
Pengenalan Cerita
Krisna dan Rudi adalah rival abadi sejak mereka masih kecil. Saat mereka menginjak usia SMA mereka tergabung dalam suatu klub pecinta alam di sekolahnya, Cintalindo. Tahun ini Krisna dan Rudi bersaing untuk mendapatkan posisi sebagai leader Cintalindo. Calon leader tahun ini harus memimpin sebuah regu untuk seleksi pertama. Regu Krisna terdiri dari Friska, Irwan, Aldi, Jeny dan Erik. Namun dalam regu Krisna ada seorang cewek aneh yang menyulitkan Krisna memimpin regu itu. Friska adalah gadis aneh itu. Sebenarnya keanehan Friska ini karena sosok Rio yang enggan hilang dari pikirannya.
Selain itu dalam regu Krisna juga ada cewek tercantik di sekolah mereka. Akhirnya Rudi menantang Krisna untuk memperoleh cinta Jeny. Krisna menyanggupinya demi gengsinya pada Rudi. Akhirnya Krisna menyatakan cinta pada Jeny dan Rudi pun tidak mau kalah. Mereka berdua menyatakan cinta secara bersamaan. Namun ternyata Jeny memilih Krisna. Kini Krisna terbelenggu pada kebohongan karena dia sama sekali tidak mencintai Jeny. Sedangkan Rudi benar-benar mencintai Jeny. Jeny pun memanfaatkan keadaan itu untuk memperoleh mereka berdua. Tapi kelakuan Jeny itu diketahui oleh Friska.
Petualangan mereka pun dimulai saat mereka sampai di kota kecil Purworejo yang merupakan tanah kelahiran W. R. Soepratman pencipta lagu Indonesia Raya. Mereka menyusuri tempat yang belum mereka kenal sama sekali untuk mencari rumah kelahiran sang pahlawan itu. Banyak halangan yang mereka temui. Regu Krisna mendapat nomor urut terakhir pemberangkatan, Friska di dorong ke jurang oleh Jeny dan saat itu Krisna merasakan perasaannya yang berbeda dengan Krisna. Pernah juga mereka bertemu dengan **** hutan yang kemudian mengejar mereka.
Setelah menemukan rumah itu mereka kemudian menyusuri gua. Sedangkan Rudi bernasib sial karena salah memilih rute. Kemudian perjalanan Rudi hanya dilalui dengan berlari tanpa mempedulikan anggota regunya. Banyak hal terjadi di gua yang gelap itu. Mereka berjuang untuk tetap hidup dalam melewati gua itu karena mereka terendam air sampai leher. Krisna akhirnya tahu semua kebohongan Jeny dan akhirnya ia melepas bebannya karena kebohongan di dalam gua itu. Kemudian sebuah pernyataan akan kejujuran muncul. Krisna berjanji untuk menjaga Friska dengan darahnya sebagai jaminannya.
Jeny kecewa berat dengan Rudi dan Krisna karena telah menjadikannya piala bergilir dalam kontes mereka. Setelah melewati gua, mereka kembali bermalam di hutan. Regu Rudi memakan talas dan tenggorokan mereka gatal sedangkan regu Krisna Erik, Irwan dan Aldi memakan sate pisang mentah yang membuat mereka kentut dengan bau tidak karuan. Akhirnya Krisna menyatakan cinta pada Friska setelah ia menebak-nebak hubungan Friska dengan Erik.
Setelah mereka sampai kembali di tempat awal. Sempat ada pertengkaran antara Jeny dan Rudi. Namun Rudi malah menyalahkan Friska dan Krisna. Akhirnya saat malam pengumuman Krisna dinyatakan sebagai leader tahun ini dan Friska, Erik, Irwan, Aldi diterima menjadi anggota Cintalindo tahun ini. Rudi dan Krisna mengingat masa lalu mereka dan akhirnya mereka sadar akan kedewasaan.
Seutas Curahan Hati
*17 Juli 2013
Rio, nyala lilin itu seperti bulan di kegelapan malam pada puncak pendakian. Bunga kaca piring seputih hatiku yang pertama kali merasakan anugerah cinta. Kunang-kunang ikut merasakan gundah abadi saat kau pergi. Angin berbisik sendu di telingaku saat kau bersatu dengan alam ini untuk selamanya. Air mataku laksana hujan di lautan abu-abu.
