Cintai Aku Walau Sejenak

Cintai Aku Walau Sejenak
Merindukanmu


__ADS_3

Malam harinya Brian masih memikirkan anak kecil yang ia jumpai di bandara, hati Brian seakan damai melihat senyumnya, senyum yang selama ini ia rindukan.


"Kenapa aku melihat anak itu, seperti melihat perpaduan wajahku dan Gracia? Apakah karena aku sangat merindukannya." Brian bergumam sendiri.


"Dimana sekarang kau berada Grac? Tidak bisakah kau memberikanku kesempatan sekali lagi? Aku tanpamu bagaikan mayat hidup. Aku hidup tapi serasa mati, aku sulit bernafas tanpamu," ucap Brian.


Pria itu memejamkan matanya. Namun, bayangan Gracia dan anak kecil itu se akan berputar di otaknya.


"David Maxyko Galaxy. Sebenarnya siapa orang tuamu?"


"Aku penasaran sekali sama bocah kecil itu," ucap Brian sambil memejamkan matanya. Pria itu tidur di tempat tidurnya sembari tangan yang dijadikan bantalan.


"Daddy?" Brian tersenyum mendengar ucapan David yang tanpa sengaja ia lontarkan.


"Aku sangat senang mendengar panggilan itu, seandainya saja Gracia tidak meninggalkan ku, mungkin kita sudah dikaruniai anak kecil yang lucu seperti dia," ucap Brian.


Brian terus memikirkan David dan Gracia, hingga ia hampir tidak tidur semalaman. Pria itu selau terbayang dengan wajah David yang seperti bayangan dirinya dan juga Gracia.


...❤️❤️❤️❤️❤️...


Sementara di mansion Gracia, perempuan itu terus memikirkan ucapan daddynya bahwa Brian belum menikah, ia bertanya-tanya alasan apakah yang membuat Pria itu tidak menikahi Maudy? Bukankah Kebahagiaan Brian adalah Maudy?


Gracia terus memikirkan hal itu, entah apa yang membuatnya serasa lega, ketika mengetahui bahwa Brian tidak terikat hubungan dengan siapapun.


"Kenapa kau belum menikah Mas? Bukankah yang kau inginkan adalah menikah dengannya? Tanpa aku yang menjadi penghalang?" Gracia bertanya-tanya pada dirinya sendiri.


"Aku nggak tau apa yang harus ku lakukan sekarang, meskipun kau belum menikah tetapi aku tidak mungkin kembali padamu, aku tidak mau terluka lagi. Selain itu, aku tidak mau melukai Dokter Anton karena dialah yang membantuku selama ini, aku kembali ke negara ini juga karenanya, aku ingin menjalin hubungan ke jenjang yang lebih serius dengan dokter Anton. Aku tidak mau membuatnya terluka kembali." Gracia bergumam sendiri.


Ting...


"Kau sudah sampai?" Isi pesan tersebut dari Anton.


"Sudah, sekarang aku lagi di kamar," balas Gracia.


"Aku ke rumahmu besok saja. Sebenarnya aku sangat merindukanmu Salju, bertahun-tahun aku tidak berjumpa denganmu. Rasanya aku ingin berjumpa denganmu sekarang juga. Namun, aku tau kau pasti sangat lelah habis perjalanan jauh."


"Aku juga ingin minta maaf, karena aku tidak bisa menjemputmu ke bandara, karena pasienku sangat membutuhkanku sekali lagi maaf," Pesan Anton.


"Nggak apa-apa Dok, aku mengerti. Mereka lebih membutuhkanmu." balas Gracia.

__ADS_1


"Thank you salju, lebih baik kau segera tidur, jaga kesehatan! Jangan tidur terlalu larut," ucap Anton.


"Ya udah Dok, aku tidur sekarang. Good night," balas Gracia.


"Semoga mimpi indah."


"Thank you."


"Sama-sama."


Mereka mengakhiri Chattingnya, lalu Gracia tidur di ranjang yang sudah beberapa tahun tidak ia tempati.


Gracia tidur lelap di ranjangnya. Sedangkan David tidur dengan Pradita yang membaca dongeng untuk bocah kecil itu.


......❤️❤️❤️❤️❤️......


Di rumah sakit xxx, seorang Dokter terus mengembangkan senyumnya, ia begitu bahagia mendengar orang yang dicintainya telah tiba di negara kelahirannya.


