
Brian sangat bahagia saat bertemu dengan David. Namun, senyuman Brian memudar saat melihat orang yang selama ini ia rindukan berjalan dari arah pintu masuk. Ia melepaskan gendongannya.
"Sayang, kau tunggu asistenmu di sini ya! Jangan kemana-mana!" ucap Brian.
David menganggukkan kepalanya sembari tersenyum pada Brian. Brian pun meninggalkan David dengan tergesa-gesa. Pria itu bersembunyi di balik pilar yang besar yang ada di luar ruangan tersebut.
Sedangkan wanita itu berjalan dengan seorang pria yang sangat dikenalnya. Sahabat baiknya, sekaligus saingannya.
Brian mengepalkan kedua tangannya. Kemarahannya sudah mencapai ubun-ubun, ia ingin segera menghajar pria itu! Brian melangkah untuk menghampiri dua orang tersebut. Namun, langkahnya terhenti saat David memanggil salah satu dari orang yang mendekatinya.
"Mommy...," ucap David.
"Hay sayang," ucap Gracia. Wanita itu mencium kedua pipi David. Sedangkan David memasang wajah cemberut.
"Kenapa Mommy disini? Aku 'kan sudah bilang, David nggak mau di temani Mommy ataupun grandma," David memanyunkan bibirnya.
"Aku bukan mau menemuimu sayang, aku kesini karena di ajak om Anton. Iya 'kan om?" tanya Gracia.
"Iya, om yang mengajak mommy David kesini," ucap Anton.
...❤️❤️❤️❤️❤️...
Flashback on
Saat David berangkat ke mall, Gracia mengayunkan langkahnya menuju ruang keluarga untuk menemui Pradita. Sedangkan Pradita duduk di sofa sambil nonton televisi.
"Mom, kenapa Mommy mengizinkan David pergi sama bik Sumi sih? Bik Sumi pasti nanti kerepotan, David suka bertingkah yang aneh-aneh." Gracia duduk di sebelah Pradita.
"David ngancam mommy, dia bilang 'David nggak akan mau tinggal di mansion ini lagi jika mommy tidak membiarkan David pergi sama bik Sumi.
"Kalau dia sudah begini, pasti dia mau buat yang macem-macem," ucap Gracia.
"Ya udah, susul aja kesana!" ucap Pradita tanpa mengalihkan tatapannya.
"Tetapi, apa ya Mom kira-kira yang mau ku jadikan alasan agar David tidak curiga bahwa aku menyusulnya kesana?" tanya Gracia sambil berpikir sendiri. Wanita itu meletakkan jari telunjuk di depan bibirnya sambil mengerutkan dahinya.
"Kamu ajak Dokter Anton saja! Bukankah kau memang akan pergi dengannya hari ini?" ucap Pradita.
"Iya Mom, tapi sudah dibatalkan." Gracia memutar bola matanya malas.
"Lho, kenapa dibatalkan? Cepat kau telpon Dokter Anton sebelum dia jauh!" ucap Pradita.
"Tapi Mom,"
"Nggak ada tapi-tapian, jika kau ingin menyusul David kau telpon Dokter Anton! Jika tidak, ya udah temani mommy nonton televisi aja! Ribet banget sih." Pradita memutar bola matanya.
__ADS_1
"Iya, iya! Aku telpon sekarang." Gracia mengambil ponselnya dan segera menelpon Dokter Anton.
Setelah sambungan teleponnya di angkat oleh Anton, Anton langsung menyetujui permintaan Gracia untuk kembali lagi ke mansion wanita itu. Anton bahagia karena bisa berjumpa kembali dengan orang yang dicintainya itu.
Sesampainya di mansion, Gracia sudah menunggunya di depan pintu gerbang. Gracia langsung masuk ke mobil pria itu setelah mobil Anton berhenti.
"Dokter kita ke mall X," ucap Gracia dengan wajah yang cemas.
"Kau kenapa? Kenapa wajahmu terlihat gelisah?" ucap Anton setelah Gracia masuk ke dalam mobilnya.
"Aku menghawatirkan David, ia pergi hanya bersama asisten rumah tangga. David tidak mau ku temani. Makanya aku memintamu putar balik," ucap Gracia.
"Memangnya apa yang bisa ku bantu?" tanya Anton.
"David berbeda, jika dia sudah memutuskan untuk pergi sendiri, ia akan marah jika ada orang yang mengikutinya," ucap Gracia.
