CINTA Yang Tak DIRESTUI

CINTA Yang Tak DIRESTUI
51 Album Foto


__ADS_3

Aldi dan Nabila sudah sampai di kota saat waktu menunjukkan pukul 7 malam. Aldi langsung mengantar Nabila ke kafe. Besok rencananya mereka akan berkunjung ke rumah Oma yang ada di kota sebelah, dan membutuhkan 3 jam perjalanan.


Tak lupa Nabila membawakan oleh-oleh untuk Meta dan teman-temannya. Tidak seberapa cuma makanan khas dari kampung Nabila.


"Gimana perjalan kamu sama mas Aldi?" tanya Lina saat mereka sedang duduk santai di meja yang ada di dapur kafe.


"Semuanya lancar, tapi sayangnya aku tidak bisa bertemu dengan sahabat ku," ucap Nabila tertunduk sedih karena tidak sempat bertemu dengan Siti.


"Memangnya kenapa?" tanya Doris sambil memakan makanan yang dibawa Nabila.


"Dia sudah menikah, dan ikut suaminya di desa sebelah," ucap Nabila.


"Kenapa tidak kamu temui dia?"


"Tidak bisa karena kita harus segera balik kesini lagi."


"Memangnya kenapa harus buru-buru?" tanya Doris penasaran.


"Entahlah, Oma meminta untuk segera menemuinya," ucap Nabila lesu.


"Lah, bagus dong. Mungkin saja kalian akan segera dinikahkan," ucap Lina.


"Sepertinya tidak, aku khawatir kalau ada masalah. Entahlah saat ini aku takut sekali," ucap Nabila.


"Tenang saja, aku yakin mas Aldi akan tetap memperjuangkan mu apapun yang terjadi," ucap Doris yang mengerti kegelisahan Nabila.


"Jadi kapan rencananya kalian menemui Oma?" tanya Lina.


"Besok."


"Ya sudah, kamu istirahat sana. Siapkan tenaga untuk besok, katanya rumah Oma lumayan jauh dari sini," ucap Doris.


"Iya, aku istirahat dulu ya!" ucap Nabila lalu berjalan gontai menuju kamarnya.


Pikirannya sedikit kacau setelah mendengar kalau Oma ingin bertemu dengan nya segera. Nabila takut kalau sesuatu yang buruk akan terjadi.


Keesokan harinya Aldi sudah bersiap menjemput Nabila pagi-pagi sekali. Aldi tidak mau terkena macet dan membuat perjalanan nya jadi tambah lama. Nabila pun juga sudah siap dari pagi, karena Aldi sudah memberitahu sebelumnya.


Saat Nabila baru keluar dari kamar ternyata Aldi sudah menunggunya di dalam kafe.


"Sudah lama Mas?" tanya Nabila.


"Baru saja, kamu sudah siap?" tanya Aldi.


"Sudah."


"Baiklah ayo berangkat, kemarin aku sudah memberitahu Meta kalau hari ini kita mau ke rumah Oma," ucap Aldi.


"Doris, Lina, aku berangkat ya," pamit Nabila.


"Iya, hati-hati ya. Semoga selamat sampai tujuan," ucap Doris.


"Aamiin," ucap Nabila dan Aldi.

__ADS_1


Lalu keduanya segera berangkat agar cepat sampai. Karena dari kemarin Oma juga sudah menanyakan kapan mereka berangkat.


"Doris, aku takut kalau-"


"Sudah, doakan semoga semua baik-baik saja," potong Doris sebelum Lina menyelesaikan ucapannya.


Lalu mereka berdua siap bekerja sebelum teman-teman yang lain datang.


Sedangkan Aldi dan Nabila yang sudah dalam perjalanan masih terdiam dengan pikiran masing-masing. Keduanya sangat penasaran sebenarnya apa yang akan dibicarakan oleh Oma.


"Nabila, apa kamu mau sarapan dulu?" tanya Aldi memecah keheningan.


"Nanti saja kalau sudah sampai di rumah Oma," jawab Nabila.


"Kalau kamu masih ngantuk tidur saja, nanti aku bangunkan kalau sudah sampai," ucap Aldi.


"Aku tidak ngantuk," jawab Nabila yang sebenarnya memang ngantuk karena semalam dia tidak bisa tidur dengan nyenyak.


"Mau beli cemilan?" tanya Aldi.


"Boleh, itu didepan ada penjual makanan," ucap Nabila.


Lalu Aldi menepikan mobilnya di dekat penjual yang berjejer di pinggir jalan.


"Lalau kamu mau beli sarapan beli saja, aku tunggu di mobil," ucap Aldi.


