Cintai Aku Walau Sejenak

Cintai Aku Walau Sejenak
I love you more and more


__ADS_3

Kini keadaan Brian semakin membaik. Pria itu selalu mengukir senyumnya saat bersama David dan Gracia.


"Daddy! Daddy kapan pulang?" tanya David. Brian tersenyum mendengar pertanyaan David.


"Sayang, David harus sabar! Tunggu Daddy sembuh dulu," ucap Gracia tersenyum.


"Jika David capek, David pulang saja sama bik Sumi atau bik Yeti!" ucap Brian.


"Tapi aku mau sama Daddy," ucap David.


"Ya udah, tidur sini sama daddy!" ucap Brian sambil menepuk kasur di sampingnya.


David naik ke ranjang sebelah Brian, ia tidur di samping daddynya sambil memeluknya erat. Sedangkan Gracia mengupas buah apel untuk Brian.


"Anton kemana? Kenapa selama aku sadar dari koma aku sama sekali tidak melihatnya?" ucap Brian.


"Mas Anton ke Paris, ia mengundurkan diri dari rumah sakit ini dan melanjutkan bisnis keluarganya di Paris," ucap Gracia tersenyum.


"Berarti setelah kau menikah dengannya kau akan tinggal di sana dan membawa David bersamamu?" tanya Brian sendu. Gracia tersenyum lalu menggelengkan kepala.


"Terus?" tanya Brian.


"Mas Anton sudah memutuskan pertunangannya denganku!" ucap Gracia tersenyum.


Sedangkan Brian terkejut dengan keputusan sahabatnya itu, ia tidak mengerti dengan apa yang terjadi. Mengapa Anton memutuskan hubungannya dengan Gracia dan apa penyebabnya ia berhenti dari rumah sakit itu. Padahal ia tahu bahwa 'menjadi Dokter adalah impiannya. Jadi tidak mungkin Anton berhenti bekerja jika tidak memiliki Alasan yang kuat.


Tok tok tok...


" Masuk!" ucap Gracia.


Ternyata yang datang adalah Aaron dan Silvia. Orang tua Brian itu melangkah mendekati putranya tersebut.


"Bagaimana keadaanmu?" tanya Aaron pada putranya itu.


"Aku baik Dad!" ucap Brian tersenyum.


Sekarang keputusan kalian gimana? Apakah kalian akan kembali rujuk?" tanya Silvia tersenyum.


Brian dan Gracia hanya saling tatap tidak ada yang membuka suaranya.


"Mommy dan Daddy akan rujuk grandma, Mommy sama Daddy udah bilang sama David!" ucap David yang berbaring di sebelah Brian.


"Oh iya?" tanya Silvia berbinar.


"Iya grandma," jawab bocah kecil itu.

__ADS_1


"Cia, apakah benar apa yang di katakan cucuku?" tanya Silvia pada Gracia. Wanita paruh baya itu menatap Gracia dengan mengukir senyumnya. Sedangkan yang ditatap tersipu malu dan salah tingkah.


"Yakinkan hati kalian terlebih dahulu! Jika kalian belum yakin, jangan mengambil keputusan yang akan membuat kalian rugi! Bukannya daddy tidak merestui hubungan kalian, tetapi daddy harap tidak akan ada perceraian lagi setelah ini karena pernikahan bukanlah mainan yang bisa kalian tinggalkan setelah bosan," ucap Aaron.


Deg.


Gracia terkejut dengan ucapan Aaron karena ia sendirilah yang memutuskan untuk bercerai dengan Brian, meskipun Brian membujuknya berkali-kali.


"Brian janji Dad, Brian akan memperbaiki hubungan ini dengan lebih baik, karena sudah ada David di antara kita." Brian tersenyum.


Sedangkan Gracia tersenyum kaku, ia merasa malu pada Aaron karena perceraiannya dengan Brian adalah keinginannya.


...❤️❤️❤️❤️❤️...


Beberapa Minggu kemudian.


Kini Brian sudah sembuh total. Pria itu menjemput Gracia untuk makan malam di luar tanpa David.


Gracia menuruni tangga satu persatu. Wanita itu memakai dres warna maron yang selutut dengan rambut yang tergerai membuat Gracia terlihat sangat anggun dengan tampilan yang sederhana itu.


Brian yang menatapnya sampai tidak berkedip, ia terpana akan kecantikan Gracia pada malam itu. Brian berdiri sambil mengulurkan tangannya pada Gracia setelah wanita itu tersenyum di hadapannya.


