
Saat menuju ruangan Gracia, Brian tidak sengaja berpapasan dengan Ryan dan Rani yang menuju ke ruangan David. Ryan menghentikan langkah Tuan nya itu sekedar bertanya tentang keadaan Gracia juga David.
"Tuan, bagaimana dengan keadaan Nona dan Tuan kecil?" tanya Ryan.
"Aku butuh bicara dengan kalian, ikut aku ke private room sekarang!" ucap Brian tanpa menjawab pertanyaan Asistennya itu.
Brian berjalan mendahului Ryan dan Rani. Pria itu sengaja menyuruh Sekretarisnya untuk datang menemui dirinya di rumah sakit.
Setelah sampai di private room, kini Brian duduk bersebrangan dengan Ryan dan Rani. Pria itu menatap kedua orang tersebut dengan tatapan yang tidak bisa diartikan.
Rumah sakit itu adalah miliknya, hingga ia dengan bebas untuk memberi pengobatan yang terbaik untuk istrinya tersebut.
"Ryan, apakah kau serius akan menikah dengan Rani?" tanya Brian pada asistennya itu.
"Iya, Tuan!" Ryan menoleh, lalu menatap kekasihnya sekaligus asisten Cia itu dengan tatapan penuh cinta.
"Tapi, kalian tidak akan berhenti bekerja 'kan?" tanya Brian. Menatap Ryan juga Rani secara bergantian.
"Kalau aku akan tetap bekerja dengan Anda tuan, tapi kalau Rani entahlah, keputusan ada padanya!" Ryan menatap kekasihnya itu dengan penuh cinta.
"Maaf Tuan, saya harus berhenti dari butik, karena saya ingin menjadi ibu rumah tangga yang seutuhnya, saya harap Tuan mengerti dengan posisi saya!" ucap Rani sambil menundukkan kepalanya.
"Baiklah jika itu keputusanmu! Tapi kau harus mencari penggantimu sebelum kau keluar dari butik istriku," ucap Brian.
"Baik Tuan, terima kasih atas pengertiannya!" Rani menundukkan kepala karena tidak berani menatap suami dari atasannya itu.
"Ya sudah, sekarang kalian boleh pergi, aku mau menemani istriku di ruang ICU," ucap Brian.
"Ryan, kau handle kerjaan ku untuk sementara waktu, kira-kira sampai David diperbolehkan pulang, paling tidak 2 Minggu. Aku takut dia nekat untuk menemui mommynya, aku belum siap memberitahu keadaan Gracia padanya," ucap Brian datar.
"Baik Tuan," ucap Ryan.
"Bagaimana keadaan nona Gracia sekarang Tuan?" tanya Rani. Wanita itu memberanikan diri untuk menatap Brian.
"Masih sama, aku berharap semoga ada keajaiban yang membuat istriku cepat sembuh," ucap Brian datar.
__ADS_1
"Ya sudah, aku mau ke ruangan Gracia dulu! Kalian kembalilah untuk mencari pengganti Rani di butik. Aku nggak mau butik itu hancur, karena butik itu adalah tempat istriku untuk menyalurkan hobinya sebagai seorang Desainer," ucap Brian.
"Selama istriku menghilang 7 tahun kau bisa mengurus butik itu dengan sempurna, sekarang carilah penggantimu yang sama seperti dirimu dalam menghandle pekerjaan! Karena jika istriku sadar, aku nggak mau dia terlalu kelelahan karena mengurus butik," ucap Brian.
"Baik, Tuan!" jawab Rani.
Brian beranjak dari tempat duduknya, ia melangkah keluar dari ruangan tersebut. Sedangkan Ryan dan Rani mengikuti langkah bosnya dari belakang.
...❤️❤️❤️❤️❤️...
Dinda yang begitu sensitif, ia mengira bahwa Anton akan meninggalkan ia sendirian di apartemen itu, karena ia tahu bahwa suaminya tersebut punya mansion mewah.
..."Aku yakin, Mas Anton hanya menjadikanku istri ke dua. Jika aku memanglah istri satu-satunya, tidak mungkin aku di bawa kesini, pasti dia membawaku ke mansion nya bukan ke apartemen ini," Dinda membatin....
Setetes air matanya terjun. Namun, ia langsung menghapusnya. Dinda sadar bahwa dirinya mudah tersinggung sejak hamil.
"Tapi kenapa mommy bisa dan Om bisa ada di KUA? Apakah Dokter sesat itu yang membawanya kesana?" tanya Dinda pada dirinya sendiri.
