
"Hapuslah air matamu! Aku akan membantumu untuk mendapatkan cintanya." Suara bariton dari arah belakang, membuat tubuh Gracia terjengkit dan seketika saja menghentikan tangisan gadis itu.
"Anda siapa?" tanya Gracia sambil mengusap air matanya.
"Namaku Anton, sahabat Brian sekaligus dokter pribadinya. Brian menyuruhku kesini untuk memeriksa keadaanmu karena tadi kau sempat tak sadarkan diri di kamarnya." Anton berjalan mendekat menghampiri Gracia dan berdiri di samping Gracia.
"Jadi kau seorang dokter?" tanya Gracia.
"Kenapa? Apakah karena aku nggak memakai jas putih." Anton tersenyum menatap Gracia.
Gracia membalas senyuman Anton. "Enggak, bukan itu maksudku. Aku cuma nanya saja," ucap Gracia menatap Anton yang sedang menggulung kemeja navynya sampai siku.
Senyuman itu, dia begitu manis saat tersenyum. Apakah Brian buta menyia -nyiakan istri secantik dan semanis Gracia? Apa kurangnya coba? Dia baik dan juga keturunan dari keluarga terhormat. Dasar Brian bodoh," umpat Anton dalam hatinya.
"Dokter," panggil Gracia karena melihat Anton sedang melamun.
Anton membuyarkan lamunannya, lalu tersenyum. "Iya ada apa Nona muda?" tanya Anton.
"Tidak apa-apa Dok. Dokter tidak perlu memanggilku seperti itu, lagi pula bukankah Dokter sahabat Mas Brian? Rasanya terlalu berlebihan jika memanggilku seperti itu. Lebih baik panggil Gracia saja." Gracia tersenyum, dan senyuman itu berhasil membuat Anton terpaku melihatnya.
Tidak, ini ada yang salah. Aku nggak boleh menyukai Gracia, aku hanya ingin menyatukan mereka. Aku nggak boleh menyukainya. Gak boleh...
__ADS_1
Anton menggeleng-gelengkan kepalanya. Membuang jauh pikirannya yang mulai hanyut dalam senyuman Gracia.
"Kenapa dokter?" tanya Gracia bingung melihat tingkah Anton.
Anton menghentikan aksinya, lalu menatap Gracia dengan senyuman kakunya.
"Enggak apa-apa Salju. Aku cuma lagi olahraga otak saja." Anton mencari alasan.
"Salju?" ucap Gracia bingung.
"Dokter memanggilku salju?" tanya Gracia bingung.
"Iya. Aku memanggilmu salju karena senyumanmu membuatku membeku," jawab Anton.
"Andai saja ucapanmu benar Dok, bahwa senyumanku ini bisa membekukan orang, maka aku akan membekukan suamiku agar dia tidak lagi menatapku jijik," ucap Gracia sendu.
"Salju, Brian cuma sedang dibutakan hatinya karena dia terlalu mencintai kekasihnya, suatu saat nanti, kamu pasti bisa mendapatkan cintanya, aku yakin itu. Brian orang yang baik, dia tidak mungkin tega menyiksamu terlalu lama, cepat ataupun lambat dia pasti akan bisa melihat yang mana yang baik dan yang mana yang enggak. Jadi aku harap kau bisa bersabar. Aku akan membantumu untuk menyadarkan Brian, bahwa kau layak untuk di cintai." Anton tersenyum tulus.
"Terima kasih Dok." Gracia tersenyum kaku.
"Maafkan aku, tidak seharusnya aku ngeluh." Gracia menundukkan kepalanya.
__ADS_1
"Hey, bukan itu maksudku. Kau bebas ngeluh padaku sesuka hatimu, aku akan setia mendengarkan keluh kesahmu itu. Kau tidak perlu sungkan padaku Salju, karena tanpa kau ceritakan pun aku tau hubunganmu dengan Brian seperti apa? Aku sahabatnya aku tau segalanya tentangnya." Anton menatap Gracia dengan senyum tulusnya.
"Kenapa Dokter mau membantuku? Padahal kita belum pernah kenal sebelumnya," tanya Gracia.
"Aku ingin membantumu karena aku menyayangi Brian, aku ingin melihatnya bahagia bersama orang yang tulus mencintainya," ucap Anton.
"Kalau aku tidak mencintai mas Brian, apakah kau tidak jadi untuk membantuku?" tanya Gracia.
"Jika saat ini kau belum mencintai Brian, kenapa kau menangisinya saat melihat Brian pergi bersama wanita lain?" tanya Anton yang berhasil membuat Gracia bungkam.
...💋💋💋💋💋...
...TBC...
Hari ini Othor Grazy up karena komentar
kalian yang menyemangatiku
Lopeyu klepek-klepek buat kalian 😍
Dan tak lupa pula thank you untuk yang memberiku like
__ADS_1
Jangan lupa like lagi ya sayang-sayangku
Muachhh... 😘