CINTA Yang Tak DIRESTUI

CINTA Yang Tak DIRESTUI
37 Kebersamaan


__ADS_3

Hari ini Nabila terlihat berbeda karena tidak memakai seragam kerja. Meta sudah memberitahu Nabila kalau hari ini dia boleh libur.


"Tumben nggak pakai baju kebanggaan kita, Emang mau kemana, Neng?" tanya Doris.


"Aku mau ketemu sama Oma?"


"Oma? Calon Oma mertua maksudnya?"


"Ih, Doris apaan sih!" ucap Nabila tersipu.


"Ya nggak apa-apa dong, kita semua setuju kok kalau kamu sama Mas jutek. Tapi kamu harus punya stok kesabaran yang banyak kalau sama dia."


"Mas Aldi itu jutek cuma sama kamu aja kali, kalau sama kita kita nggak kok, apalagi sama Nabila," ucap Lina.


"Masa sih? Berarti dia cuma sensi sama aku aja?"


"Iya. Makanya berubah, jadi seperti Doris yang dulu aku merindukannya," ucap Lina menunduk sedih.


Sementara Nabila yang tidak mengerti merasa bingung dengan apa yang dikatakan Lina.


"Apa maksud kamu, Lina?"


"Udah nggak usah di dengerin, jam berapa kamu akan pergi? Apa mas jutek akan jemput kamu?" ucap Doris mengalihkan pembicaraan.


"Katanya nanti dia jemput jam 8."


"Ya sudah sana siap-siap."


"Tapi aku mau bantu beres-beres dulu."


"Sudah nggak usah, paling bentar lagi yang lain juga datang. Nanti kamu keringetan lagi loh."


"Ya udah, aku ke kamar ya!"


"Iya."


Setelah Nabila pergi, kini tinggal Doris dan Lina yang meneruskan beberes.


"Lina, kamu jangan bicara seperti tadi, aku tidak ingin ada yang tau tentang diriku," ucap Doris.


"Tapi aku merindukan dirimu yang seperti dulu Doris," ucap Lina.


"Sudahlah, seperti ini lah aku yang sekarang. Kamu harus menerima keadaanku yang seperti ini."


Lalu Doris meninggalkan Lina yang hanya terdiam menahan tangis.


Ada apa sebenarnya dengan Doris?


***


Tepat jam delapan pagi Aldi datang menjemput Nabila. Seperti biasa Doris lah yang menyambut kedatangan Aldi.


"Halo Mas jutek, ganteng banget hari ini?"


"Dimana Nabila?" tanya Aldi tanpa menghiraukan ucapan Doris.


"Sabar dong, pasti bentar lagi juga keluar. Tapi ingat ya jangan sakiti dia."


"Iya iya."

__ADS_1


Tak lama Nabila datang dengan pakaian sederhana dan terlihat cantik alami. Lagi-lagi Aldi terpesona dengan penampilan Nabila yang sederhana dan apa adanya.


"Ehm...Mau di ajak pergi apa cuma dilihatin aja?" sindir Doris yang membuat Nabila tersipu dan Aldi yang salah tingkah.


"Ayo, Oma sudah menunggu."


"Halah, pakai alasan Oma segala," ucap Doris lalu meninggalkan Aldi dan Nabila yang terlihat canggung.


"Ayo," ucap Nabila singkat karena bingung mau bicara apa.


Lalu keduanya segera naik mobil dan berangkat menuju kediaman Aldi.


Saat dalam perjalanan keduanya hanya diam saja. Mereka sama-sama bingung harus bicara apa. Hingga sampai di rumah Aldi keduanya hanya diam.


Nabila terperangah melihat rumah Aldi yang begitu mewah. Lagi-lagi Nabila merasa minder melihat kemewahan rumah Aldi.


"Ayo turun, Oma pasti senang melihat kamu."


Nabila terdiam sejenak, dia ragu untuk masuk ke rumah itu, tapi dia sudah sampai di sini dan dia tidak mungkin mengecewakan Oma.


"Nabila! Kamu kenapa?"


"Ah tidak, ayo turun."


Lalu Nabila segera turun dan mengikuti Aldi yang berjalan lebih dulu memasuki rumah.


"Oma! Oma dimana?" panggil Aldi. "Oma kemana ya?" gumam Aldi. "Nabila kamu duduk dulu ya, aku cari Oma dulu."


"Iya."


Nabila bingung, haruskah dia duduk di sofa mewah itu. Maklum saja Nabila belum pernah bertamu ke rumah mewah. Adapun dia pernah ke rumah Aditya tapi dia bahkan tidak dipersilahkan untuk duduk.


