberadaan Nabila. Aldi sangat menghawatirkan Nabila saat ini.


"Doris, apa kamu sudah menemukan Nabila?"


"Iya, dia ada di kamarnya. Temani dia, aku mau makan dulu," ucap Doris lalu pergi meninggalkan Aldi.


Sedangkan Aldi segera menghampiri Nabila di dalam kamar. Aldi mengetuk pintu dan tak lama Nabila membuka pintu dengan mata yang memerah.


"Nabila, kamu kenapa?" tanya Aldi pura-pura tidak tahu.


Tanpa menjawab pertanyaan Aldi, Nabila langsung memeluk Aldi dan menangis.


"Maafkan aku, maafkan aku!" hanya itu yang bisa diucapkan Nabila.


"Oke, tidak apa-apa, sudahlah jangan menangis," ucap Aldi lalu mengajak Nabila duduk dan memberikan Nabila air minum biar lebih tenang.


"Apa kamu marah bila aku belum bisa melupakan masa laluku?" tanya Nabila.


"Aku tidak akan marah, asalkan kamu tidak kembali ke dalam masa lalu mu. Biarkan itu menjadi masa lalu, tidak harus dilupakan tapi juga jangan selalu diingat, kamu mengerti?"


"Iya, maafkan aku."


"Iya, tapi untuk selanjutnya kamu jangan lemah karena masa lalu, tunjukkan bahwa kamu wanita yang kuat. Ada aku yang akan selalu mendukungmu," ucap Aldi.


"Iya, terimakasih kamu mau memahami ku."


Lalu keduanya kembali berpelukan.

__ADS_1


__ADS_2