Jika cinta itu bahagia, kenapa aku jatuh ke dalam kegelapannya. Lalu apakah kau mengerti pintu hatiku telah tertutup kokohnya gunung es yang dingin. Sangat dingin.
__ADS_1
Dalam dingin ini aku mencoba berlari mencari sisa bayangmu. Dalam kesendirian kutemukan bayangmu menghambur dalam hatiku. Suatu saat aku sampai di pembaringan terakhirmu. Namun kau tetap membisu. Aku bercerita tentang perkenalan. Kau masih membisu. Aku bercerita tentang perjalanan kita. Kau tetap membisu. Air mata mengambil alih semuanya dan mencoba menyadarkanku.
Aku mencoba bangkit mencari jejakmu kasih. Jejakmu di dinginnya pagi, jejakmu di terjalnya gunung, jejakmu
di gelapnya lorong gua dan jejakmu di hatiku yang sunyi. Aku terus mencarinya. Entah sampai kapan aku bercengkrama dengan jejakmu yang tak selalu nyata. Namun satu hal yang aku tahu, kau melihatnya dari sisi-Nya dan akan aku titipkan semua rasaku melalui alam yang indah ini. Melalui tanah, air, udara dan
semuanya. Rio…
Yang selalu mengingatmu,
Friska*
Secarik surat itu Friska tulis sambil menangis. Tak ada lampu yang dinyalakan di kamarnya itu. Hanya cahaya lilin kecil yang menemaninya.
Entah apalagi yang harus ia coba untuk menenangkan dirinya. Kesedihan yang ditinggalkan padanya begitu meluap-luap saat ia mengingat semua kenangan yang telah terjadi.
"Salahkah aku? Salahkah aku yang belum dapat menerima takdirMu?" bisik Friska lirih.
Friska tahu, apa yang ia lakukan salah. Ia sebenarnya tahu bahwa takdir Tuhan adalah suatu kepastian yang tidak dapat diubah oleh siapapun. Namun, kesedihan yang ia rasakan itu, menutupi semua kesadarannya akan kenyataan yang terjadi.
Tanpa sadar, dari kejauhan ada seorang wanita mengamati gadis yang masih bertengger di jendela itu. Wanita itu tahu kebiasaan gadis itu setiap malam. Ia menatap miris. Sudah hampir tengah malam, gadis itu masih belum bisa tidur.
__ADS_1
Ia benar-benar tahu kalau itu Friska. Anaknya satu-satunya. Ia pun tahu kalau kesedihan Friska belum bisa terlepas dari dari dalam hatinya. Meski Friska berusaha sangat keras menutupimya, ia tetap tahu bahwa kesedihan itu masih ada.
"Friska, ibu hanya bisa berdoa. Semoga suatu saat kesedihan di hatimu bisa hilang. Semoga suatu saat ibu, masih bisa melihat senyuman manismu tanpa kesedihan yang ditutup-tutupi." ibu itu berkata lirih dan masuk ke rumah.
Pukul 00.00
Friska masih terjaga. Rasa kantuk yang seharusnya ia rasakan, terlalu lemah dibandingkan rasa sedihnya. Air matanya begitu banyak menetes. Lelah bertengger di jendela, ia duduk bersimpuh di lantai.
Lama-lama ia merebahkan badannya. Menangis sampai ia tertidur.
Pukul 03.00
Friska sudah terbangun lagi. Ia memandangi wajahnya di kaca. Semakin kusut dan semakin tebal mata pandanya.
"Apa yang harus aku lakukan? Aku nggak ingin ibu tahu." gumam Friska.
Ia melakukan berbagai cara untuk menjadikan wajahnya terlihat bugar. Namun, semua cara yang ia lakukan tak lagi membuahkan hasil. Akhirnya ia menemukan cara menutupi mata pandanya dengan memakai make up.
Sepagi itu, dia sudah mencari-cari video tutorial menyamarkan mata panda. Meski yang jelas tidak bisa ia samarkan adalah matanya yang sembab yang menjadikan mukanya tambah aneh.
Alarm HP nya berbunyi. Friska melihatnya. Tiba-tiba ia menepuk jidatnya.
__ADS_1
"Aduh aku lupa. Ini kan hari yang penting." kata Friska panik