"Duduk saja Non, dan ini minumnya," ucap art tersebut mengagetkan Nabila.


"Ah iya, terimakasih ya Bu."


"Panggil Bibi saja, Bibi hanya pembantu di rumah ini."


"Oh, iya."


"Kalau begitu bibi permisi ya. Oma masih mandi, sebentar lagi beliau akan kesini."


"Iya, terimakasih ya Bi."


Lalu Nabila memberanikan diri untuk duduk, tapi saat baru saja duduk Aldi datang menghampirinya dan spontan Nabila berdiri lagi.


"Duduk saja, Oma masih mandi tadi Oma baru saja menanam bunga."


"Oma suka bunga?"


"Iya, dari dulu Oma suka bunga. Jadi aku sengaja membuat taman bunga untuk Oma."


"Benarkah? Bunga apa saja yang ada? Dulu aku juga suka menanam bunga di kampung," lalu Nabila menunduk sedih saat mengingat rumahnya dikampung, juga kenangan bersama orangtuanya.


"Kamu juga suka bunga? Bagaimana kalau kita menunggu Oma di taman saja?" ucap Aldi mengalihkan kesedihan yang terlihat di wajah Nabila.


"Apa boleh?"


"Tentu saja, ayo!" ucap Aldi langsung menggandeng tangan Nabila.

__ADS_1


Nabila mengikuti sambil melihat tangannya yang digandeng oleh Aldi. Nabila merasa jantungnya berdegup kencang.


Saat sampai di taman mata Nabila terbelalak karena melihat tanaman bunga yang sangat banyak, Ada berbagai jenis mawar, anggrek, dan bunga lainnya.


"Wow, indah sekali!"


"Kamu suka?"


"Iya, aku sangat menyukainya," ucap Nabila dengan senyum merekah dan membuat Aldi terpana melihatnya.


"Kalau begitu kamu boleh berkunjung kapanpun kamu mau."


"Benarkah?"


"Iya, tentu saja," ucap Aldi. "Bahkan kamu bisa memilikinya," lanjut Aldi dalam hati.


"Ternyata kalian disini?" ucap Oma.


"Oma!" ucap Nabila lalu menghampiri Oma dan mencium tangan Oma.


"Kamu apa kabar?"


"Baik Oma, bagaimana dengan Oma?"


"Oma juga baik, kamu suka bunga?"


"Iya Oma, apalagi di taman ini terdapat jenis bunga yang tersusun rapi. Aku sangat menyukainya," ucap Nabila dengan wajah berbinar.


"Kalau kamu suka kamu bisa memilikinya."


"Apa maksud Oma?"


"Sudah lupakan, ayo kita sarapan dulu Oma sudah lapar."


Lalu Nabila menggandeng Oma menuju pinggir taman yang sudah tersedia makanan di sana, entah siapa dan kapan makanan itu sudah tertata rapi di meja itu.


Sedangkan Aldi hanya mengikuti mereka dari belakang.


"Oma sangat suka makan di sini, apalagi ada kamu dan Aldi. Biasanya Oma makan sendirian disini."


"Nuri dimana Oma, kok dari tadi aku tidak melihatnya?" tanya Nabila.


"Nuri sudah berangkat ke butik sejak pagi, entah apa yang dia lakukan berangkat sepagi itu."


"Oh iya Oma, nanti jam 10 aku harus ke kantor sebentar. Ada rapat dadakan yang harus aku hadiri."


"Bukanya Oma sudah bilang kalau kamu libur saja hari ini," ucap Oma.


"Hanya sebentar Oma, sebelum jam makan siang aku akan pulang. Kan ada Nabila yang menemani Oma."


"Baiklah, terserah kamu saja. Nabila, Oma sudah bilang sama Meta kalau kamu akan menemani Oma sampai sore, jadi kamu tidak perlu buru-buru pulang."


"Iya Oma."


Lalu mereka menikmati sarapan yang sedikit terlambat itu dengan canda tawa.


Aldi merasa senang melihat Omanya sangat bahagia saat bersama Nabila. Keinginannya untuk menjadikan Nabila sebagai istrinya semakin kuat. Tapi Aldi harus berusaha lebih keras untuk mendapatkan hati Nabila, karena Nabila masih terlihat memberi jarak antara mereka.


Setelah sarapan Nabila bersama Oma menikmati kebersamaan di taman bunga yang sangat indah, tanpa sepengetahuan mereka Aldi mengambil foto dua wanita yang berbeda generasi tersebut.

__ADS_1


Tak lama Nuri berlari ke arah Oma dan Nabila, mereka becanda bersama. Aldi juga sangat senang bisa melihat mereka bahagia.


__ADS_2