
"Aku mau mengakhiri hubungan ini," ucap Brian pada Maudy. Mereka makan siang di restoran tempat menghabiskan waktu bersama.
Jedduarrr...
Kini Maudy terkejut mendengar ucapan Brian. Gadis itu bagaikan tersambar petir di siang bolong dan seketika menjatuhkan makanan yang dipegangnya.
"Kenapa?" tanya Maudy dengan mata yang mengembun.
"Hubunganku kita salah, tidak seharusnya aku masih berhubungan denganmu di saat aku sudah memiliki istri," ucap Brian tanpa menatap Maudy.
"Apakah Gracia yang memintamu untuk jauh dariku?" tanya Maudy dengan air mata yang sudah terjun bebas.
"Tidak! Selama ini dia tidak menuntut apapun dariku, dan dia juga tidak pernah menghalangiku untuk mendapatkan apapun yang ku inginkan." Brian mengalihkan tatapannya karena walau bagaimana pun perasaannya untuk Maudy masih tetap ada. Brian tak tega melihat orang yang dicintainya menangis.
"Bukankah kau sendiri yang bilang padaku bahwa kau akan meninggalkan Gracia setelah usia pernikahan kalian berusia 6 bulan?" tanya Maudy.
"Iya, aku memang pernah bilang seperti itu, tetapi aku tak tega melukai Gracia terlalu lama. Percayalah, jika kau memang jodohku kau akan kembali padaku tanpa ada seorang pun yang bisa menghalanginya."
"Namun, jika tidak! Sekeras apapun kita berjuang, kita tidak akan pernah bisa menemukan jalannya, seperti apa yang ku rasakan akhir-akhir ini. Aku pikir mungkin kita bukanlah jodoh, makanya kita tidak bisa bersatu meskipun kita sangat ingin," ucap Brian.
"Tidak! Aku tidak mau mengakhiri hubungan ini. Aku sangat mencintaimu Mas, aku tidak bisa hidup tanpamu." Maudy menangis terisak.
"Maafkan aku! Aku tidak bisa menyakiti terlalu banyak orang. Mulai dari kedua sahabatku, orang tuaku dan istriku sendiri. Aku tidak bisa menyakiti mereka semua."
__ADS_1
"Aku mohon maafkan aku! Mulailah hidupmu dari awal lagi, dan kita masih bisa berteman." Brian tersenyum menghapus air mata Maudy.
"Tapi aku hanya menginginkanmu honey. Aku mohon jangan tinggalkan aku...!" Maudy menggenggam tangan Brian yang menempel dipipinya, gadis itu menangis sampai sesegukan.
"Kau jangan begini! Aku yakin kau pasti bisa menemukan orang yang lebih baik dariku! Terimalah kenyataan bahwa kita tidak berjodoh." Brian melepaskan tangannya dari wajah Maudy.
Di restoran itu cuma ada Maudy dan Brian, tempat itu sengaja dipesan oleh Brian agar masalah mereka tidak menjadi tontonan banyak orang.
"Honey, apakah kau yakin dengan keputusanmu?" tanya Maudy menatap Brian sendu.
"Apakah aku pernah bercanda denganmu?" tanya Brian.
"Tapi aku nggak mau kehilanganmu. Aku hanya ingin bersamamu, hiks... hiks..." Isak tangis Maudy mengiris hati Brian.
"Kau hanya belum terbiasa, buktinya selama di Paris kau baik-baik saja dan memiliki kekasih lain di belakangku," ucap Brian.
"Jadi kau tau tentang penghianatanku? Lalu kenapa kau diam saja jika kau sudah tau semuanya?" tanya Maudy.
"Iya, aku tau. Namun, aku tidak peduli tentang itu karena aku terlalu mencintaimu." Brian menatap Maudy sembari tersenyum.
"Jika kau memang mencintaiku, terus kenapa sekarang kau memutuskan untuk meninggalkanku?" tanya Maudy.
"Aku sudah bilang padamu bahwa aku tidak ingin menyakiti hati banyak orang," ucap Brian.
__ADS_1
"Terus bagaimana dengan hatiku?" tanya Maudy.
"Aku tidak tau. Entah kau mencintaiku tulus atau tidak? Yang aku tau selama ini bahwa aku sangat mencintaimu, sangat sangat mencintaimu. Hingga aku tidak perduli kau mencintaiku atau tidak? Yang penting kau tetap menjadi milikku."
"Namun, sekarang aku sadar bahwa mungkin inilah jalan untuk menuju cintaku yang sesungguhnya," ucap Brian.
"Maksudmu apa Mas?" tanya Maudy.
"Aku mencoba untuk memilikimu dengan berbagai cara. Namun, ada saja rintangan yang menghalangi."
"Aku mengambil kesimpulan bahwa yang akan menjadi pelabuhan cintaku yang terakhir bukanlah kamu tetapi istriku Gracia." Brian menatap Maudy dengan sendu.
"Meskipun aku belum mencintainya, tetapi aku sangat yakin dengan keyakinanku." Brian menundukkan kepalanya karena tidak tega menyakiti orang yang dicintainya.
......πππππ......
...TBC...
Othor Barbar nyapa kalian lagi π€
Jika ada yang kesel Kalian bebas lempar Brian pake sapu atau sandal.
Asalkan jangan Othor yang ditimpukπ€π
__ADS_1
Update sore ya guys, entah reviewnya berhasil kapan? Semoga secepatnya π
Jangan lupa like and komennya π