"Tidak, aku mau beli cemilan saja. Mas Aldi mau dibelikan apa?" tanya Nabila.


"Keripik singkong saja, sama air putih. Ini uangnya," ucap Aldi.


"Terima saja, beli apa saja yang kamu mau."


"Baiklah," ucap Nabila lalu turun dari mobil.


Setelah mendapat apa yang diinginkannya, Nabila segera kembali ke mobil. Nabila menenteng dua kantong besar makanan ringan dan air mineral.


"Kenapa banyak sekali?" tanya Aldi terkejut melihat belanjaan Nabila.


"Sebagian untuk Oma, sebagian lagi untuk kita. Kalau tidak habis kan bisa dimakan waktu pulang," ucap Nabila.


Bahkan Aldi pun tidak kepikiran untuk membelikan oleh-oleh untuk Omanya. Sebelumnya saat berkunjung ke rumah Omanya Aldi juga tidak pernah membawa apa-apa.


Nabila menyodorkan makanan ringan pada Aldi dan membuat Aldi terkejut.


"Mas Aldi mau?"


"Bagaimana aku bisa makan? Aku kan lagi nyetir," ucap Aldi.


"Ya sudah nanti saja," ucap Nabila lalu menikmati keripik kesukaannya.


"Ya di suapin dong, masak aku hanya lihat kamu makan," ucap Aldi.


Dengan malu-malu Nabila menyuapi Aldi yang masih fokus dengan jalanan.

__ADS_1


"Kenapa rasanya jadi lebih enak dari biasanya ya?" tanya Aldi sambil mengunyah.


"Biasa saja, dimana-mana keripik ya seperti ini," ucap Nabila.


"Tidak, ini berbeda. Apa karena kamu yang nyuapin ya?" goda Aldi.


Nabila langsung tersipu malu, wajahnya sudah memerah karena ucapan Aldi.


Tak lama mereka sampai di rumah Oma. Aldi langsung mengajak Nabila masuk karena Aldi sudah terbiasa seperti itu.


"Oma!" panggil Aldi saat melihat Omanya sedang menikmati matahari pagi.


"Aldi, Nabila, kalian sudah sampai?" tanya Oma.


"Iya Oma, Oma apa kabar," tanya Nabila sambil memeluk Oma.


"Oma baik, bagaimana denganmu?"


"Aku juga baik Oma," ucap Nabila.


"Ayo kita sarapan dulu, Oma sengaja menunggu kalian tadi," ucap Oma menggandeng tangan Nabila.


"Oma melupakanku?" protes Aldi.


"Tidak usah manja, sebentar lagi kamu akan menikah jadi kamu harus lebih dewasa," omel Oma.


Nabila tersenyum melihat Aldi yang sedang kesal karena Oma cuek padanya. Untuk sesaat Nabila melupakan kecemasannya karena Oma tetap menyambut baik kedatangannya.


Setelah sarapan oma mengajak Aldi dan Nabila ke ruang keluarga.


"Kalian istirahat saja dulu, Oma ke kamar sebentar," ucap Oma.


"Katanya Oma mau bicara sesuatu?" tanya Aldi.


"Iya, duduk saja dulu, Oma mau ambil sesuatu dulu."


Tak lama Oma datang dengan membawa sebuah album foto. Nabila dan Aldi saling pandang karena penasaran kenapa Oma membawa album foto itu.


"Nabila, kemarilah. Oma ingin menunjukkan sesuatu padamu," ucap Oma.


Lalu Nabila duduk disamping Oma.


"Kamu lihat foto ini, ini adalah sahabat Oma namanya Marina. Dia punya seorang putri, dan sebenarnya kami ingin menjodohkan putrinya Marina dan ayahnya Aldi.


Tapi mereka sama-sama menolak karena ayahnya Aldi sudah punya pacar yang juga sahabat baik putrinya Marina. Marina kecewa dengan penolakan putrinya karena ternyata putrinya sudah punya pacar yang hanya anak tukang bubur.


Setelah ayahnya Aldi menikah dengan ibunya Aldi, anak Marina juga berencana akan menikah. Tapi Marina menentang keras karena calon menantunya hanyalah orang miskin. Dengan berbagai cara Marina memisahkan hubungan putrinya.


Tapi cinta mereka begitu kuat, akhirnya anak Marina memilih meninggalkan rumah dan menikah dengan pria pilihannya."


"Lalu apa hubungannya dengan Nabila Oma?" tanya Aldi.


"Lihatlah, ini adalah anak Marina yang pergi dari rumah dan tidak ada kabar hingga kini," ucap Oma sambil menyodorkan sebuah foto jadul pada Nabila.

__ADS_1


"Ibu!"


__ADS_2