Cintai Aku Walau Sejenak

Cintai Aku Walau Sejenak
Bukti kebenaran S2


__ADS_3

Sedangkan di tempat lain, seseorang sedang bolak balik ke kamar mandi karena mual yang tidak dapat ditahannya.


"Uwek... uwek... uwek..."


Dinda terus memuntahkan isi perutnya seusai makan malam, dan hal itu berhasil membuat Lestari ibunya Dinda curiga bahwa putrinya itu sedang tidak baik-baik saja.


Lestari mengikuti Dinda dan memijat tengkuknya. Wanita paruh baya itu curiga pada putrinya bahwa putrinya sedang hamil, karena ia seorang dokter, ia sangat tahu bedanya orang hamil dan sakit mag.


"Katakan yang sebenarnya pada Mommy Din, apa yang sebenarnya terjadi?" tanya Lestari tanpa basa basi.


"Aku hanya mag Mom," ucap Dinda.


"Uwek... uwek... uwek..."


"Kau tidak bisa membohongi Mommy, apakah kau lupa bahwa Mommy adalah Dokter specialis kandungan?" tanya Lestari menatap Dinda dengan wajah datar.


Wanita paruh baya itu sangat sedih melihat putrinya yang terlihat seperti orang hamil, meskipun Lestari belum mengetahui bahwa Dinda sedang hamil, tetapi Lestari sangat yakin bahwa putrinya itu sedang dalam keadaan mengandung.


Dinda beranjak dari kamar mandi yang di ikuti Lestari di belakangnya. Wanita paruh baya itu menyelimuti putrinya setelah Dinda tiduran di ranjang.


"Siapa ayah dari bayi itu?" tanya Lestari. Wanita paruh baya itu menyembunyikan kesedihannya dari Dinda dengan bersikap datar tanpa ekspresi.


Deg.


Dinda tidak dapat mengucapkan sepatah katapun, percuma dia bohong karena pada akhirnya Lestari pasti akan mengetahui semuanya.


"Maafkan Dinda Mom, tapi Dinda nggak bisa ngasih tau Mommy karena Dinda hamil akibat kebodohan Dinda. Bukan salah dia Dinda kayak gini, tetapi Dinda kayak gini karena cinta Dinda yang begitu buta. Dinda akan menanggungnya sendiri! Dinda nggak mau mempermalukan diri Dinda jika sampai dia tidak mengakuinya karena dia melakukannya dalam keadaan mabuk, sedangkan Dinda melakukannya dengan penuh kesadaran," Dinda menjatuhkan air matanya tanpa bisa dicegah.

__ADS_1


"Tapi anakmu butuh ayah Din! Cukup kamu yang selama ini tidak memiliki ayah! Apa yang kau rasakan selama ini tanpa sosok seorang ayah? Tidak enak 'kan? Begitu pun dengan anakmu, dia akan merasakan hal yang sama dengan apa yang kau rasakan selama ini, bahkan dia akan lebih menderita dari pada kamu, karena dia pasti akan dihina orang dengan mengatakan bahwa dia anak haram." Lestari menatap Dinda yang masih memejamkan matanya karena rasa mual dan pusing yang dialaminya.


Dinda hanya bisa menangis mendengar ucapan Lestari, ia bingung haruskah ia minta pertanggung jawaban pada Anton? Sedangkan Dinda sangat tahu bahwa Anton tidak akan mengakui anak itu.


Kamu dan anakmu akan memiliki nasib yang sama jika kau tidak minta pertanggung jawaban pada ayah bayi itu. Hanya bedanya ayahmu meninggal sedangkan ayah dari anakmu..." Lestari menghentikan ucapannya. Wanita paruh baya itu menatap Dinda penuh dengan kekecewaan.


"Apa yang harus Dinda lakukan Mom? Dia tidak mencintai Dinda, dia sudah memiliki tunangan dan mungkin sekarang dia sudah menikah. Apakah aku harus merusak kebahagiaan orang lain karena ke bodohanku?" teriak Dinda.


Deg.


Jantung Lestari seakan berhenti berdetak mendengar ucapan putrinya, ia tidak tahu apa yang akan dia lakukan untuk kebahagiaan putrinya itu


Sedangkan Dinda tidak pernah mendengar kabar tentang Anton bahwa pria itu tidak jadi menikah dengan Gracia. Ia juga tidak mau tau apapun tentang Dokter sesat itu.