Hubungan jarak jauh antara dirinya dengan Gracia membuatnya tersiksa. Namun, ia takut di anggap perusak antara hubungan sahabatnya dengan Gracia.


Flashback on


Saat Gracia pergi dari mansion Brian, perempuan itu nangis tak tentu arah, Anton yang sengaja mendatangi mansion Brian karena hawatir pada perempuan itu, ia sengaja lewat mansion Brian pagi-pagi sekali, sebelum ia berangkat bekerja.


Gracia awalnya menolak. Namun, pada akhirnya gadis itu nurut dan masuk kedalam mobil Anton. Setelah Anton berbicara dengan Gracia baik-baik.


Anton langsung menuju bandara dan memberi tiket untuk Gracia agar pergi ke negara Z untuk menenangkan diri, Anton sebenarnya ingin pergi kesana karena ada acara di negara Z. Namun, ia urungkan karena Gracia lebih membutuhkannya.


Tiap hari Anton terus menghubungi Gracia dari ponselnya, ia terus menanyakan keadaan Gracia pada sepupunya.


Setipa hari Anton mencoba untuk mendekati Gracia dengan perhatian-perhatian kecil yang ia lakukan, meskipun hanya lewat ponsel.


Setelah beberapa Minggu di sana, akhirnya Anton mengetahui bahwa Gracia hamil. Namun, Anton tidak pernah menyerah untuk membuat Gracia mencintainya. Ia selalu memperhatikan Gracia di masa-masa kehamilannya, meskipun dari jarak jauh Anton selau menghubungi Gracia, ia tidak membiarkan gadis itu telat makan.


Anton selalu sabar meskipun Gracia menolaknya berkali-kali, bahkan saat usia kandungan Gracia sembilan bulan, ia tinggal di negara itu untuk menjaga perempuan yang dicintainya.


Pria itu seakan tiada lelah untuk menghujani Gracia dengan kasih sayang, meskipun Gracia tidak pernah meliriknya sama sekali.


Setelah Gracia melahirkan, barulah Pria itu kembali ke tanah kelahirannya, dan sejak saat itu pula, Anton tidak menemui Gracia sama sekali. Pria itu hanya berbicara dengan Gracia melewati ponsel.

__ADS_1


Bertahun-tahun Pria itu di tolak. Namun, pada akhirnya Gracia menerima Anton dan memutuskan untuk kembali ke Indonesia untuk menjalin hubungan dengannya, menuju ke jenjang yang lebih serius, meskipun sebenarnya Anton tau bahwa Gracia masih belum mencintainya.


Tetapi pria itu bertekad untuk membuat Gracia cinta padanya dengan tulus. Karena Anton yakin bahwa cinta akan datang dengan seringnya kebersamaan.


Flashback off


Anton tersenyum bahagia, karena pada akhirnya Gracia memberinya kesempatan meskipun kesempatan itu hanya sekali, tetapi ia akan berusaha sebaik mungkin untuk menggunakan kesempatan itu.


Anton akan berjuang untuk mendapatkan cintanya yang selama ini tidak pernah terbalas.


"Sebentar lagi Kau akan menjadi milikku Gracia, semoga kau sudah melupakan Brian. Hingga kau akan lebih mudah untuk mencintaiku. Namun, jika aku masih belum meruntuhkan dinding hatim, maka aku akan melepasmu bersama dengan orang yang kau cintai," gumam Brian sambil memejamkan matanya.


Kini Anton tidur dengan posisi merentangkan tangannya, pria itu tidak hentinya mengeembangkan senyum karena rasa bahagia yang terus menari di otaknya.


Malam itu Anton tidur dengan lelap di ranjangnya, hingga ia tidak sadar bahwa ia tidur dengan kaki yang masih menggantung ke lantai.


...💋💋💋💋💋...


...TBC...


Aku update lagi sayang 😍


Karena kalian menyuruhku untuk lanjut maka Othor akan tetap lanjut ...


Thank you 😍


Jangan lupa Goyangkan jari jempol kalian biar Othor semangat


Atau kasih Othor bunga biar Othor berbinar


Apalagi Kopi pasti mata Othor yang ngantuk lagsung melek.


Othor banyak nuntut ya 🤣


Sebenarnya enggak Kok, cukup kasih Othor like aja Othor udah semangat


Thank you


Thank you

__ADS_1


Thank you


Muachhh 😘


__ADS_2