Cintai Aku Walau Sejenak

Cintai Aku Walau Sejenak
Aku istrinya


__ADS_3

Gracia menarik kopernya yang berisi sebagian gaun dan pakaian kerja yang Gracia bawa dari butiknya. Gracia mengikuti langkah Ryan menuju kamar yang telah disediakan oleh Brian untuknya.


"Maafkan saya Nona, Nona tidur di kamar ini! Ini semua atas perintah Tuan Brian." Ryan menundukkan kepalanya karena merasa bersalah.


"Loh, bukankah ini kamar ART?" ucap Gracia. melihat tempat kumuh yang terletak di dekat dapur.


"Iya betul Nona. Anda di tugaskan sebagai asisten pribadi tuan Brian mulai saat ini," ucap Ryan.


"Oh... baiklah Ryan, terima kasih karena telah mengantarku sampai ke tempat ini," ucap Gracia dengan senyum yang di paksakan.


"Sama-sama Nona muda, ini semua sudah menjadi tugasku. Kalau begitu aku pamit undur diri dulu Nona." Ryan membungkukkan badannya lalu berbalik dan melangkah pergi dari kamar Gracia.

__ADS_1


Gracia membuka pintu kamar yang ditunjukkan oleh Ryan, lalu masuk ke dalam kamar tersebut setelah membuka kuncinya.


"Aku harus sabar dan kuat. Aku nggak boleh lemah, ini baru hari pertamaku. Bahkan aku belum memulainya, mulai besok aku harus tunjukkan kalau aku pantas untuk di cintai, aku nggak boleh menangis cuma karena dijadikan pembantu disini. Toh, tugasku hanya menjadi asisten pribadinya, sekalipun aku tidak menjadi asisten pribadinya, ini semua memang sudah menjadi tugasku sebagai seorang istri, bahkan bukan hanya melayani keperluannya saja, melayani yang lain juga memang sudah menjadi kewajiban ku."


"Aku nggak boleh nolak apapun perintahnya bukan karena aku asisten pribadinya. Tetapi, karena aku adalah istrinya." Gracia memegang dadanya yang terasa sesak menahan air matanya yang akan lolos.


Gracia menatap kamar yang tak layak dihuni, kasur lantai yang keras dan lusuh, serta dinding yang sudah dipenuhi dengan jaring laba-laba, serta debu yang bertebaran di mana-mana sampai membuat Gracia terbatuk-batuk.


Gracia mencari sapu dan alat pembersih lainnya untuk membersihkan kamar tersebut.


"Aku nggak boleh ngeluh, aku harus sabar. Mungkin ini adalah cobaan bagiku. Selama ini, aku hidup di penuhi dengan kebahagiaan. Bahkan daddy tak pernah membiarkanku terluka sedikitpun. Tetapi sekarang semuanya telah berubah, Mungkin saat ini adalah masa dimana aku harus di bawah. Aku harus ikhlas menghadapi semua ini, aku yakin suatu saat nanti aku akan menemukan kebahagiaanku lagi," gumam Gracia.

__ADS_1


Gracia membersihkan kamar tersebut hingga jam 01.30 wib. dan semua barang yang ada di tempat tersebut, ia pindahkan ke gudang. Hanya tersisa lemari kayu yang sudah tak layak dipakai dan juga kasur yang lusuh.


"Semuanya sudah beres, ini saatnya aku tidur." Gracia tersenyum, lalu tidur meringkuk di kasur lantai yang sudah ia bersihkan.


Sementara dari kejauhan, Brian memperhatikan kegiatan Gracia dari arah dapur. Brian ke dapur untuk ngambil minum. Namun, Brian menoleh kearah kamar Gracia dan tanpa sengaja melihat Gracia yang sedang beres-beres.


"Aku harap kau segera pergi dari mansion ini, aku sengaja melakukan ini semua agar kau tidak betah. Tetapi aku salah, ternyata hatimu cukup tangguh untuk ku sakiti. Tunggu saja rencana berikutnya! Ini baru permulaan." Brian mengepalkan tangannya karena melihat Gracia yang tidak protes maupun mengeluh. Karena tujuan Brian melakukan itu semua, agar Gracia tidak betah dan mengajukan gugatan cerai untuknya. Namun, yang terjadi malah sebaliknya.


......💋💋💋💋💋......


...TBC...

__ADS_1


__ADS_2