"Baiklah jika itu keputusanmu! Tapi kau harus menikah dengan orang lain jika ayah dari bayi itu tidak bisa bertanggung jawab," ucap Lestari.


"Tidak perlu, kau tidak perlu pergi dari mansion ini, mommy menyuruhmu menikah agar anak itu punya status, bukan karena mommy takut menanggung malu, lagi pula mommy sudah cukup kuat untuk dihina orang," ucap Lestari.


Dinda menundukkan kepalanya sambil menangis terisak membayangkan status anaknya yang akan lahir tanpa ayah. Namun, ia tidak memiliki keberdayaan untuk membawa Anton ke sisinya, karena ia sangat tahu bahwa Anton tidak memiliki ketertarikan padanya sama sekali.


...❤️❤️❤️❤️❤️...


"Arggghhhh..."


"Kenapa semua pikiranku sekarang tentang Dinda? Rasa bersalahku akan tetap berlanjut jika kayak gini terus, tapi apa yang harus kulakukan, sedangkan aku sudah terikat janji dengan daddy," teriak Anton.


"Tidak! Aku tidak boleh diam saja, aku harus mencari tau kebenarannya tentang mommy dan tante Lestari." Anton keluar dari mansion nya.

__ADS_1


Pria itu menuju rumah sakit tempat ia dilahirkan, ia mencari tahu tentang kecelakaan yang menimpa mommynya dan yang mengharuskan ia dilahirkan secara prematur.


"Selamat siang Dok!" ucap Anton mendatangi kepala rumah sakit untuk meminta keterangan tentang kejadian 35 tahun yang lalu.


Anton duduk bersebrangan dengan kepala rumah sakit tersebut dan meminta file juga Flashdisk tentang mommynya tanpa basa basi. Namun, sang Dokter seakan ragu untuk memberikan informasi tersebut.


Dokter itu tidak langsung memberikan informasi yang dibutuhkan oleh Anton. Namun, karena mengetahui bahwa Anton berasal dari keluarga Cassilas Dokter itu memberikan data-data tersebut untuk Anton meskipun awalnya kesulitan karena data itu sudah terlalu lama.


Setelah Anton menemukan apa yang ia cari, ia langsung pamit undur diri dan berterima kasih pada kepala rumah sakit tersebut sambil mengulurkan tangannya. Dokter itu menerima uluran tangan Anton sambil tersenyum dan menganggukkan kepala.


Anton melangkahkan kakinya untuk keluar dari ruangan kepala rumah sakit dan meninggalkan rumah sakit itu untuk membaca file yang dibawanya dari rumah sakit tersebut. Pria itu memutuskan untuk kembali ke mansion nya karena waktunya sudah terlalu larut. Sesampainya di mansion, ia langsung pergi ke ruang kerjanya untuk membaca informasi yang ia dapatkan dari rumah sakit tadi. Pria itu sudah tidak sabar mengetahui kebenaran tentang orang tuanya juga Lestari.


Anton langsung membuka file juga flashdisk yang diberikan oleh kepala rumah sakit tadi. Pria itu membaca satu persatu dan rekaman CCTV pada 35 tahun lalu yang ia dapatkan dari rumah sakit tersebut.


Anton tersenyum setelah mengetahui semuanya dan menaruh file juga flashdisk itu di tempat yang aman. Ia akan menunjukkan bukti yang ia dapatkan dari rumah sakit pada daddynya.


"Aku sudah menduganya bahwa memang ini yang terjadi, tapi kenapa daddy bisa salah faham?" Anton memikirkan tentang semuanya, ia bertekad untuk menunjukkan informasi itu pada daddynya saat matahari terbit.


Anton beranjak, lalu meninggalkan ruangan itu untuk beristirahat. Namun, setelah kepergian Anton dari ruang kerjanya, ada seseorang yang memasuki ruangan pria itu dan entah apa yang akan ia lakukan.


"Maafkan aku, aku tidak ingin semuanya terbongkar karena bocah ingusan sepertimu," ucap orang itu. Orang tersebut mengambil bukti yang didapatkan Anton tadi dan membawanya keluar dari ruangan tersebut.


Sedangkan Anton beristirahat dengan tenang, Karena ia berpikir masalahnya akan segera terselesaikan, dan tanpa ia sadari bahwa bukti itu sudah ada yang mengambilnya.


......🌾🌾🌾🌾🌾......


...TBC...

__ADS_1


__ADS_2