"Ayo kita berangkat!" ajak Brian tersenyum. Mereka berjalan bergandengan tangan layaknya pengantin baru. Gracia yang terlihat malu-malu membuat Brian juga salah tingkah.


"Ehem...,"


Brian berdehem untuk mengusir kecanggungan di antara mereka. Sedangkan Gracia semakin salah tingkah.


Setelah menempuh perjalanan kira-kira 1 jam, kini Brain dan Gracia sudah tiba di pinggir pantai, di sana sudah ada kapal pesiar yang sudah di sewa oleh Brian. Mereka melangkah sambil bergandengan tangan untuk menaiki kapal tersebut.


Suasana di kapal itu sangat sepi, di kapal tersebut sudah tersedia meja makan yang bernuansa romantis. Brian sengaja mempersiapkan semuanya untuk orang yang dicintainya itu.


Setelah mereka makan malam dalam keheningan, kini Brian mengajak Gracia berdiri di pinggiran kapal itu dengan memandang langit yang tampak sangat cerah. Bulan pun menjadi penerang di kala malam itu dengan Bintang yang bertabur menghiasinya.


Brian menatap Gracia yang sedang menatap indahnya langit malam, pria itu sangat bahagia bahkan sulit untuk dijabarkan oleh kata. Senyuman Gracia mampu menyejukkan hati pria tersebut hingga jantungnya pun sulit untuk dinormalkan.


"Grac...," panggil Brian. Pria itu memanggil Gracia di saat wanita itu tersenyum memandangi indahnya langit malam.


Gracia menoleh sembari tersenyum, menatap orang yang dicintainya itu. Gracia tidak berhenti mengembangkan senyumnya, ia sangat bahagia pada malam itu bahkan Brian terpaku memandang Gracia yang tidak hentinya mengembangkan senyum.


"Iya Mas!" jawab Gracia yang masih mengukir senyum indahnya. Wanita itu mengalihkan tatapannya pada orang yang memanggilnya.


"Will you marry me?" ucap Brian tanpa basa basi lalu Brian berlutut di hadapan Gracia sembari menyerahkan kotak cincin pada wanita tersebut.


"Yes, i do," jawab Gracia tanpa ragu dengan senyum cerah juga mata yang berbinar bahagia.

__ADS_1


Brian berdiri, lalu memasangkan cincin itu ke jari manis Gracia. Pria itu tersenyum lalu memeluk wanita yang dicintainya itu.


"Thank you Grac," ucap Brian.


"Urwell, I'm happy to be with you!" Gracia memejamkan matanya dalam pelukan Brian. Wanita itu sangat bahagia hingga ia menangis haru pada malam itu.


"I'm happy too," ucap Brian. Pria itu juga memejamkan matanya. Mereka berpelukan di bawah indahnya sinar rembulan dengan bintang yang berkelap kelip menghiasi indahnya malam itu.


Setelah lama berpelukan kini Brian mengendurkan pelukannya, lalu menatap orang yang dicintainya itu.


"Aku janji tidak akan mengulangi kesalahan yang sama dalam rumah tangga kita!" ucap Brian.


"Tanpa berjanji pun aku sudah sangat mempercayaimu Mas," ucap Gracia.


"I love you more and more Gracia Wiratmaja." Brian tersenyum lembut.


"Me too, Brian Alaska Galaxy," ucap Gracia.


"Meskipun kita menikah bukan untuk yang pertama kalinya, tetapi aku belum pernah merasakan kebahagiaan yang tidak bisa di jabarkan dengan kata seperti malam ini," ucap Gracia.


"Maafkan aku!" ucap Brian.


"Mas Brian tidak perlu minta maaf karena dulu kita menikah karena dijodohkan. Berbeda dengan sekarang yang menikah karena kemauan kita sendiri." Gracia tersenyum lembut.


Mereka berdua terus mengukir senyumnya karena kebahagiaan yang mereka rasakan, dan pada malam itu dunia seakan milik mereka berdua.


......❤️❤️❤️❤️❤️......


...TBC...


Assalamualaikum Readersku sayang...


Kisah Anton sama Adinda


dilanjutkan setelah kisahnya Brici ya!


Biar alurnya tidak campur aduk ❤️


Kisahnya tetap disini, tapi nanti di season 2 nya


Thank you.


Jangan lupa dukungannya untuk Othor.


Cukup Like and komen 🥰

__ADS_1


__ADS_2