
Gracia mendongak lalu tatapannya bertemu dengan orang yang memayunginya, Gracia kembali terisak saat tau siapa yang datang untuk membawa payung untuknya.
Orang itu duduk di sisi Gracia lalu melepaskan jasnya, ia menyelimuti tubuh Gracia dengan jas putih kebanggaannya agar wanita itu tidak kedinginan meskipun tubuh Gracia sudah terlanjur basah.
"Bangunlah! Aku kan membawamu ke tempat yang akan membuat hatimu lebih tenang, jangan hujan-hujanan begini! Atau kau memang ingin sakit?" Pria itu tersenyum.
"Kenapa Dokter di sini?" tanya Gracia.
"Aku hanya kebetulan lewat, dan tak sengaja melihatmu di pinggir jalan, sekarang bangunlah! Ikut aku ke mobil," ucap Anton tersenyum lembut. Gracia berdiri begitu pun dengan Anton. Namun, sebelum melangkah Gracia memanggil Anton dan Anton pun tidak melanjutkan langkahnya.
"Dokter, bolehkah aku meminjam bahumu sebentar?" ucap Gracia. Dokter Anton tersenyum lalu menarik kepala Gracia dalam dekapannya, bukan cuma sekedar meminjamkan bahu, pria itu memeluk Gracia erat dengan satu tangannya, Gracia menangis terisak dalam pelukan Anton memuntahkan segala sesak di dadanya.
"Menangislah sepuas hatimu, dan setelah ini jangan pernah menangis lagi! Kau pantas untuk bahagia." Anton masih memeluk Gracia yang masih menangis terisak-isak.
"Aku mencintaimu salju, tinggalkan Brian! Aku tidak akan pernah menyakitimu seperti apa yang Brian lakukan."
Gracia seketika melepaskan pelukannya dan menghentikan tangisnya karena terkejut, Gracia menatap Anton intens mencari kebohongan di mata dokter itu. Namun, Gracia tidak menemukan kebohongan yang terpancar dari sorot mata Anton.
"Maaf, aku tau aku tidak pantas mengucapkan ini. Namun, aku tidak bisa melihat orang yang kucintai terluka terus menerus. Aku mencintaimu entah sejak kapan? Perasaan itu datang begitu saja tanpa aku meminta.
Gracia menundukkan kepalanya, ia tidak tau harus mengucapkan apa, ia memang ingin pergi meninggalkan Brian, tetapi bukan untuk mencari Pria lain. Ia hanya ingin membuang perasaannya pada suaminya itu agar ia tidak terluka lagi.
Gracia diam saja, ia tidak tau harus mengucapkan apa pada Anton, ia hanya menatap pria itu dengan perasaan bersalah karena ia tidak bisa membalas perasaannya, dan ia juga tidak mampu menyakiti Anton yang selalu baik padanya.
"Aku tidak ingin memaksamu untuk mencintai ataupun membalas perasaanku, karena aku tau hati dan ragamu milik Brian sahabatku, aku hanya ingin mengungkapkan perasaanku saja agar hati ini lega." Anton tersenyum.
__ADS_1
"Ya sudah, mari kita ke mobil? Tenangkanlah pikiranmu dulu," ucap Anton.
Gracia hanya mengangguk, lalu mereka berjalan beriringan. Namun, tiba-tiba tubuh Anton terpental dan payungnya pun terbang akibat bogem mentah yang didapat dari seseorang di belakangnya.
Pria itu hendak memukul Anton kembali, namun Gracia menghadangnya dengan memeluk Anton untuk menghalangi pria tersebut.
"Cukup Mas! Kau sudah sangat keterlaluan." Gracia menatap Brian tajam.
"Kau lebih membela dia dibandingkan aku 'suamimu?" tanya Brian sendu.
"Aku bukan membelanya, tapi Dokter Anton tidak salah, dia hanya membantuku," ucap Garacia datar.
