
Benarkah yang dikatakan Ryan bahwa aku terlalu dibutakan oleh cintaku, apakah aku terlalu berlebihan? Aku hanya tidak ingin kehilangan Maudy. Aku yakin Maudy pasti berubah dan aku yakin Maudy tulus mencintaiku, tidak seperti apa yang dikatakan Ryan, aku juga yakin Ryan hanya iri karena tidak bisa mendapatkan Maudy karena dulu Maudy lebih memilih aku dari pada dia.
Tok tok tok
Suara ketokan pintu membuyarkan lamunan Brian, ia menatap jam di pergelangan tangannya.
"Masuk!" ucap Brian.
"Selamat siang Honey..., kita jadi kan makan siang di luar?" tanya Maudy tersenyum. Gadis itu melangkahkan kakinya mendekati Brian.
"Hm..." jawab Brian lemas.
"Kamu kenapa Honey? Tidak biasanya kau begini, kau terlihat tidak bersemangat gitu. Kamu sakit? Ya udah ayo! Aku akan mengantarmu ke mansion." Maudy menarik pergelangan tangan Brian.
"Tidak perlu. Kita ke restoran saja." Brian memaksakan senyumnya.
"Owh... ya udah ayo!" ajak Maudy menarik lengan Brian.
Brian mengikuti langkah Maudy dengan langkah gontai, sedangkan dari kejauhan Ryan menatap Brian dan Maudy yang sedang bergandengan tangan, keluar dari ruangan Brian menuju lift.
__ADS_1
Semoga kau segera menyadarinya bahwa Maudy tak sebaik apa yang kau pikirkan Tuan, aku bicara begini bukan karena aku cemburu, tetapi aku ingin kau bahagia bersama orang yang lebih baik dari pada Maudy," batin Ryan.
...❤️❤️❤️❤️❤️...
Di dalam ruangan VIP restoran tersebut, nampak begitu sepi. Hanya ada Brian dan Maudy saja di sana, Brian sengaja memesan ruangan tersebut untuk bicara berdua dengan Maudy tanpa ada orang lain yang mendengarnya.
"Honey, dari tadi kau diam saja. Sebenarnya apa sih yang kau pikirkan?" tanya Maudy menatap Brian bingung karena semenjak tiba di restoran tersebut, Brian tidak mengeluarkan sepatah katapun, ia hanya memandangi makanan yang tersaji di depannya.
"Aku hanya ingin bicara serius padamu. dengarkan aku baik-baik!" ucap Brian menatap Maudy intens.
Maudy tersenyum. "Aku tau apa yang ingin kau bicarakan. Kau pasti ingin melamarku 'kan?" tanya Maudy. Gadis itu tersenyum dengan perasaan bahagia yang membuncah.
Jedduarrr...
Bagai petir yang menyambar tubuh Maudy di siang bolong, gadis itu terkejut hingga tidak bisa mengucapkan kata-kata.
"Maafkan aku! Aku dijodohkan dengannya, dan aku tidak akan dianggap anak oleh kedua orang tuaku jika aku menolak ke inginan mereka. Aku tidak punya pilihan lain selain menerima perjohohan itu." Brian menatap Maudy dengan perasaan ketirnya, ia takut Maudy pergi dari hidupnya jika tau tentang statusnya.
Maudy menatap Brian sendu dengan air mata mengalir yang membanjiri wajahnya. Maudy berdiri hendak pergi dari tempat tersebut. Namun, Brian menahannya dengan memegang pergelangan tangan Maudy. Brian berdiri lalu memeluk Maudy erat.
__ADS_1
"Hiks... hiks... Kau tega mengkhianatiku, aku benci padamu, aku benci. Hiks... hiks...," ucap Maudy terisak. Gadis itu menangis dalam pelukan Brian sambil memukul-mukul dada bidang pria itu.
"Aku mohon dengarkan aku dulu! Aku belum selesai menjelaskan semuanya padamu." Brian memeluk Maudy erat.
"Apa yang ingin kau jelaskan? Bukankah kau sudah menikah? Aku sudah tidak mungkin bisa bersamamu lagi hiks, hiks..." Maudy menangis terisak.
"Dengarkan aku dulu! Aku memang sudah menikah, tetapi bagiku hanya kaulah yang pantas mendampingiku, aku menikah dengannya hanya sementara. Aku dan dia akan bercerai setelah usia pernikahan kita 6 bulan," ucap Brian.
Dan seketika Maudy mendongakkan kepalanya, menatap Brian penuh harap. Maudy melepaskan pelukannya lalu duduk kembali di kursi tersebut. Sedangkan Brian tersenyum karena berhasil membujuk kekasihnya.
"Aku harap kau tidak membohongiku Mas," ucap Maudy. Dia menatap Brian mencari kebohongan di matanya.
...💋💋💋💋💋...
...TBC...
Author Grazy up karena kalian yang selalu menyemangatiku 😍
Sekedar mengingatkan jangan lupa like dan komennya 😂🤭🙈
__ADS_1
Love you My Readers 😍❤️