Cintai Aku Walau Sejenak

Cintai Aku Walau Sejenak
Carilah kebahagiaanmu


__ADS_3

Gracia menuruni tangga satu persatu, suara langkah kakinya membuat Brian menoleh pada gadis itu, saat tatapan Brian tertuju pada Gracia, Brian terpaku melihat istrinya begitu cantik memukau, Gracia mengenakan gaun yang senada dengan Brian, riasan make up yang tipis membuatnya terkesan seperti usia 17 tahunan, meskipun pada kenyataannya usia Gracia 22 tahun. Sedangkan usia Brian 27 tahun membuat pasutri itu terlihat begitu serasi.


Gracia mendekat, gadis itu melangkah menuju suaminya yang masih melamun menatap dirinya.


"Mas," panggil Gracia.


Suara Gracia seketika membuyarkan lamunan Brian, membuat Brian salah tingkah karena ketahuan menatap istrinya begitu intens.


"Istrimu cantik 'kan?" tanya Silvia dari lantai atas. Wanita paruh baya itu tersenyum melihat putranya yang salah tingkah.


"Biasa aja," jawab Brian datar.


"Gengsi jangan digedein! Nanti kalau kehilangan baru tau rasa." Silvia menggoda Brian.


Deg


Brian terkejut dengan ucapan mommynya, benarkah ia akan terluka jika kehilangan Gracia?


"Mommy bicara apasih? Udah ah Brian berangkat dulu. Ayo sayang!" Brian menggenggam tangan Gracia erat.


Gracia tersenyum, lalu mengikuti langkah Brian keluar dari mansion itu menuju parkiran.


"Sayang kau..." Brian menghentikan ucapannya karena kelepasan memanggil Gracia 'sayang' saat tidak ada seorang pun di sekitarnya.

__ADS_1


Gracia tak menanggapi ucapan Brian, karena apapun yang dilakukan Brian, Gracia tau bahwa itu hanyalah sandiwara belaka dan gadis itupun tak mengharapkan lebih.


Gracia membuka pintu belakang mobil Brian. Namun, Brian menutup pintu itu kembali dan membukakan pintu depan untuk Gracia tanpa sepatah katapun. Kemudian Brian memutari mobilnya lalu duduk di kursi kemudi dan melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang.


Suasana hening terjadi beberapa menit dalam mobil itu, baik Brian maupun Gracia tidak ada yang membuka pembicaraan, hingga keduanya terlihat salah tingkah.


"Hm..., Grac...!" Brian memanggil Gracia.


"Iya ada apa Mas?" tanya Gracia tersenyum mencoba menatap Brian meskipun sangat canggung, karena tidak biasanya Brian memanggilnya lembut.


"Maafkan aku!" ucap Brian.


Deg


Gracia terkejut mendengar ucapan Brian, benarkah yang didengarnya bahwa Brian minta maaf. Gadis itu menampar pipinya sendiri.


"Kamu ngapain?" tanya Brian. Pria itu mengerutkan alisnya.


"Nggak ngapa-ngapain Mas. Aku cuma ngetes aja, apakah ini mimpi atau nyata?" ucap Gracia cengengesan.


Brian menggeleng-gelengkan kepalanya melihat tingkah Gracia yang konyol.


"Aku beneran minta maaf karena selama ini terlalu kejam padamu, seandainya kita tak berjodoh, aku ingin kita berpisah tanpa ada kebencian di antara kita." Brian mengucapkannya tanpa menatap Gracia.

__ADS_1


"Kamu jangan salah faham, aku tidak berjanji untuk mencintaimu. Jadi jangan pernah mengharapkanku! Carilah kebahagiaanmu! Aku tidak akan pernah melarangnya. Aku mengucapkan maaf karena selama ini aku melewati batas. Aku melampiaskan kemarahanku padamu walaupun sebenarnya kau adalah korban perjodohan juga. Sekali lagi maafkan aku!" ucap Brian.


"Nggak apa-apa Mas, berarti sekarang kita bisa menjadi teman?" tanya Gracia tersenyum.


"Hm... " jawab Brian datar.


"Terima kasih," ucap Gracia.


"Hm," jawab Brian kembali.


Meskipun hanya menjadi temanmu Mas, aku sudah bersyukur karena memang ini yang ku inginkan, aku tidak mengharapkanmu lebih. Jika kita ditakdirkan untuk berpisah, setidaknya kita tidak saling membenci, batin Gracia. Gadis itu tersenyum menatap suaminya yang sedang mengemudi.


...💋💋💋💋💋...


Assalamualaikum My Readers.


Maafkan Othor ya? Babnya dikit lagi 🙈


Soalnya Othor up malam, jadi Othor pengennya di setor sama NT meskipun dikit, di banding nggak up mending dikit 'kan? 🤭


Insya allah besok Othor banyakin 🙈


Jangan lupa tinggalkan jejak

__ADS_1


Like, komen dan Vote seikhlasnya 🙈


Love you All ❤️


__ADS_2