CINTA Yang Tak DIRESTUI

CINTA Yang Tak DIRESTUI
39 Bimbang


__ADS_3

"Nabila!!!"


Aditya terbangun dari tidurnya dengan nafas tersengal-sengal dan keringat membanjiri tubuhnya. Mimpinya terasa sangat nyata dan menambah kesedihannya. Aditya merasa menghianati Nabila kerena sudah bertunangan dengan Vina.


"Nabila, maafkan aku. Ini semua bukan keinginan ku. Aku masih sangat mencintaimu dan berharap bisa bersatu denganmu lagi."


Setelah itu Aditya tidak bisa tidur hingga pagi. Padahal pagi ini dia ada rapat penting dengan klien barunya. Tapi Aditya tetap profesional dan menghadiri rapat tersebut.


Sesuai jadwal yang ditentukan Aditya memasuki ruang rapat, dan dia sudah ditunggu di sana.


Seluruh peserta rapat berdiri saat Aditya memasuki ruangan.


"Silahkan duduk kembali, maaf saya sedikit terlambat," ucap Aditya.


"Selamat pagi Pak Adi, perkenalkan ini manager baru kami, beliau baru kembali dari luar negeri beberapa bulan yang lalu."


"Perkenalkan nama saya Aldi Barata, semoga kedepannya kita bisa terus bekerja sama."


"Saya Aditya Laksmana, silahkan duduk, mari kita mulai rapat hari ini."


Lalu mereka membahas proyek kerjasama yang akan mereka kerjakan. Rapat berlangsung hampir 2 jam hingga kesepakatan pun di dapat.


"Terimakasih Pak Aditya, untuk selanjutnya asisten saya yang akan menangani proyek ini," ucap Aldi sambil menjabat tangan Aditya.


"Sama-sama Pak, bagaimana kalau kita makan siang dulu, sebentar lagi sudah waktunya makan siang."


"Baiklah, dengan senang hati. Kita makan siang dimana?"


"Di dekat sini ada restoran yang sangat enak, bagaimana kalau kita ke sana?"


"Boleh, tapi bukankan Pak Aditya sendiri mempunyai restoran?"


"Itu restoran keluarga, saya punya passion sendiri dan itu bukan di restoran. Saya lebih suka merintis usaha sendiri."


"Itu sangat luar biasa Pak Aditya, sebenarnya saya juga ingin seperti itu. Tapi saya harus melanjutkan perusahaan orang tua, karena tidak ada lagi yang bisa menggantikan saya."


"Apa Pak Aldi tidak punya saudara?"


"Ada, saya punya adik perempuan, tapi dia punya cita-cita sendiri."


"Seorang kakak yang baik. Baiklah mari kita berangkat."


Lalu mereka berangkat ke restoran untuk makan siang.


Aldi merasa sangat beruntung bisa dekat dengan Aditya, karena memang Aldi bertujuan untuk mencari informasi tentang kisah Aditya dan Nabila secara langsung.


Saat tiba di restoran mereka memesan menu yang diinginkan. Mereka tidak hanya berdua, mereka juga bersama asisten masing-masing.


Sambil menunggu pesanan datang mereka kembali berbincang.


"Pak Aldi sebelumnya anda tinggal dimana?"


"Maaf, bagaimana kalau kita tidak usah terlalu formal bila di luar pekerjaan. Atau mungkin kita bisa berteman?" ucap Aldi


"Oh, baiklah. Aku juga tidak punya banyak teman sebelumnya."


Lalu mereka ngobrol dengan akrab sampai makan siang dihidangkan. Lalu mereka makan siang dengan suasana yang lebih akrab dan santai.


Dan ternyata Vina juga sedang makan siang di tempat yang sama, dan Vina menghampiri Aditya saat Vina sudah akan pulang.


"Adi, kamu disini?" sapa Vina yang bersama asistennya.


"Vina, kamu sudah selesai? Oh iya kenalkan ini Aldi, klien ku."


"Kenalkan, saya Vina tunangan Aditya," ucap Vina sambil menjabat tangan Aldi.


"Saya Aldi, senang bisa berkenalan dengan anda."


"Sama-sama, baiklah saya duluan ya. Maaf kalau saya mengganggu," pamit Vina.


Aditya hanya diam saja melihat Vina pergi, dan itu membuat Aldi jadi bingung.

__ADS_1


"Maaf Aditya, kenapa kamu tidak mengantar tunangan mu?"


"Tidak perlu, dia bisa sendiri."


Kini Aldi dan Aditya hanya berdua, karena para asisten pamit lebih dulu.


"Aku tidak menyangka kamu sudah punya tunangan, aku kira kamu masih singel."


"Aku baru tunangan tadi malam. Itupun acaranya mendadak. Ah sudahlah itu tidak penting."


Lalu Aditya membahas masalah pekerjaan dan tidak ingin membahas masalah pribadi.


Tapi Aldi melihat ada kesedihan saat Aditya mengalihkan pembicaraan. Apakah Aditya masih mencintai Nabila? Begitu pikir Aldi.


***


Hari ini Roy sudah diperbolehkan untuk pulang karena keadaannya sudah lebih baik.


Meta dengan setia selalu mendampingi Roy dan merawatnya di apartemen milik Roy.


