Cintai Aku Walau Sejenak

Cintai Aku Walau Sejenak
Kita kumpul bersama S2


__ADS_3

Anton kini duduk di kursi kebesarannya dengan George yang duduk di seberang pria itu. Anton menyelesaikan kerjaan yang menumpuk karena ia ingin membangun rumah sakit agar kuliahnya tidak sia-sia, dan menjadi dokter memang impiannya sejak kecil.


George menatap putranya yang masih sibuk mengetik, "apa kau yakin akan membangun sebuah rumah sakit di sini?" tanya George dengan wajah datar.


"Yakin, Dad! Karena itu adalah impianku. Aku akan tetap memantau kantor ini sambil bekerja di rumah sakit. Aku janji tidak akan membuat Kantor ini bangkrut. Kita pasrahkan semuanya pada Leo, aku mengenalnya sejak kecil, jadi tidak mungkin dia berkhianat pada keluarga kita! Aku juga sudah menyelidiki orang yang terdekat dengan kita, dan buktinya hanya mengarah pada seseorang." ucap Anton yang masih fokus dengan laptopnya.


"Bagaimana dengan hasil penyelidikanmu? Apakah kau menemukan titik terang dari dalang kecelakaan Itu," ucap George.


"Aku tidak tahu harus bilang apa Dad, semua bukti mengarah pada sekretaris Daddy, Om Harman!" ucap Anton. Pria itu menghentikan pekerjaannya dan menatap daddynya dengan tatapan yang serius.


"Kau cari bukti yang lebih akurat lagi, aku tidak mau kita sampai salah orang," ucap George membalas tatapan putranya.


"Daddy mau bukti apalagi? Semuanya sudah sangat jelas, aku tahu Daddy sudah sangat nyaman bekerja dengannya, tetapi lihatlah apa yang dia lakukan dibelakang kita!" ucap Anton sambil memberikan bukti yang ia dapatkan.


"Aku hanya ingin memastikan satu kali lagi, apakah benar dia dalang dari semuanya atau bukan?" George menatap Anton dengan senyum tipis.


"Caranya?" tanya Anton dengan wajah bingung.


"Bawalah istrimu ke mansion!" ucap George.


"Apa maksud Daddy? Aku tidak mau menjadikan istriku sebagai umpan, apalagi Adin sedang hamil! Aku tidak mau membahayakan anakku Dad!" Anton menatap George tajam.


"Kita tidak punya pilihan lain, kita per ketat penjagaan untuk istrimu secara diam-diam. Kita bisa menambah bodyguard dengan menyamar sebagai tukang kebun dan lainnya," ucap George.

__ADS_1


"Baiklah, terserah Daddy! Tapi aku tidak mau jika sampai istriku lecet apalagi terluka," ucap Anton.


"Ternyata kau begitu posesif, aku pikir kau tidak mencintai istrimu. Ternyata daddy salah, saking cintanya kau sampai mengancam Daddy!" ucap George menaikkan sebelah alisnya.


"Bukan ngancam Dad, aku hanya tidak ingin terjadi apapun pada kandungan Adin," ucap Anton.


"Terserah kau saja! Tapi ajaklah istrimu ke mansion untuk membuktikan apakah benar Herman dalangnya atau bukan. Daddy pergi dulu! Kau tidak perlu khawatir karena Dinda akan baik-baik saja," ucap George.


"Baiklah, Dad!" Akhirnya Anton menyetujui rencana daddynya untuk membuktikan semuanya, sedangkan George meninggalkan ruangan Anton setelah menyusun rencana dengan putranya itu.


...❤️❤️❤️❤️❤️...


15 hari berlalu sejak kejadian itu, David sudah diperbolehkan pulang dengan tangan yang masih butuh penyangga, sedangkan Gracia masih harus dirawat satu Minggu lagi. Namun, ia memaksa untuk ikut pulang juga bersama putranya dan Brian tidak bisa menolak permintaan istrinya itu. Ia menyiapkan suster untuk menjaga Gracia selama wanita itu belum sembuh total.


David yang diperbolehkan pulang kini menemui Gracia di ruang rawatnya, ia sangat bahagia karena ia baru pertama kalinya bertemu dengan Gracia setelah kecelakaan itu.


David melangkah mendekati Gracia, lalu memeluk Gracia dengan sebelah tangannya, ia menangis dengan tangisan sedih sekaligus bahagia. Sedih karena melihat Gracia kepalanya penuh dengan perban, dan bahagia karena bisa bertemu dengan mommynya setelah 15 hari ia menunggu menahan kerinduan pada sang mommy. David memeluk Gracia sambil berdiri dengan posisi menenggelamkan wajahnya pada perut Gracia.


David berdiri di samping Gracia, lalu menatap mommynya itu dengan tatapan sedih.


"Maafin David Mom," ucap David dengan air mata yang masih mengalir deras.


"Kenapa David minta maaf sayang, seharusnya mommy yang minta maaf sama David karena mommy nggak pernah menemani David di saat David sakit." Gracia membelai rambut David.

__ADS_1


"Seandainya David nggak maksa mommy, mungkin kita tidak akan begini, semua ini karena David Mon," ucap bocah itu menyalahkan dirinya.


"Hey, jangan pernah nyalahin diri David sendiri, kita kecelakaan karena memang sudah takdir sayang." Gracia mengusap pipi David.


"Sudah lupakan, jangan diingat lagi, kita pulang sekarang dan kita akan kumpul bersama lagi," ucap Gracia.


David menganggukkan kepala, lalu kembali memeluk Gracia dengan sebelah tangannya.


"Daddy mana sayang?" tanya Gracia tersenyum.


"Daddy lagi ke ruangan Dokter Mom, tadi Daddy mengantar David ke sini sampai di depan pintu ruangan Mommy, katanya Daddy mau mengurus kepulangan kita, sedangkan grandpa Ashok dan grandma Pradita masih mengantarkan barang-barang David ke Mobil. Kalau grandpa Aaron dan grandma Silvia pulang duluan untuk menyambut kedatangan kita Mom," ucap David panjang lebar.


"Anak mommy pintar banget sih," ucap Gracia tersenyum gemes sambil mencubit pipi putranya itu.


"Iya dong, 'kan anaknya daddy sama Mommy," ucap David bangga, sedangkan Gracia hanya tersenyum lembut menatap putranya yang begitu cerdas.


...💋💋💋💋💋...


...TBC...


Assalamualaikum Readersku sayang 🥰


Jangan lupa like, komen and vote jika berkenan

__ADS_1


Thank you 😍🥰😘


Terima kasih atas dukungan kalian sampai saat ini, tanpa kalian Othor kesepian ❤️


__ADS_2