
2 Minggu kemudian.
Kini hubungan Anton dan Dinda semakin membaik dengan sebuah ungkapan perasaan cinta dari Anton.
Saat ini Dinda dan Anton berada di sebuah peresmian rumah sakit milik Anton di negara itu. Anton dan Dinda sudah bersiap menggunting pita tersebut dengan Dinda yang memegang gunting dimana tangan Anton memegang tangan istrinya.
Suara tepuk tangan pun riuh saat pita itu terputus dan rumah sakit pun resmi di buka pada malam itu.
Dinda tiada hentinya mengembangkan senyum karena setiap harinya ia diperlakukan bagaikan seorang ratu oleh suaminya. Dinda tidak pernah menyangka bahwa ia akan benar-benar menjadi seorang istri dari Dokter sesat pujaannya.
Setelah itu, Anton dan Dinda meninggalkan rumah sakit tersebut setelah acaranya selesai. Anton menggandeng tangan istrinya menuju mobil, dan tak lupa pula Anton membukakan pintu mobil tersebut.
Anton melajukan mobilnya menuju bandara untuk menghadiri pernikahan Ryan dan Rany di Indonesia.
Dinda menatap Anton dari samping dengan senyum yang tak memudar di setiap detiknya. Sedangkan yang ditatap juga tersenyum. Namun, tatapannya tertuju pada jalanan yang dilaluinya.
"Apa di matamu tidak ada pemandangan lain yang lebih indah hingga kau lebih memilih menatap wajahku saja," ucap Anton seraya tersenyum tanpa mengalihkan tatapannya dari jalanan.
"Bagiku pemandangan yang terindah di dunia ini adalah setiap apapun yang ada pada dirimu Kanda," ucap Dinda.
"Jangan panggil aku 'Kanda', aku geli mendengar kau memanggilku seperti itu," ucap Anton.
"Kanda nggak asyik, itu 'kan nama panggilan sayangku untuk Kanda," ucap Dinda.
"Terserah kamu saja," ucap Anton seraya menggeleng-gelengkan kepalanya.
Setelah sampai di bandara, keduanya kini menaiki pesawat pribadi yang sudah disiapkan oleh Anton.
Sepanjang perjalanan, Dinda hanya tidur di dalam pesawat. Anton yang melihat hal itu hanya tersenyum.
Sesampainya di Indonesia, Anton membangunkan Istrinya tersebut. Namun, Dinda yang tak kunjung bangun membuat Anton lebih memilih menggendong tubuh istrinya dari pada mengganggu tidur wanita itu.
Dinda yang merasakan tubuhnya mengapung, kini langsung membuka mata dan tersenyum saat menyadari bahwa ia sedang berada di gendongan suaminya.
"Ah..., pangeranku so sweet banget sih," ucap Dinda sambil tersenyum konyol.
Anton yang menyadari bahwa istrinya sudah bangun, ia langsung menurunkan istrinya, dan seketika Dinda memberenggut karena Anton merusak khayalannya yang berangan-angan seperti di negeri dongeng.
"Ah... Kanda! Kenapa aku nggak digendong sampe ke mobil sih? Aku 'kan pengen romantis-romantisan kayak Pangeran dan Cinderella," ucap Dinda cemberut seraya mengikuti langkah Anton.
"Jangan manja, kalau mau yang romantis, nanti di apartemen!" ucap Anton.
"Ih, Dasar mesum!" umpat Dinda. Sedangkan Anton menyeringai, ia sengaja membuat istrinya kesal.
Sesampainya di parkiran, Anton membukakan pintu mobil untuk wanita pujaannya seraya tersenyum.
__ADS_1
"Silakan masuk, Cinderellaku!" Anton membungkuk sambil tersenyum simpul.
"Oh, Pangeranku! Kau semakin membuatku tergila-gila," ucap Dinda tersenyum dengan mata yang berbinar, lalu mengecup pipi Anton sebelum masuk ke dalam mobil tersebut.
Anton hanya menggeleng-gelengkan kepala seraya duduk di samping wanita itu, entah kenapa ia mau mengikuti Dinda yang berkhayal seperti di negeri dongeng. Setelah itu, Anton menutup pintunya, lalu ia duduk di samping wanita pujaannya.
"Jalan pak! Perintah Anton pada supir yang menjemputnya.
Sepanjang perjalanan, Dinda menyandarkan kepalanya pada bahu Anton, wanita itu terus nyerocos tanpa henti hingga membuat Anton lelah untuk menanggapinya, Anton menyandarkan kepalanya pada bangku mobil, dan tanpa terasa ia ketiduran hingga membuat Dinda kesal karena nyerocos sendirian.
