
Beberapa Minggu kemudian.
Kini hubungan Brian dan Gracia sangat harmonis dengan Brian yang memperlakukan Gracia seperti ratu. Pria itu tidak membiarkan istrinya terluka sedikit pun.
"Sayang, kau mau ikut nganterin David Nggak?" tanya Brian. Pria itu memeluk istrinya dari belakang saat Gracia menyiapkan sarapan untuk dirinya juga David.
Gracia tersenyum lalu menganggukkan kepalanya. Wanita itu tidak mengandalkan pembantu untuk memasak karena Brian sangat menyukai masakannya.
Tidak berselang lama David keluar dari kamarnya lalu duduk di meja makan. Bocah kecil itu sudah siap dengan seragam sekolahnya, ia melirik Brian yang masih betah memeluk mommynya membuat bocah kecil itu memutar bola matanya malas.
"David mau makan apa sayang?" tanya Gracia. Wanita itu menatap putranya yang sedang mengalihkan tatapannya dari Brian. David menoleh mendengar tawaran Gracia, bocah kecil itu tersenyum melihat mommynya.
"David, mau makan ayam goreng aja Mom!" ucap bocah kecil itu polos.
Gracia mengambil makanan untuk putranya tersebut. Lalu, beralih menatap suaminya dengan lembut.
"Kalau daddynya David mau makan apa?" tanya Gracia menatap suaminya dengan senyum manisnya.
"Aku mau makan apapun yang dimakan istriku!" ucap Brian. Pria itu menatap Gracia dengan membalas senyum manis Istrinya, lalu pria itu mengerlingkan sebelah matanya.
"Aku mau disuapi!" ucap Brian. Pria itu menatap Gracia memohon.
"Dasar manja!" ucap David. Bocah kecil itu menatap daddynya dengan memutar bola matanya malas.
"David iri 'kan sama Daddy?" tanya Brian menggoda putranya.
"Ngapain iri, David bisa makan sendiri! Nggak kayak Daddy yang selalu minta disuapi." David menatap Brian dengan wajah malas.
Gracia yang mendengarkan perdebatan antara suami dan putranya hanya bisa menggeleng-gelengkan kepala tanpa berniat ingin menyela.
"Suapi dong sayang...!" ucap Brian manja. Brian menatap istrinya penuh harap.
"Makan sendiri ah Mas!" ucap Garacia. Wanita itu malu saat mendengar ucapan putranya.
"Sayang...!" ucap Brian merengek bagaikan anak kecil yang minta dibelikan permen.
"Akhir-akhir ini kau aneh deh Mas!" ucap Gracia. Wanita itu menatap suaminya penuh tanda tanya karena tidak biasanya Brian bersikap seperti itu.
"Ya udah Dad, sini David suapi," ucap David. Bocah kecil itu menatap Daddynya dengan wajah seriusnya.
__ADS_1
"Ya udah sini!" ucap Brian. Brian tersenyum saat melihat putranya yang melangkah mendekati dirinya. Lalu duduk di samping pria itu sambil membawa piringnya.
"Daddy mau ayam goreng juga? Soalnya David sukanya sama ayam goreng," ucap David.
"Apapun yang kalian makan, daddy pasti suka! Karena daddy hanya pengen disuapi," ucap Brian menatap putra kesayangannya.
"Baiklah Dad! Sekarang buka mulut Daddy selebar-lebarnya!" perintah David.
"A..." Brian melebarkan mulutnya, lalu David mengarahkan sendok yang sudah dipenuhi nasi ke mulut Brian. Namun, saat sendok itu sudah dekat dengan mulut daddynya, David mengalihkan sendok nya tersebut ke mulutnya sendiri," bocah kecil itu tertawa lepas setelah berhasil mengusili daddynya.
"Daviddd...!" teriak Brian. Bocah kecil itu lari mengelilingi meja makan dengan Brian yang mengejarnya.
"Yeyyy... kena!" ucap Brian. Pria itu menangkap tubuh kecil itu. Lalu menggelitiknya sampai David tertawa terbahak-bahak.
"Ha ha ha... ampun, Daddy! Ampun...!" ucap David pada Brian yang terus menggelitiknya. Pria itu menggendong tubuh kecil itu.
"Mas, cepet Makan! Nanti David telat jika diladeni," ucap Gracia.
