Cintai Aku Walau Sejenak

Cintai Aku Walau Sejenak
Extra part 2


__ADS_3

"Kalau mau cium Dinda, bilang dulu dong Mas! Jangan mengagetkan seperti itu," ucap Dinda cemberut.


"Katanya kau ingin tahu gimana cara mengobati rindu anak kita padaku," ucap Anton tersenyum simpul.


"Emang apa hubungannya rindu dengan ciuman?" tanya Dinda polos.


"Nanti kau akan tahu sendiri jawabannya," ucap Anton melanjutkan ciuman panas itu.


"Kau sangat menyebalkan!" ucap Dinda setelah Anton melepaskan ciumannya.


Anton terus menciumi Dinda hingga bibir wanita itu bengkak, ciuman itu makin turun pindah pada bagian leher, Anton memberikan tanda merah di leher jenjang tersebut.


Belum puas dilehernya, Anton menatap sesuatu yang menjadi candunya. Ia menatap dua pegunungan yang menjadi favoritnya itu, lalu bermain-main disana membuat Dinda meracau tidak jelas.


(Sebelum otak Othor makin oleng kalian Lanjut sendiri bayangannya seperti apa? 🤣🤣🤣)


Anton melanjutkan kegiatan panas itu dengan penuh kelembutan, membuat Dinda sangat menikmati buaian pria itu.


Setelah lama mereka bermain, akhirnya Anton semakin cepat melanjutkan aksinya yang membuat Dinda semakin m'ndes'h tak karuan, dan akhirnya mereka sama-sama merasakan nikmat dunia yang tiada bandingnya.


"Terima kasih, Sayang!" ucap Anton, lalu menjatuhkan tubuhnya di samping Dinda.


Setelah itu, Anton mengelus perut buncit istrinya dan memeluk tubuh polos itu dengan erat. 


"Kanda, kamu nggak mau lihat wajahmu yang imut?" tanya Dinda.


"Nggak!" jawab Anton seraya memejamkan matanya.


"Mas, kamu cantik banget sih, yakin nggak mau lihat wajahmu yang imut," bujuk Dinda.


Dinda melepaskan pelukannya dari Anton, lalu mengambil kaca kecil untuk memperlihatkan karyanya pada pria itu.


"Dinda…" teriak Anton setelah melihat wajah anehnya.


"Iya Kanda! Manggilnya jangan keras-keras! Nanti aku budek karena teriakan Kanda," ucap Dinda seraya menutupi kedua telinganya.


"Cepat bersihkan wajahku!" hardik Anton.


"Iya Kanda, iya!" ucap Dinda seraya beranjak kembali mengambil alat pembersih muka.

__ADS_1


"Kanda, sebelum kubersihkan wajah Kanda, kita selfi bareng dulu yuk!" ajak Dinda tersenyum imut.


"Cepat bersihkan!" hardik Anton.


"Ih, Kanda menyebalkan, awas aja kalau sampai anak kita ileran! Pasti ini semua karena Kanda pelit!" gerutu Dinda.


"Ya sudah ambil ponselnya sana!" ucap Anton pasrah setelah mendengar acaman Dinda.


Dinda sangat merasa senang karena Anton menuruti keinginannya. Ia pun berselfi ria dengan wajah Anton yang memerah karena menahan kekesalan.


...❤️❤️❤️❤️❤️...


Kini usia kandungan Gracia maupun Dinda sudah 9 bulan, Gracia kehabisan darah dan membutuhkan donor. Wanita itu pendarahan hingga diharuskan operasi caesar. 


Akan tetapi Gracia beruntung karena ada yang baik hati telah mendonorkan darahnya untuk wanita itu. Setelah Gracia sadar ia melihat Brian menggendong anaknya di sofa ruangan itu, ia tersenyum melihat pemandangan yang begitu indah dalam pandangannya.


Brian yang melihat istrinya kini telah sadar kembali, ia beranjak lalu menyerahkan jagoan kecilnya pada Garacia.


"Namanya siapa Mas?" tanya Gracia tersenyum.


"Devano Brian Galaxy," ucap Brian membalas senyuman istrinya.


"Terima kasih, sayang!" ucap Brian lalu mencium kening wanita itu.


"Terima kasih, Sus!" ucap Brian. 


"Sama-sama, Tuan! Kalau begitu aku pamit dulu!" ucap suster tadi.


Brian mengangguk, lalu suster itu keluar dari ruang rawat Gracia dan Brian pun menyerahkan amplop yang diberikan suster tadi.


"Maafin aku Grac, selama ini aku egois. Aku sadar dengan apa yang ku perbuat selama ini adalah kesalahan, sekarang aku sudah menemukan kebahagiaanku, aku janji tidak akan mengganggu kalian lagi. Sampaikan salam maafku pada Brian dan Anton karena selama ini aku mengganggu ketenangan hidup mereka. Mendonorkan darah untukmu memang tidak akan bisa menebus kesalahanku, tapi dengan menjauh dari kalian, mungkin kalian akan merasa damai. Aku harap kita masih bisa berteman walaupun di antara kita pernah saling menyakiti," isi pesan dari Maudy.


"Kenapa sayang?" tanya Brian saat melihat perubahan raut wajah istrinya.


"Baca Mas!" Gracia menyerahkan surat itu, lalu mengambil alih anaknya dari Brian, meskipun ia sulit bergerak karena operasi, tetapi Brian meletakkan bayi mungil itu di samping Gracia.


Brian membaca surat tersebut, lalu menutup kembali setelah membacanya, "syukurlah dia sadar," ucap Brian.


......❤️❤️❤️❤️❤️......

__ADS_1


Di tempat lain, Dinda juga sudah menjalani operasi, karena mengandung anak kembar, ia takut untuk melahirkan secara normal.


"Kanda, siapa nama anak-anak kita?" tanya Dinda tersenyum menatap suaminya. Anton meletakkan bayinya di sisi kanan kiri Dinda.


"Kakak, namanya 'Freya Reyes Cassilas'," Anton menatap putrinya yang lebih tua beberapa detik.


"Kalau adik, namanya 'Iraya Rayes Cassilas'," Anton mengelus pipi putri yang satunya lagi.


"Nama-nama yang indah," ucap Dinda.


"Terima kasih, karena kau dan anak-anak telah melengkapi hidupku," ucap Anton, lalu mengecup kening istrinya.


"Aku sangat bersyukur memilikimu, Mas! Aku sempat putus asa untuk mengejar cintamu. Namun, takdir menunjukkan jalannya untuk mendapatkan apa yang ku mau." Dinda tersenyum dengan mata yang mengembun karena terharu.


Anton yang mengingat perjuangan istrinya untuk mendapatkan pria itu, ia langsung mendekap kepala istrinya.


"I love you Forever My Wife," ucap Anton lembut.


"I love you too My Husband." Tubuh Dinda sampai terguncang karena sesegukan. Dinda terharu mendengar ungkapan perasaan pria itu, meskipun ia sudah mendengarnya berkali-kali.


......❤️❤️❤️❤️❤️......


Assalamualaikum Readersku Sayang...


Masih kurang belom?


Kalau kurang lanjut yuk


Ke karya Othor yang baru


'Pemikat Hati Sang Cassanova'


Maaf judulnya diubah berkali-kali, karena saran dari temanku berbeda-beda 🤭


Insya Allah nggak akan ubah judul lagi Karena sudah siap meluncur Besok 🤣🤭🙈



Di tunggu besok kehadirannya ya Guys

__ADS_1


Ramaikan karya Othor biar semangat


Thank you 😍🥰😘


__ADS_2