"Ih, Mas Anton menyebalkan," gerutu Dinda. Namun, di detik berikutnya ia tersenyum saat melihat wajah lelah suaminya.
"Aku sangat beruntung memilikimu Mas!" ucap Dinda seraya menatap suaminya yang tertidur dengan lelapnya.
......❤️❤️❤️❤️❤️......
Malam pun tiba, Ryan dan Rany kini menyambut para tamu undangan yang datang.
"Selamat atas pernikahan Kalian," ucap Brian menyalami Sekretaris nya itu.
"Terima kasih, Tuan!" jawab Ryan.
"Selamat ya Ran! Akhirnya kau melepas lajangmu!" ucap Gracia tersenyum.
"Terima kasih, Mbak Cia," jawab Rany membalas senyuman Gracia.
Brian dan Gracia kini menjauh dari tempat itu. Namun, Gracia di buat terkejut dengan kehadiran Anton yang menggandeng seorang wanita cantik di sisinya.
Anton berjalan semakin mendekat ke arahnya, rasa bersalah yang dimiliki wanita itu begitu besar hingga ia takut untuk berpapasan dengan mantan tunangannya itu.
"Sepertinya aku pernah melihatnya, tapi di mana ya?" gumam Gracia.
"Hai, Bro!" ucap Anton memeluk tubuh Brian. Brian pun membalas pelukan sahabatnya itu.
"Bagiamana kabarmu?" tanya Brian.
"Aku baik," jawab Anton. Sedangkan Brian melirik wanita yang digandeng oleh sahabatnya itu.
"Sepertinya aku pernah melihatmu," ucap Brian menatap Dinda.
"Oh iya aku lupa, kenalkan! Dia Dinda, istriku!" ucap Anton tersenyum.
Brian mengerutkan keningnya, "Istri? Memangnya kapan kau menikah?" tanya Brian.
"Dua bulan lalu," ucap Anton.
__ADS_1
"Dua bulan lalu? Berarti sejak kau menghilang?" tanya Brian lagi.
"Yes," jawab Anton.
"Hai Salju, gimana kabarmu?" tanya Anton tersenyum lembut.
"Baik," jawab Gracia membalas senyuman Anton dengan senyum kaku.
"Stop! Jangan memanggil istriku Salju lagi!" ucap Brian.
"Posesif banget jadi suami," ucap Anton tersenyum penuh arti.
"Bukan posesif, tapi aku nggak rela ada orang lain memanggil istriku dengan kata asing, karena hanya aku yang boleh memanggilnya dengan sebutan yang lain," ucap Brian menatap Anton tajam.
"Sayang, kenalan gih sama istri sahabatku!" ucap Anton mengabaikan tatapan Brian.
Dinda mengulurkan tangannya pada Gracia, "Dinda," ucap Dinda.
"Gracia,"
"Apa kita pernah ketemu sebelumnya?" tanya Gracia mengerutkan Kening.
"Aku sepupunya Ryan Mbak, kita ketemu di rumah sakit saat Tuan Brian kecelakaan," ucap Dinda tersenyum.
"Owh... Iya aku lupa," ucap Gracia tersenyum.
"Dasar Dokter sesat! Dalam waktu yang singkat kau sudah menemukan pengganti Saljumu," ucap Brian tersenyum simpul?
"Seharusnya kau bersyukur aku pergi, jika tidak kau pasti akan bunuh diri," ucap Anton mengejek.
"Mau kubunuh Kau?" ancam Brian.
"Terserah," ucap Anton seraya meninggalkan Brian juga Gracia sambil menggandeng tangan Istrinya.
Sesampainya di pelaminan, Anton menyalami Ryan dengan senyum menyebalkan, Ryan pun menatap Anton sinis, "selamat kau telah melepas lajangmu, dan melupakan cinta pertamamu itu," ucap Anton.
"Terima kasih," ucap Ryan sambil meremas tangan Anton.
Anton terlihat santai hingga membuat Ryan semakin kesal menatapnya. Sedangkan Dinda menyalami Rany dan melihat suami dan sepupunya aneh karena bicara terlalu lama.
"Kanda, jangan lama-lama! Di belakang ada yang ngantri," ucap Dinda cemberut.
"Kanda?" ucap Ryan menahan tawanya. Kalau bukan berada di pelaminan mungkin saat ini, pria itu sudah meledakkan tawanya.
...💋💋💋💋💋...
__ADS_1
...TBC...