"Sebaiknya aku tanya padanya saja, aku penasaran, bagaimana mommy, Om dan daddynya Mas Anton ada di sana? Setahuku Om George tidak pernah menyukaiku sejak dulu," gumam Dinda.
Suara pintu di buka, membuat wanita itu mematung menatap orang yang membuka pintu itu dengan membawa nampan yang berisi makanan dan segelas susu.
Dinda merasa tersentuh dengan sikap Anton yang begitu perhatian padanya, meskipun ia tahu bahwa Dokter sesat itu melakukannya karena rasa tanggung jawab pada buah hatinya yang ada dalam kandungan wanita tersebut.
"Ternyata dia keluar hanya untuk mengambil makanan dan minuman untukku, aku berdosa karena berpikiran negatif pada suamiku sendiri," batin Dinda.
Wanita itu menatap suaminya yang datang dan mendekat ke arahnya. Ia melangkah perlahan se akan ragu untuk mendekati wanita tersebut. Namun, Anton tetap melanjutkan langkahnya dan meletakkan makanan dan minuman itu di atas nakas.
"Makanlah! Sejak keluar dari rumah sakit kau belum makan apapun," ucap Anton.
"Aku masih kenyang," jawab Dinda. Ia menahan rasa laparnya karena merasa canggung saat menjadi istri sah dari Dokter sesat itu.
"Jika kau tidak mau makan karena dirimu sendiri, setidaknya pikirkan anak kita, dia butuh gizi dan vitamin. Jangan biarkan dia kekurangan gizi karena ke egoisan mu," ucap Anton dingin.
Deg.
__ADS_1
Dinda merasa bersalah karena yang dikatakan suaminya itu adalah benar adanya. Dinda tidak memikirkan bayi yang ada dalam kandungannya, ia hanya memikirkan gengsinya pada Anton.
Sementara pria itu keluar dari kamarnya, meninggalkan Dinda yang masih mencerna ucapan pria tersebut dengan Dinda yang menatap punggungnya.
Setelah Anton menghilang dibalik pintu, Dinda mengambil makanannya dan melahap semua makanan itu, tak lupa juga susu yang dibawa suaminya, ia meminum susu tersebut hingga tandas.
Setelah itu, Dinda mencoba untuk tidur dan memejamkan mata, meskipun rasa kantuk tak juga menyerangnya. Namun, ia tetap masih terus berusaha untuk mengistirahatkan badannya yang lelah. Setelah Dinda lama membolak-balikkan badan, akhirnya ia tertidur lelap. Anton yang memperhatikan istrinya melalui CCTV langsung kembali ke kamarnya setelah wanita itu tertidur .
Anton membuka pintu kamarnya, lalu ia melihat istrinya yang tertidur. Namun, wanita itu terlihat memiliki banyak beban karena ia tidur meringkuk dengan kedua tangga yang terkatup dan diletakkan di bawah pipinya seakan menjadi bantalan yang sangat nyaman bagi wanita itu.
Anton mendekat, lalu membenarkan posisi tidur istrinya dan menyelimuti tubuh Wanita itu agar tidak kedinginan. Setelah itu, ia tidur di sebelah Dinda dengan tangan yang memeluk istrinya sekedar ingin menyentuh perut rata Dinda yang tertanam benih pria itu di dalam perut wanita itu, entah kenapa? Anton sangat nyaman dengan posisinya.
Pria itu mengelus perut rata Dinda lembut, menyalurkan rasa bahagianya karena akan memiliki anak walaupun tanpa sengaja. Anton tersenyum sambil tidur memeluk wanita itu dengan pelukan hangat.
Sedangkan Dinda semakin nyaman dengan posisi tidurnya saat Anton memeluk tubuh itu. Dinda tidur tanpa menggeliat menikmati pelukan suaminya tanpa sadar, dan pada malam itu mereka malam pertama hanya dengan pelukan saja.
...💋💋💋💋💋...
...TBC...
Thank you atas dukungan kalian semua.
Ada pertanyaan dari Readers.
Q:Thor... kenapa Cia nggak bangun-bangun?
A: Cia nggak bangun karena Readers 'kan yang minta agar Brian dikasih balasan, ya Wes ini balasannya 🤣🤭🙈
Karya Othor tergantung komen kalian alurnya mau dibawa kemana.
Hayo jawab
Mau Happy Ending atau sad Ending? Othor pengen namatin ini dengan episode yang hanya 100an saja.
Thank you 😍
__ADS_1