Cintai Aku Walau Sejenak

Cintai Aku Walau Sejenak
Mulai mencintai


__ADS_3

"Andai kau adalah orang yang ku cintai, mungkin saat ini aku menjadi orang yang paling bahagia di muka bumi ini, tetapi bagiku kau hanyalah penghalang antara aku dengan cintaku," gumam Brian.


Deg.


Gracia yang belum terlelap, ia dapat mendengar gumaman Brian yang membuat hati gadis itu kembali tergores.


Brian memandang wajah teduh Gracia lalu duduk di sisi ranjangnya sembari memainkan ponsel miliknya. Dan beberapa saat kemudian, ia menghubungi Maudy untuk datang ke kantornya, hanya untuk jaga-jaga agar Maudy tidak datang ke mansion tanpa sepengatahuan Brian.


"Honey, siang ini kamu jadi kan ke kantorku?"


"........."


"Okay, aku menunggumu di sana. I Love you." Brian tersenyum lalu menutup panggilannya.


"Sekarang aku aman, nanti siang aku akan mengajaknya jalan. Aku akan menjelaskannya bahwa aku telah menikah sebelum dia tau sendiri dari orang lain," ucap Brian.


Setelah itu, Brian beranjak dan mengambil tasnya meninggalkan kamar untuk pergi ke kantor. Sedangkan Rian menunggunya di depan pintu tersebut.


"Selamat pagi Tuan." Rian menundukkan kepalanya lalu mengambil tas Brian yang dipegangnya.


"Pagi," ucap Brian menyerahkan tas tersebut pada Ryan.


"Ryan, kosongkan jadwalku nanti siang! Aku ingin menemui Maudy untuk menjelaskan semuanya. Aku nggak mau dia semakin terluka jika mengetahui pernikahanku dengan Gracia dari orang lain," ucap Brian. Lalu melangkahkan kakinya meninggalkan kamar tersebut.

__ADS_1


"Baik Tuan," ucap Ryan. Ia mengikuti langkah Brian.


Sedangkan Gracia yang mendengar kan obrolan Brian yang sedang menghubungi kekasihnya tadi, ia meloloskan air matanya karena ia benar-benar merasa menjadi benalu dalam hidup Brian.


"Aku ingin menyerah, tetapi aku nggak sanggup melukai perasaan orang tuaku hiks... hiks..." Gracia sesegukan.


Tok tok tok...


Gracia terkejut lalu dengan segera ia menghapus air matanya agar tidak ada orang yang tau bahwa ia sedang menangis.


"Masuk!" ucap Gracia.


"Pagi Nona," ucap bik Yeti. Lalu bik Yeti meletakkan bubur di nakas sembari tersenyum.


"Pagi Bik. Maaf merepotkan." Gracia tersenyum.


Gracia duduk, lalu mengambil bubur yang di bawa bik Yeti.


"Bagaimana dengan keadaan Nona? Apakah sudah baikan?" tanya bik Yeti.


"Sudah bik. Aku cuma pusing sedikit saja." Gracia memaksakan senyumnya.


"Apa perlu aku menyuapimu Nona?" tanya bik Yeti.

__ADS_1


"Tidak bik, aku masih bisa sendiri, jika bik Yeti masih ada kerjaan, bik Yeti silahkan kerjakan dulu! Aku bisa sendiri bik," ucap Gracia.


"Baik Nona, Nona habiskan buburnya lalu minum obat! Jangan sampai telat! Saya nggak mau tuan Brian marah jika Nona telat minum obat. Beliau menugaskan saya untuk mengawasi Nona, agar Nona tidak telat minum obatnya," ucap bik Yeti.


Seandainya aku tidak mendengarkan ucapannya tadi pagi, mungkin saat ini aku berpikir bahwa mas Brian mulai mencintaiku.


Namun, pada kenyataannya dia sangat mencintai kekasihnya dan menganggapku sebagai penghalang hubungannya dengan orang yang ia cintai. Gracia melamun sambil memegang mangkoknya dan mengaduk-ngaduk bubur tersebut.


"Apakah Nona Cia baik-baik saja?" tanya bik Yeti. Ia melihat Gracia melamun tanpa berniat menyuapkan bubur kedalam mulutnya.


Gracia terkejut. "Eh, maaf Bik. Aku akan memakannya," ucap Gracia. Lalu memakan bubur tersebut hingga tak bersisa.


...💋💋💋💋💋...


...TBC...


Assalamu 'alaikum Readersku sayang...


Maafkan Othor Barbar yang suka telat update 🥰


Soalnya Othor juga punya kegiatan dalam dunia nyata. Dan Othor juga tidak menjadwalkan kapan waktunya update karena Othor menulis hanya sesempatnya saja. 🙈


Jangan lupa like dan komennya Readersku sayang... 🤭

__ADS_1


Othor cerewet dan bawel banget ya? Setiap akhir bab selalu ceramah aja 🤣


Kalian yang sabar ya! Maklum, Othor Barbar Sangat menyayangi Readersnya 🤭🙈


__ADS_2