
"Siang Tante," sapa Vina pada mama Aditya.
"Siang juga sayang, kamu apa kabar? Kok lama nggak main kesini?" sapa mama Aditya sambil memeluk Vina.
"Aku baik Tante, maaf ya Tan beberapa hari ini aku sedikit sibuk, jadi nggak bisa sering-sering main kesini. Ini Vina bawain kue kesukaan Tante." ucap Vina sambil menyodorkan sekotak kue.
"Kok repot-repot sih, kamu mau main kesini saja Tante sudah senang."
"Oh iya Tan, kenapa Aditya jadi susah ditemui ya, apa dia lagi sibuk banget?" tanya Vina.
"Kayaknya nggak sibuk-sibuk banget deh, kan cuma ngurus restoran saja, tapi Tante juga heran karena dia selalu pulang malam dari restoran."
"Tapi kemarin siang aku ke restoran katanya dia lagi sibuk banget jadi nggak bisa ditemui."
"Masa sih? Gimana kalau sekarang kita ke restoran, sekalian kita makan siang bersama?" usul mama Aditya.
"Boleh Tan, kebetulan aku juga lagi nggak sibuk."
"Ya sudah Tante siap-siap dulu, tunggu sebentar ya."
"Iya Tante."
Lalu mama Aditya pergi ke kamar untuk bersiap. Sementara Vina merasa puas karena rencananya berhasil.
"Kita lihat siapa yang akan menang. Pelayan saja sok mau menjadi pendamping seorang Aditya," ucap Vina dalam hati.
Tak lama mama Aditya sudah siap, dan mereka pergi ke restoran dengan menggunakan mobil Vina.
"Tante, sebenarnya aku mau tanya sesuatu sama Tante."
"Tanya apa sih Vin, kok kayaknya serius gitu?"
"Em, apa Aditya sudah punya pacar ya Tan?"
"Kok kamu tanya begitu?"
"Karena beberapa hari ini Aditya seperti menghindar dari aku Tan, dan beberapa hari lalu aku lihat Aditya jalan sama cewek."
"Mungkin itu rekan kerjanya saja Vin, kamu nggak usah khawatir karena cuma kamu yang akan jadi pendamping Aditya."
Vina tersenyum penuh kemenangan, karena dia mendapat dukungan penuh dari mamanya Aditya. Jadi bukan hal yang sulit untuk mendapatkan Aditya.
Saat sampai di restoran Vina dan Mama Aditya langsung menuju ke ruangan Aditya. Setelah mengetuk pintu Mama Aditya dan Vina langsung masuk dan membuat Aditya terkejut, pasalnya dia berencana akan makan siang dengan Nabila.
"Mama, kok nggak ngabarin dulu kalau mau kesini?" ucap Aditya untuk menutupi kegugupannya.
"Kenapa? Apa mama tidak boleh kalau mau bertemu anak mama sendiri?"
"Bukan begitu Ma, aku kan lagi sibuk."
__ADS_1
"Sibuk apa sih Adi, Mama cuma mau makan siang sama kamu dan Vina. Mama tidak akan mengganggu jam kerja kamu kok."
"Ya sudah kita makan siang di bawah saja ya Ma."
"Mama mau makan siang di sini saja, biar kita bebas ngobrol nya."
"Ya sudah aku pesan dulu, mama sama Vina mau makan apa?"
Setelah memesan makanan Aditya mencoba menghubungi Nabila. Tapi sayang Nabila tidak memegang hp saat itu.
Justru Vina sudah menghubungi Mela dan meminta agar Nabila yang mengantarkan makanan ke ruangan Aditya.
Tak lama terdengar suara ketukan pintu. Lalu muncullah Nabila dan Lena mengantarkan makanan pesanan sang bos.
Aditya sangat terkejut kenapa harus Nabila yang mengantar makanan. Dan Nabila juga terkejut karena ada pemilik restoran di ruangan itu, padahal tadi pagi Aditya bilang ingin makan siang bersama.
"Permisi mas Aditya," ucap Mela.
"Oh iya, taruh saja di meja!" jawab Aditya gugup.
"Permisi ya Bu." ucap Nabila sopan.
"Iya," jawab mama Aditya singkat, seolah enggan untuk bicara dengan pelayan.
