
Kini Gracia dan David sudah tiba di kota tempat kenangan Gracia dan Brian, kota kelahiran Gracia, tempat wanita itu dibesarkan.
"Sayang, kita langsung ke mansion lama mommy ya? Disana grandma sama grandpa sudah menunggu kita," ucap Gracia setelah ia dijemput oleh supirnya di bandara.
"Terserah mommy saja," ucap David.
"Tapi tunggu sebentar dulu, mommy kebelet! Mommy mau ke toilet dulu, kau pergi ke mobil duluan saja! Itu mobilnya," ucap Gracia.
Wanita itu menunjuk mobil putih tak jauh dari jaraknya, kemudian Gracia terburu-buru ke toilet karena sudah tak tahan.
Sedangkan David melangkah menuju mobil yang ditunjukkan mommynya itu. Namun, tiba-tiba saja...
Bruk
Ada seseorang yang tak sengaja menubruk tubuh mungil itu, hingga ia terjatuh. Bocah kecil itu hampir menangis. Namun, saat melihat wajah orang yang menubruk tubuhnya, ia terkejut hingga bocah kecil itu menganga.
"Maaf, kamu nggak apa-apa?" tanya orang itu.
"Daddy," batin David.
"Hey, kenapa melamun?" tanya Brian tersenyum. Pria itu berjongkok, lalu menggendong tubuh mungil itu.
Hati Brian yang biasanya dipenuhi amarah, entah mengapa Brian merasa sangat senang melihat wajah David. Ia menatap David intens, ia seakan melihat bayangan masa kecilnya di wajah polos David.
"Entah kenapa? Wajah anak ini sangat mirip denganku sewaktu kecil dulu." Brian membatin sambil memandang wajah David yang ada di gendongannya.
Sedangkan David menatap wajah daddy nya lekat-lekat, wajah yang ia rindukan yang sama sekali tidak pernah dilihatnya secara langsung, ia hanya bisa memandang fotonya saja ketika bocah kecil itu merindukannya.
David sangat bahagia berada dalam gendongan Brian, dan tanpa sadar tangan mungilnya memeluk Brian, mengalungkan tangannya pada leher pria itu.
"Aku merindukanmu Daddy," ucap David tanpa sadar. Bocah kecil itu menenggelamkan wajahnya pada leher Brian menyalurkan kerinduan yang ia bendung selama di luar negri.
Deg.
Brian terkejut, dan entah perasaan dari mana pria itu merasa bahagia dengan panggilan yang dilontarkan oleh David. Brian membiarkan David memeluknya erat seakan tidak mau melepasnya.
"Kau memanggilku apa tadi?" ucap Brian.
David langsung melepaskan pelukannya, lalu ia menundukkan kepalanya karena ia ingat pesan mommynya bahwa ia tidak boleh mengatakannya pada Brian tentang statusnya.
"Maaf Om, aku merindukan daddyku, jadi tanpa sengaja aku memanggil Om dengan sebutan daddy," David tidak berani memandang Brian lagi karena ia ingat pesan mommynya bahwa Brian punya kebahagiaan lain, dan jika David mengatakan tentang statusnya, maka David akan menjadi penghalang kebahagiaan daddynya itu.
"Nggak apa-apa sayang," ucap Brian.
"Dimana orang tuamu, kenapa kau sendirian disini?" tanya Brian.
__ADS_1
"Mommy lagi ke toilet, aku disuruh menunggunya di mobil," ucap David.
"Dimana mobilmu? Biar Om antar," ucap Brian.
"Di sana Om," tunjuk David ke arah mobilnya yang di parkir.
"Baiklah, Om akan menggendongmu ke sana, sebagai permintaan maaf Om Karena telah membuatmu jatuh," ucap Brian.
David sangat bahagia berada dalam gendongan Brian, ia terus mengembangkan senyumnya sembari menatap wajah tampan Brian.
"Terima kasih Tuhan, karena telah mengabulkan doa David selama ini," batin David.
"Namamu siapa jagoan?" ucap Brian.
"David Maxyko Galaxy,"
Deg.
Brian terkejut. "Coba kau ulangi, siapa namamu Nak?" tanya Brian lembut.
"David Maxyko Galaxy," ulang David.
"Mungkin hanya kebetulan saja nama belakangnya sama! Aku tidak pernah berhubungan dengan siapapun selain dengan Gracia, dan jelas-jelas dulu Gracia tidak hamil, sewaktu ia pergi dari mansion, jadi mana mungkin anak ini adalah anakku. Mungkin nama anak ini hanya kebetulan saja mirip dengan nama belakang keluargaku," batin Brian.
