Cintai Aku Walau Sejenak

Cintai Aku Walau Sejenak
Terkejut


__ADS_3

"Secepat itukah kau melupakanku Mas?" ucap Maudy. Air matanya lolos begitu saja saat mendengar ucapan mantan kekasihnya itu.


"Kau salah Maudy. Aku tidak bisa melupakanmu terlalu lama, hingga aku menyakiti terlalu banyak orang."


"Dulu aku begitu bodoh bisa mencintaimu yang hanya memanfaatkanku saja, dan cintaku begitu buta hingga aku tidak perduli meskipun kau mengkhianatiku," ucap Brian menatap Maudy tajam.


"Sekarang pergilah dari ruanganku!" usir Brian.


"Aku mohon, biarkan aku makan siang denganmu untuk yang terakhir kalinya. Setelah ini aku janji akan pergi dari hidupmu, aku akan kembali ke Paris dan tidak akan menampakkan wajahku lagi di depanmu Mas. hiks, hiks...," Maudy menundukkan kepalanya sambil terisak.


"Aku tidak bisa. Siang ini aku akan makan siang dengan istriku," ucap Brian.


"Aku mohon Mas, sekali ini saja. Aku janji aku akan pergi," ucap Maudy sesegukan.


"Baiklah, aku akan membatalkan makan siangku dengan Garacia." Brian mengambil ponselnya untuk menghubungu Gracia. Namun, istrinya itu tidak mengangkatnya.


"Jam makan siang masih lama, kita bisa ketemu nanti di restoran sebrang kantor ini, kau bisa pergi dulu! Aku banyak pekerjaan yang harus ku selesaikan, jadi aku nggak bisa pergi terlalu lama," ucap Brian.


"Nggak apa-apa Mas, aku akan menunggumu di sini." Maudy tersenyum. Sedangkan Brian mengabaikan keberadaan wanita itu.


Maudy tidur di sofa ruangan Brian, dan saat tiba waktunya makan siang, Brian membangunkan wanita itu untuk menepati janjinya.


"Maudy, bangun!" Brian menepuk-nepuk pipi Maudy. Maudy bangun dengan wajah yang pucat.


"Kau sakit?" tanya Brian.


"Enggak apa-apa kok Mas?" Maudy tersenyum.


"Jika kau sakit, aku akan menyuruh Ryan untuk mengantarmu." Brian terlihat khawatir, meskipun tidak ada cinta lagi untuk Maudy, tetapi walau bagaimana pun wanita itu pernah menjadi bagian dalam hidupnya.


"Aku nggak apa-apa, ayo kita langsung ke restoran saja!" ajak Maudy.

__ADS_1


Brian hanya menganggukkan kepalanya. Lalu melangkah mendahului Maudy. Sedangkan Maudy tersenyum karena berhasil membujuk pria itu meskipun sulit.


Setelah sampai di restoran ia beberapa kali mencoba menghubungi istrinya. Namun, tetap saja ponselnya tidak juga diangkat, dan akhirnya Brian memutuskan untuk mengirimi Gracia pesan agar istrinya itu tidak khawatir jika tidak berjumpa dengannya di kantor.


Semoga saja Gracia tidak jadi datang ke kantor ini, batin Brian.


"Mas, kenapa Mas Brian melamun?" tanya Maudy.


"Tidak apa-apa." Brian menatap Maudy datar. Lalu melanjutkan makan siangnya.


...❤️❤️❤️❤️❤️...


Gracia sudah menyiapkan makan siangnya dengan Brian, ia berangkat ke kantor Brian penuh senyum dan semangat.


Kini Gracia sudah sampai di kantor Brian dan langsung masuk keruangan suaminya tanpa mengetok pintu seperti biasanya. Namun, ternyata ruangan suaminya kosong dan membuat Gracia mengerutkan keningnya.


"Mas Brian kemana? Bukankah kita sudah janjian tadi pagi?" gumam Gracia.


Gracia duduk di sofa ruangan Brian, dan gadis itupun membuka ponselnya. Gracia sangat terkejut saat melihat panggilan dari suaminya hampir 100 kali dari tadi pagi.


Gracia membuka pesan masuk dari suaminya itu, lalu Gracia kecewa setelah membacanya.


Sayang, kita makan siang lain kali aja ya! Karena hari ini aku ada rapat penting, jadi siang ini aku tidak bisa makan siang denganmu, karena aku udah makan siang dengan klien di restoran. Isi pesan Brian.


"Huh, ternyata Mas Brian ada rapat penting dan makan siang di luar, ya udah aku bawa balik makanan ini lagi aja."


Gracia melangkah keluar dari ruangan Brian. Namun, gadis itu heran saat melihat Ryan sekretaris suaminya itu berada di kantor tidak meting bersama Brian.


"Ryan tunggu!" cegah Garacia.


Ryan menghentikan langkahnya lalu berbalik menatap Gracia yang melangkah mendekatinya.

__ADS_1


"Ryan, kamu nggak meting siang ini?" tanya Gracia tersenyum.


"Meting?" tanya Ryan.


"Enggak Nona. Siang ini aku dan tuan Brian nggak punya jadwal meeting," jawab Ryan datar.


Deg


"Kenapa Mas Brian membohongiku, apakah ada yang ia sembunyikan? Jika dia beneran meting, dia pasti akan meting dengan Ryan yang selalu mengikutinya. Lalu kenapa sekarang tidak?" batin Gracia.


"Nona," panggil Ryan.


Gracia terkejut dengan panggilan Ryan karena ia sedang melamun memikirkan suaminya yang entah kemana.


"Eh, ia Ryan. Maaf aku jadi melamun," ucap Gracia. Ryan tersenyum melihat tingkah istri bosnya itu.


"Ryan, apakah kau sudah makan siang?" tanya Gracia.


"Sudah Nona, ini baru saja aku dari luar," ucap Ryan tersenyum.


"Ya udah kalau begitu aku pamit pulang dulu." Gracia tersenyum kaku, lalu berbalik dan melangkah menuju lift. Sedangkan Ryan hanya menatap Gracia heran dan pria itupun melanjutkan langkahnya menuju ruangannya.


Gracia kini sudah berada di gerbang kantor suaminya untuk menunggu taxi online yang dipesannya, gadis itu memutuskan untuk menunggu taxinya di restoran yang ada di seberang kantor.


Namun, setelah Gracia berada di restoran itu, ia begitu terkejut saat melihat suaminya bersama orang yang di kenalnya duduk di restoran itu dan makan siang bersama.


...💋💋💋💋💋...


...TBC...


Assalamu'alaikum Readers. Selamat Pagi...🤭Jangan lupa jejaknya ya! Like, komen & vote Se ikhlasnya 😘

__ADS_1


Love you All ❤️


Selamat beraktivitas 🥰


__ADS_2