"Eh, boleh tau nggak nama kalian, aku sudah sering makan siang di sini tapi belum mengenal kalian," ucap Vina.
"Kalau kamu?" tanya Vina menunjuk Nabila.
"Saya Nabila."
"Kenalin nama saya Vina, mungkin untuk kedepannya saya akan sering kesini."
"Kalau begitu kami permisi, silahkan dinikmati."
"Ya sudah, Adi ayo kita makan dulu. Setelah ini mama ingin membahas tentang perjodohan kamu dan Vina.
Deg. Nabila terkejut mendengar penuturan pemilik restoran sebelum dia menutup pintu ruangan itu.
"Apa? Mama? Perjodohan? Apa maksudnya?" batin Nabila.
"Nabila, Ayo, ngapain kamu bengong di situ?" teriak Mela.
"Ah iya sebentar," Lalu Nabila segera menyusul Mela yang berjalan lebih dulu.
Sementara di dalam ruangan Aditya merasa jengkel karena mamanya terus saja membicarakan masalah perjodohan.
"Sudahlah Ma, Adi belum ingin menikah!"
"Kita makan dulu, setelah ini baru kita bahas lagi," ucap mama Aditya.
__ADS_1
Vina tersenyum puas, karena satu persatu rencananya mulai berhasil.
"Ma, setelah makan aku ada pertemuan dengan klien, jadi Mama langsung pulang aja ya."
"Kamu ngusir mama Adi?"
"Bukan begitu Ma, aku masih ada pekerjaan setelah ini. Tolong pengertian mama."
"Ya sudah, tapi nanti pulang lebih awal. Karena Mama mau bicara sama kamu."
"Baiklah, nanti Adi akan pulang cepat."
"Ya sudah mama pulang dulu. Ayo Vina!"
"Iya Tante. Adi aku pulang dulu ya."
"Iya."
Setelah itu mama Aditya dan Vina pulang. Saat di depan Vina berpapasan dengan Nabila.
"Eh Nabila, yang rajin ya kerjanya."
"Iya mbak Vina."
Sedangkan mama Aditya seolah tidak peduli dengan siapapun. Mama Aditya memang terkenal angkuh dan sombong, apalagi dengan pegawai di restoran itu, dia tidak pernah menyapa atau hanya sekedar senyum pun tidak pernah.
Aditya segera memanggil Nabila untuk ke ruangannya, tapi Nabila beralasan sibuk dan tidak bisa menemui Aditya. Nabila masih bingung dengan apa yang dia dengar tadi.
Nabila semakin minder bila memang Aditya anak dari pemilik restoran, apalagi dia juga mendengar kalau Aditya sudah dijodohkan.
Awalnya Nabila berfikir kalau Aditya hanya bekerja di restoran itu, sehingga jarak antara mereka tidak terlalu jauh. Tapi kalau memang benar Aditya anak dari pemilik restoran, Nabila benar-benar merasa tidak pantas untuk Aditya.
Aditya yang khawatir segera menghampiri Nabila, yang ternyata sedang menunggu pesanan yang masih di siapkan oleh koki.
"Kenapa kamu tidak ke atas?" tanya Aditya tiba-tiba hingga membuat Nabila terkejut.
"Eh, aku lagi sibuk mas, maaf."
"Tapi kan bisa sebentar saja temui aku dulu."
"Maaf Mas aku harus mengantar pesanan, permisi."
"Nabila, kenapa dia seperti menghindari aku? Apa dia marah karena aku tidak jadi makan siang dengannya?"
Lalu Aditya kembali ke ruangannya karena masih ada beberapa pekerjaan yang harus dikerjakan. Tentang klien sebenarnya Aditya hanya beralasan agar mamanya segera pulang dan tidak membahas perjodohan lagi.
Dia takut kalau sampai Nabila mendengar rencana perjodohan itu. Aditya akan mencari cara untuk menggagalkan perjodohan itu, karena Aditya tidak mencintai Vina, tapi dia mencintai Nabila, dan hanya mau menikah dengan Nabila. Bagaimanapun caranya.
Sedangkan Nabila yang sudah mendengar tentang perjodohan itu, dan tau siapa yang akan di jodohkan dengan Aditya, ingin mundur perlahan. Karena dia tau diri dari mana dia berasal dan bagaimana keadaannya, sangat berbeda jauh dengan Vina.
__ADS_1