"Kamu tau nggak Nak? Nama belakangmu itu mirip dengan nama belakang Om," ucap Brian.
"Oh benarkah? Memangnya siapa namamu Om?" tanya David dengan wajah polosnya.
"Brian Alaska Galaxy," ucap Brian.
"Nama tengahnya nggak sama Om?" ucap David.
"Iya, nama belakangnya aja yang sama."
"Nama orang tuamu siapa sayang?" tanya Brian. Namun, sebelum David menjawab, Brian sudah dipanggil oleh Ryan.
"Maaf Tuan! Klien kita sedang buru-buru, ia akan segera berangkat ke luar negri setelah meeting dengan Anda," ucap Ryan.
"Baiklah," ucap Brian. Brian mendudukkan bocah kecil itu di belakang.
"Sopirnya mana?" tanya Brian.
David menggelengkan kepalanya petanda tidak tahu. Brian tersenyum lalu mengelus kepala David.
"Ya udah, kamu tunggu mommymu di sini saja ya! Om ada meeting dan harus segera pergi," ucap Brian. David menganggukkan kepalanya sembari tersenyum.
__ADS_1
"Senyuman itu," batin Brian.
"Tuan," panggil Ryan. Brian menoleh lalu menatap Ryan tajam.
"Ya udah, Om pergi dulu. Sampai jumpa," Brian melambaikan tangannya. setelah menutup pintu mobil yang menjemput David.
"Aku merindukanmu Dad, seandainya kau tau kalau aku adalah putramu, apakah kau akan menerimaku Dad? Aku ingin merasakan kasih sayangmu setiap saat, seperti teman-teman David yang lain," gumam David setelah langkah Brian menjauh.
David terus memandang kepergian Brian sampai bayangan itu menghilang, dan tak terasa air mata bocah kecil itu menetes. Namun, dalam sekejap ia menghapusnya karena takut Gracia tahu bahwa ia sempat bertemu dengan daddynya.
"Mommy nggak boleh tau kalau David habis ketemu daddy, mommy pasti akan sedih jika mengetahuinya, aku tau mommy mengizinkanku bertemu daddy karena terpaksa, sebab aku melihat kesedihan di mata mommy," gumam David.
David menerawang, mengingat dimana Pradita neneknya David, ingin membawa bocah itu bertemu dengan Brian. Namun, Gracia marah besar karena Gracia tidak mau sakit hati lagi dengan penolakan pria itu. David tidak sengaja mendengar pertengkaran antara momny dan grandmanya. David begitu terluka saat mengingat ucapan Gracia, bahwa Brian tidak menginginkan mereka berdua.
"Maafkan David mommy, David begitu merindukan daddy meskipun aku tahu bahwa daddy selalu menyakitimu. Apakah David salah mom, jika David menginginkan kebahagiaan yang lengkap seperti teman David yang lain?" batin David.
...❤️❤️❤️❤️❤️...
"David, maaf ya? mommy lama. Mommy sakit perut tadi," ucap Gracia tersenyum.
"Nggak apa-apa mommy," David tersenyum.
"Terima kasih sayang, kau selalu ngertiin mommy," ucap Gracia.
Wanita itu membuka pintu mobilnya, lalu duduk di samping David.
"Lho, sopirnya kemana sayang?" tanya Gracia.
"Nggak tau Mom, dari tadi memang nggak ada disini," ucap David polos.
"Maaf Nyonya, Tuan muda, aku tadi mencari minuman karena haus," ucap pak Joko sambil membuka pintu mobil. Joko langsung duduk di kursi kemudi lalu melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang.
Mobil itu memecah jalanan dengan waktu perkiraan 30 menit untuk sampai di mansion, sesampainya di depan mansion tempat keluarnya Wiratmaja. David langsung turun dari mobil lalu bocah kecil itu lari menuju pintu utama karena ia melihat Ashok dan Pradita menunggu di depan pintu utama.
"Grandpa... grandma... David kangen," ucap David sambil lari menuju tempat Ashok dan Pradita yang sedang menunggunya.
...💋💋💋💋💋...
...TBC...
Assalamualaikum Readers sayang 😍
Othor cerewet sekali ya? di akhir part pasti diceramahin.
Itu semua Othor lakukan untuk menyambut kalian yang ku sayangi 😘 Karena tanpa kalian Othor kehilangan semangat untuk nulis.
__ADS_1
Terima kasih ya! Atas dukungan kalian 😍
Love you Always 😍