"Memangnya apa yang bisa dia bantu? Mau bantu membuatmu jatuh cinta padanya dan meninggalkan aku begitu?" tanya Brian menahan emosi.
Deg
Brian tak mampu mengucapkan sepatah katapun, ia tidak mau bertengkar dengan Gracia di hadapan Anton.
"Ayo pulang!" ucap Anton memegang tangan Gracia sambil menatapnya sendu. Namun, tanpa diduganya Anton memegang tangan Gracia yang satunya lagi tanpa mengucapkan sepatah katapun dan memandang Brian tajam.
"Lepaskan tangan istriku!" ucap Brian penuh penekanan.
"Untuk apa? Untuk membuatnya terluka lagi?" Anton tersenyum sinis.
"Sayang, pulanglah! Kita bicarakan di rumah baik-baik!" ucap Brian menatap Gracia memohon.
__ADS_1
Gracia menatap Anton sendu, lalu melepaskan tangannya dari genggaman dokter itu yang membuat hati Anton hancur melebur seketika.
Brian menarik tangan Gracia perlahan, ia membawa istrinya menuju mobil yang tidak jauh dari tempat itu. Sedangkan Anton menatap kepergian keduanya dengan perasaan hancur karena Gracia masih lebih memilih pergi bersama suaminya yang selalu membuatnya menangis.
Gracia menatap Anton sambil tangannya yang di tarik perlahan oleh Brian, ia merasa bersalah pada Anton karena telah menolaknya, entah apa yang membuat hati Gracia tak tega melihat dokter itu tetap berdiri mematung menatap kepergiannya dan juga Brian.
"Maafkan aku dokter! Aku tidak mau terjadi ke salah pahaman antara kita. Terima kasih atas kebaikanmu selama ini, mungkin kita tidak akan berjumpa lagi dalam waktu yang cukup lama, aku memutuskan untuk menyerah, aku tidak kuat untuk menahan rasa sakit lebih lama lagi, dan aku juga nggak kuat jika harus berkali-kali menerima kekecewaan." Gracia membatin sambil menatap Anton yang tidak juga beranjak dari tempatnya.
Anton mematung di tengah derasnya hujan, pria itu berteriak sekencang-kencangnya setelah mobil Brian hilang dari pandangan nya untuk meluapkan segala rasa sesak yang tertahan di rongga dadanya. Hujan deras malam itupun tidak mampu melunturkan sakit dalam hati Anton.
...❤️❤️❤️❤️❤️...
Kini Brian sudah sampai di mansionnya, ia menyelimuti Gracia yang tertidur setelah wanita itu membersihkan diri. Ia memandang wajah cantik istrinya dengan tatapan sendu.
"Maafkan aku! Aku menyakitimu lagi. Mungkin kau tidak percaya dengan janjiku. Namun, aku janji! Aku tidak akan menemuinya lagi dan ini yang terakhir kalinya. Aku sangat mencintaimu." Brian membelai rambut Gracia, lalu mengecup keningnya lembut.
Setelah melihat perhatian Anton pada istrinya, ia tau bahwa sahabatnya itu sangat mencintai Gracia apalagi dia mendengar sendiri ungkapan perasaan Anton pada istrinya itu.
Setelah pulang dari Apartemen Maudy, Brian tak sengaja melihat Gracia kehujanan, Pria itu hendak pergi untuk membawa istrinya pulang. Namun, langkahnya terhenti saat ada seseorang yang lebih dulu membawa payung untuk istrinya, Ia melihat Anton membuka jas dokternya dan memakaikan jas kebanggaannya itu pada Gracia lalu membawa Gracia dalam pelukannya, darahnya seakan mendidih saat melihat pemandangan itu, ia tidak sanggup melihat istrinya disentuh apalagi dipeluk oleh orang lain. Brian juga tambah murka saat mendengar ungkapan perasaan sahabatnya itu dan membuatnya melangkah dan melayangkan bogem mentah pada Anton.
...💋💋💋💋💋...
Maafkan Othor telat update
jangan lupa jejaknya 😘
__ADS_1