Nuri dan asistennya datang ke apartemen Roy dengan membawa beberapa gaun pengantin untuk Meta. Mereka harus segera melakukan fitting karena waktunya tidak banyak lagi.


Pernikahan Meta dan Roy tinggal dua Minggu lagi. Untung saja keadaan Roy sudah sehat dan tinggal pemulihan. Lalu tidak, entak apa yang akan terjadi.


"Gimana Kak, ada yang perlu ditambah lagi?" tanya Nuri saat meta sudah mengenakan gaun pertama.


"Kayaknya bagian pinggang kebesaran sedikit deh, Nuri."


"Oke, nanti kita perbaiki."


Lalu Meta mencoba gaun berikutnya hingga selesai. Banyak yang harus diperbaiki kerena berat badan Meta yang turun drastis akibat stress dan tidak nafsu makan.


Setelah semua selesai Nuri pamit pulang begitu juga Meta. Roy tinggal di apartemen ditemani asistennya dan seorang art. Meta tidak mungkin menginap karena mereka belum menikah.


Saat Meta sampai di kafe dia melihat Aldi juga baru sampai di sana.


"Al, tumben nggak ngabarin dulu?" sapa Meta.


"Iya tau, nggak mungkin juga kamu ke sini mau ketemu Doris."


"Hello, apa ada yang manggil Doris?" ucap Doris.


"Nggak ada."


"Ih, Mas jutek kebiasaan deh," lalu Doris pergi melayani pelanggan yang baru saja datang.


"Met, aku mau ajak Nabila keluar bentar ya."


"Al, kalau kamu ajakin Nabila pergi terus gimana dengan kafe aku?" protes Meta.


"Kalau aku nggak sering-sering ngajak dia jalan gimana caranya aku bisa dapatin dia?"


"Iya juga ya, ya sudah deh terserah kamu aja."


"Nah gitu dong, sama saudara itu harus saling bantu."


"Ets tunggu, emang kamu beneran serius sama Nabila? Dulu aja kamu nggak mau deketin Nabila?"


"Gimana ya, intinya sekarang boleh nggak aku ajak Nabila jalan?"


"Iya iya boleh."


"Oke, thanks ya."


Lalu Aldi berjalan ke area dapur untuk mencari Nabila.


"Nabila!"


"Iya Mas, mau pesan sesuatu?"


"Nggak, aku mau ajak kamu ke suatu tempat."

__ADS_1


"Ehm...Ehm..."


Semua teman-teman Nabila menggodanya, hingga membuat Nabila malu setengah mati.


"Kemana?"


"Ayo ikut saja, aku sudah izin sama Meta kok."


"Eh, Mas jutek ngapain di sini?" tanya Doris yang baru saja datang.


"Bukan urusan kamu," ucap Aldi. "Ayo Nabila bersiaplah, aku tunggu didepan."


Lalu Aldi berjalan ke depan karena tidak ingin berdebat dengan Doris.


"Nabila, mau kemana sih?"


"Nggak tau, mas Aldi cuma bilang mau ngajak ke suatu tempat."


"Ya udah buruan siap-siap, kalau kamu nggak mau nanti aku yang pergi sama mas jutek."


"Mana mau mas Aldi jalan sama makhluk jadi-jadian," sindir Yudi.


"Hust, jangan kayak gitu," tegur Ani.


Lalu Nabila menghampiri Aldi yang menunggunya di depan kafe.


"Mas, kita mau kemana?" tanya Nabila.


"Ayo, nanti kamu juga akan tau."


Lalu Aldi membukakan pintu mobil untuk Nabila, dan Nabila kembali terharu dengan perlakuan Aldi.


"Oh so sweet, kapan ya aku bisa kayak gitu?" ucap Doris yang melihat Aldi dan Nabila dari dalam kafe.


"Aku menunggu mu untuk berubah seperti dulu Dion Risandi," ucap Lina lirih.


Lalu Doris menoleh kebelakang dan mendapati Lina menatapnya dalam.


"Lina! Maafkan aku, aku belum bisa."


"Lupakan semuanya Dion, kembalilah seperti dulu."


"Panggil aku Doris, aku bukan Dion."


Lalu Doris meninggalkan Lina yang terdiam.


Sedangkan Aldi dan Nabila sudah sampai di sebuah kafe, dan Aldi membawa Nabila ke lantai atas yang menampilkan suasana kota yang sangat indah.


"Kamu suka tempatnya?" tanya Aldi.


"Suka, di sini pemandangannya sangat indah," jawab Nabila sambil menikmati semilir angin yang membuat rambutnya menari-nari tertiup angin.


"Nabila, boleh aku bertanya sesuatu?"


"Tanya apa Mas?"


"Apakah kamu masih mencintai seseorang dari masa lalu mu?"


"Kenapa Mas Aldi menanyakan itu?"


"Karena aku butuh kepastian, aku serius sama kamu Nabila."


"Maaf Mas, ini terlalu cepat untukku."


"Apakah itu berarti kamu masih mencintainya?"


Nabila tidak sanggup untuk menjawab pertanyaan Aldi saat ini. Nabila sendiri bingung dengan perasaannya.


"Nabila, aku tidak memaksamu untuk melupakan dia. Aku hanya meminta cobalah buka hatimu untukku."


"Mas, aku....

__ADS_1


__ADS_2