Cintai Aku Walau Sejenak

Cintai Aku Walau Sejenak
Kembali


__ADS_3

"Sayang, aku berangkat ke kantor dulu ya? Atau sekalian aku mengantarmu ke butik?" tanya Brian.


"Nggak perlu Mas. Aku ke butik nanti setelah makan siang denganmu." Gracia tersenyum.


"Ya udah," Brian mengec*p pipi Gracia lalu beranjak dari tempat duduknya.


"Biar aku yang membawa tas mu Mas." Gracia mengambil tas kantor Brian lalu berjalan menggandeng tangan suaminya.


Sesampainya di depan mansion, Brian mengambil tasnya dari tangan Gracia. Lalu Gracia menyalami suaminya tersebut.


Gracia melambaikan tangannya setelah Brian membuka pintu mobilnya dengan Ryan yang sudah duduk di kursi kemudi.


Brian membalas lambaian tangan Gracia sambil tersenyum menatap istrinya yang begitu ceria.


"Tuan, Maudy sudah kembali ke Indonesia. Apakah Anda ingin menemuinya?" tanya Ryan. Pria itu sekedar memastikan perasaan Brian pada Gracia yang sesungguhnya.


"Dia bukan urusanku lagi. Aku sudah tidak memiliki hubungan dengannya, jadi jangan pernah membahasnya di depanku lagi.


"Maaf Tuan." Ryan tersenyum tipis yang tidak bisa dilihat orang lain. Sedangkan Brian memikirkan cara untuk menghindari mantan kekasihnya itu agar tidak mengganggunya lagi. Karena ia tau bagaimana sifat Maudy, wanita itu pasti akan melakukan cara apapun untuk mendapatkan apa yang dia inginkan.


Tring.......


Bunyi suara ponsel Brian. Pria itu mendapat pesan masuk, dan pria itupun terkejut saat membaca pesan itu.

__ADS_1


Mas, aku ada di ruanganmu, aku menunggumu di sini. Pesan singkat Maudy membuat Brian hawatir jika Gracia tiba-tiba datang. Pria itu takut Gracia salah faham padanya, ia takut Garacia menganggap Brian berbohong jika ketahuan masih ketemu Maudy meskipun hanya sekali.


Setelah beberapa saat, Brian sampai di kantornya. Ia berjalan dengan Ryan yang mengikuti langkahnya.


Brian tidak menjawab ucapan 'Selamat pagi' dari karyawannya. Sedangkan Ryan menjawabnya dengan anggukan kepala.


Setelah sampai di ruangannya Brian langsung disambut oleh Maudy dengan memeluknya erat. "I miss you honey," ucap Maudy.


"Kenapa kau masih datang ke sini? Bukankah hubungan kita sudah berakhir sejak 3 bulan yang lalu?" tanya Brian yang masih mematung tanpa membalas pelukan Maudy.


Maudy melepaskan pelukannya, karena melihat sikap Brian yang berubah. Sikap Brian tidak lagi lembut padanya membuat hati wanita itu sakit.


"Apakah kau sudah tidak mencintaiku lagi Mas?" tanya Maudy. Ia menatap Brian sendu.


Sedangkan Ryan langsung kembali ke ruangannya setelah melihat Brian duduk di kursinya.


"Sebenarnya apa yang kau inginkan? Aku tau kau datang kesini karena punya maksud tertentu," ucap Brian.


"Seburuk itukah pemikiranmu tentang ku Mas?" tanya Maudy.


"Aku bukan berpikiran buruk tentangmu, tetapi aku mengucapkan apa yang kau lakukan selama ini padaku. "


"Kau hanya akan datang padaku di saat lagi butuh, dan jika kau sudah mendapatkan apa yang kau inginkan, maka kau akan pergi begitu saja." Brian menatap Maudy datar.

__ADS_1


Deg


Maudy terkejut dengan ucapan kasar Brian, karena sebelumnya Brian selalu lembut padanya, tidak pernah berkata kasar apalagi sampai membentaknya.


"Secepat itukah kau melupakanku Mas?" ucap Maudy. Air matanya lolos begitu saja saat mendengar ucapan mantan kekasihnya.


"Kau salah Maudy. Aku tidak bisa melupakanmu terlalu lama, hingga aku menyakiti terlalu banyak orang."


"Dulu aku begitu bodoh bisa mencintaimu yang hanya memanfaatkanku saja, dan cintaku begitu buta hingga aku tidak perduli meskipun kau mengkhianatiku," ucap Brian menatap Maudy tajam.


...💋💋💋💋💋...


...**TBC...


JANGAN LUPA JEJAKNYA


LIKE


KOMEN


VOTE


SE IKHLASNYA ❤️

__ADS_1


LOVE YOU READERS SAYANG 😍**


__ADS_2