"Kok jadi David Mom, yang manja 'kan Daddy bukan David!" ucap bocah kecil itu.
"Daddy... stop...! A... ha... ha...!" David terus tertawa karena Brian masih menggelitiknya.
"Mom, daddy itu nyebelin, harusnya Mommy marahi daddy bukan malah menyalahkan David," ucap bocah itu cemberut.
"Iya, iya! Sini lanjutkan makananmu sayang!" ucap Gracia tersenyum.
"Baik Mom!" David kembali untuk mengambil piring yang ia bawa tadi, lalu duduk menjauh dari Brian.
"Kau kenapa?" tanya Brian pada putranya yang menjauh dari dirinya dengan wajah cemberut.
"Aku nggak mau bicara sama Daddy, pokoknya aku ngambek!" ucap David.
"Loh Kok jadi ngambek? Bukankah David yang mulai duluan?" ucap Brian. Pria itu sengaja menggoda putra kesayangannya.
"Terserah," ucap David.
Bocah kecil itu melanjutkan sarapannya dengan kunyahan yang mengesalkan. ia menatap daddynya tajam.
"Ya udah Mom, suapi dong!" Brian melebarkan mulutnya ke arah Gracia. Gracia hanya tersenyum lalu menyuapi Brian dengan senyum lembutnya.
__ADS_1
Sesekali Brian melirik putranya yang masih menatap dirinya aneh, dan hal itu berhasil membuat Brian cukup senang karena berhasil membuat putranya kesal.
Setelah drama di meja makan, kini keluarga kecil itu sudah siap untuk mengantar David terlebih dahulu.
Gracia mengikuti suaminya, setelah mengantar David, wanita itu ikut Brain ke kantornya atas permintaan pria itu
Saat dalam perjalanan ke kantor, Brian melihat istrinya yang terlihat pucat. Gracia terus memijat pelipisnya karena rasa pusing yang dideranya.
"Kamu kenapa sayang?" tanya Brian. Pria itu terlihat begitu khawatir saat melihat istrinya pucat dan terus memijat pelipisnya.
"Aku nggak apa-apa Kok Mas, cuma pusing sedikit aja," ucap Gracia. Wanita itu menyandarkan kepalanya pada kursi mobil.
"Ya udah, kita ke rumah sakit yuk!" ajak Brain hawatir. Pria itu terus memperhatikan Gracia yang pucat dan selalu memijat pelipisnya.
"Nggak usah Mas! Nanti jika udah istirahat pasti akan lebih baik," ucap Gracia.
"Atau kita putar balik? Aku antar kamu ke mansion aja," ucap Brian.
"Nggak usah Mas..., nanti aku tidur di ruangan mu! Di sana kan ada kamarnya juga," ucap Gracia.
"Iya juga sih, tapi aku khawatir sayang! Wajahmu terlihat begitu pucat," ucap Brian.
"Aku cuma butuh istirahat sebentar, mungkin setelah istirahat aku akan baikan," ucap Gracia.
"Ya udah, kalau kayak gitu. Kita langsung ke kantor aja ya?" ucap Brian.
Gracia menganggukkan kepalanya, lalu wanita ituh memejamkan matanya berharap pusing itu segera pergi.
Sesampainya di kantor Brian, Wanita itu ketiduran. Brian tersenyum melihat wajah istrinya yang pucat.
Pria itu memutuskan untuk tidak membangunkan istrinya. Lalu, menggendong tubuh wanita itu ala Bridal Style.
Pria itu menghubungi Ryan untuk membantunya karena ia kesulitan untuk membuka pintu jika tidak ada orang yang membukakan untuknya.
Sesampainya di dalam kantor itu. Semua karyawan melihat keromantisan Brian. Mereka menatap tidak percaya pada seorang CEO yang terkenal ke kejamannya ternyata begitu romantis
Brian terus menggendong tubuh Gracia tanpa memerdulikan karyawan yang melihatnya aneh. Brian menyuruh Ryan untuk memencet angka yang akan membawanya untuk menaiki pintu lift. Setelah liftnya terbuka kembali, ia langsung pergi ke ruang kerjanya. Lalu membaringkan tubuh Gracia pada ranjang yang pintunya tidak telihat oleh orang lain.
...💋💋💋💋💋...
__ADS_1
...TBC...