"Maksudku, kau mengajakku apa gunanya?" tanya Anton.
"Sesampainya disana nanti, kita bilang bahwa kita kebetulan ketemu aja sama David, kita bilang padanya kalau kita juga butuh refreshing, pasti dia nggak bakal curiga," ucap Gracia.
"Baiklah," ucap Anton.
"Nanti kau bilang padanya kalau kita kebetulan saja bertemu David di mall itu, karena aku pengen belanja," ucap Gracia.
"Okay," ucap Anton.
"Enggak apa-apa, aku seneng bisa jalan sama kamu. Kalau sama David belum pernah karena kita tidak pernah berjumpa selain waktu kau melahirkannya," ucap Anton. Sedangkan Gracia tersenyum canggung, ia merasa hutang budi pada Dokter sesat itu.
Pria itu melajukan mobilnya dalam waktu kira-kira 30 menit untuk sampai di mall tempat David bermain. Sesampainya di sana Gracia langsung membuka pintu mobil dan mengayunkan langkahnya menuju pintu masuk dengan Anton yang mengekor di belakangnya.
Flashback Off
...❤️❤️❤️❤️❤️...
"Dok, kau bilang pada putraku ya! Kalau kau yang mengajakku kesini," ucap Gracia
"Okay," ucap Anton.
Gracia langsung menuju tempat mainan anak, dan benar saja David ada di dalam sana. Gracia menghampiri putranya untuk sekedar basa-basi.
"Hay sayang," ucap Gracia. Wanita itu mencium kedua pipi David. Sedangkan David memasang wajah cemberut.
"Kenapa Mommy disini? Aku 'kan sudah bilang, David nggak mau di temani Mommy ataupun grandma," David memanyunkan bibirnya.
"Aku bukan mau menemuimu sayang, aku kesini karena di ajak om Anton. Iya 'kan om?" tanya Gracia mengalihkan tatapannya pada Anton.
__ADS_1
"Iya, om yang mengajak mommy David kesini," ucap Anton.
"Mommy kebiasaan deh! Mommy mau ngintilin David. Aku 'kan sudah bilang, aku ingin bermain sendiri dan belanja mainan di mall ini sendiri, mommy bawel, aku males jalan sama mommy," David cemberut.
"Ya... jangan gitu dong sayang, masak males main sama mommy?" tanya Gracia.
"Males lah, aku pengen pegang yang ini tidak boleh, pegang itu juga nggak boleh. Aku jadi serba salah kalau bareng sama mommy dan grandma," ucap David.
"Maafin mommy jika mommy membuatmu kesel," ucap Gracia tersenyum.
"Iya Mom," bales David.
Sedangkan orang yang sembunyi di balik pintu pilar yang besar itu, ia terkejut karena mengetahui bahwa David adalah putra dari Gracia orang yang dia cintai. Brian sangat murka dan mengepalkan kedua tangannya karena merasa di bohongi sama Anton.
Pria itu juga terkejut saat mendengar percapakan antara David dan Gracia. Dalam benaknya munculah serentetan pertanyaan yang muncul dalam otak Pria itu.
"Apakah David anakku? Tetapi mana mungkin? Saat itu Gracia pergi dari mansion, ia belum hamil," gumam Brian.
"Jadi anak itu nggak mungkin anakku. Tetapi ayahnya mana? Dari kemaren aku nggak lihat anak kecil itu sama ayahnya ," gumam Brian.
"Anak kecil itu nggak mungkin anaknya Anton. Karena jelas-jelas David memanggilnya Om, lalu anak kecil itu, anaknya siapa?" Pertanyaan demi pertanyaan selalu menari-nari dalam otak Brian.
Brian yang penasaran akhirnya memutuskan untuk keluar dari persembunyiannya. Lalu melangkah mendekati Anton, David dan Gracia.
"David anaknya siapa?" ucap Brian.
...💋💋💋💋💋...
...TBC...
Assalamualaikum wr. wb.
Selamat malem semua, Othor update kembali karena kalian selalu nyemangati Othor ❤️
Thank you banget atas dukungan kalian
karena Othor tanpa Readers bukanlah siapa-siapa. 🥰
Jangan lupa jejaknya ya Sayang agar Othor Lebih semangat lagi 🙈
Seklai lagi Othor ucapkan terima kasih sebanyak banyaknya ❤️🥰
Maaf jika banyak Typo
Othor belum cek, soalnya Othor dah ngantuk banget 🙈
__ADS_1