Cupu Incaran Idola

Cupu Incaran Idola
SI CUPU INCARAN SANG IDOLA BAB XI


__ADS_3

Pov Mutia


Malam ini aku akan pergi ke rumah Adit. Sudah lama kami tidak pergi nonton bersama. Sebaiknya aku siap-siap dulu, aku ingin terlihat cantik dan sempurna di depan Adit. Sengaja aku tidak memberikan kabar terlebih dahulu, karena aku ingin memberikan kejutan untuknya.


Ku oles wajah ku dengan make up tipis-tipis,setelah itu memakai lip balm agar bibir ku tidak terlihat pucat. Rambutku ku gerai begitu saja.


Hari ini aku memakai dress berwarna biru laut, tas selempang berwarna senada dan ku padukan dengan sneakers berwarna putih.


Pantulan cermin menampakkan bayanganku disana. Aku terlihat cantik dan sempurna.


Namun, saat tiba di kediaman Adit, aku tercengang melihat kehadiran Echa disana.


Gadis cupu yang tidak kusukai itu berada disana dengan mamanya.


Ah, aku sangat kesal dan marah. Bagaimana bisa gadis cupu itu ada disana?.


Kekesalan ku pun bertambah mendengar penuturan Adit yang ingin mengantarkan nya pulang.


Aku kecewa, karena hari ini aku tidak bisa pergi nonton bersama Adit.


Tak mau terlalu lama sakit hati dan kecewa, aku memutuskan untuk pergi dari sana. Lebih baik aku mengajak teman-teman ku untuk bermain atau hanya sekedar makan dan minum di salah satu cafe di kota ini.


Pagi ini aku bangun dengan sedikit rasa malas, namun aku tetap bergegas membersihkan diri.


Setelah selesai, ku ambil benda pipih yang berada diatas nakas. Hari ini aku akan menghubungi Adit untuk mengajaknya pergi.


"Hari ini aku akan pergi dengan Adit berdua saja, sudah lama kami tidak menghabiskan waktu bersama." Ujar Mutia.


Mutia mencari nama kontak Adit dan menghubunginya.


Beberapa kali Mutia menghubungi tapi tidak tersambung. No Adit selalu berada dalam panggilan lain.

__ADS_1


"Adit nelpon siapa sih? Dari tadi aku telponan sibuk terus. Gak biasanya dia seperti ini." Mutia terlihat kesal.


"Aku samperin aja deh ke rumahnya. Sekalian aku mau ketemu dengan Inayah dan tante Elly." Ujar Mutia.


Adit yang masih betah berada dikamarnya terlihat sedang menelpon dan sesekali tersenyum.


Ternyataa sejak 30menit yang lalu, Adit sedang mengobrol dengan Echa melalui panggilan telepon.


"Echa... Hari ini kamu ada rencana keluar gak? Aku ingin mengajakmu ke gerai kak Tami. Sepertinya ada koleksi baru disana." Ajak Adit pada Echa.


"Boleh kak, aku juga sudah lama tidak pergi kesana. Kita perginya sebelum makan siang aja ya kak, aku ingin berlama-lama disan." Jawab Echa.


"Siap tuan putri, 1 jam lagi aku akan menjemput tuan putri. Assalamualaikum.. "


"Waalaikumsalam kak adit." Echa tersipu malu mendengar ucapan Adit.


Adit bergegas membersihkan diri dan bersiap-siap untuk pergi menjemput Echa.


Hari ini hari minggu, orang tua dan adik Adit sedang berkumpul di ruang keluarga.


"Ma.. Pa.. Adit mau pamit pergi ke rumah Echa. Hari ini Adit dan Echa akan pergi ke gerai novel di dekat sekolah." Pamit Adit kepada orang tuanya.


"Baiklah nak, Hati-hati di jalan. Jangan ngebut, kamu sedang membawa anak gadis orang." Jawab papa.


Mendengar putranya aka pergi dengan Echa, mama Adit menghentikan langkah anaknya yang akan segera pergi.


"Tunggu Dit, kamu akan pergi dengan Echa menggunakan motor sport mu itu?". Tanya mama.


"Iya ma, emang kenapa?" Adit bertanya penasaran.


"Sebaiknya jangan menggunakan motor dit, kamu pakai mobil saja. Karena kalian akan duduk begitu rapat jika menggunakan motor. Mama khawatir kamu akan menjahili Echa."

__ADS_1


"Baiklah ma.. " Adit menuruti permintaan mamanya.


10 menit setelah kepergian Adit, mama mendengar suara ketukan pintu. Mama Adit pun segera membukanya .


Ternyata Mutia yang datang.


"Assalamu'alaikum tante, Adit nya ada? Tanya Mutia.


" Waalaikumsalam nak, baru aja Adit pergi nak. Ayo masuk dulu Tia, jangan ngobrol di depan pintu. Lagian sudah lama juga kamu gak main ke rumah tante." Mama Adit menuntun Mutia ke ruang tamu.


"Kamu apa kabar sayang? Bagaimana sekolah kamu?" Ujar mama Adit.


"Tia baik tan, alhamdulillah sekolah Tia juga lancar. Jawab Mutia.


" Tadi kata tante, Adit pergi. Adit pergi kemana tan?"


"Adit tadi pamit pergi mau ke rumah Echa nak, Echa itu anak sahabat tante. Kalau tidak salah dia juga satu sekolah dengamu. Tapi dia adik kelas kamu." Ujar tante Elly.


"Oh iya... Echa adik kelas Tia di sekolah tan." Jawab Mutia lesu.


"Apa kamu tidak mengabari Adit dulu sebelum kesini nak?"


"Tidak tan, aku sengaja tidak mengabari karena ingin memberikan dia kejutan. Ternyata aku yang jadinya terkejut." Ujat Tia.


"Ya sudah tan, Tia mau pamit pulang aja. Kapan-kapan Tia main kesini lagi." Pamit Mutia pada tante Elly.


"Baiklah nak, Hati-hati di jalan ya sayang. Sampaikan salam tante pada orang tua kamu." Ujar tante Elly.


"Baik tan, nanti Tia sampaikan. Salam juga untuk om dan Inayah. Tia pamit tan, assalamu'alaikum... " Tia akhirnya berpamitan kepada tante Elly.


"Waalaikumsalam nak... " Jawab tante Elly.

__ADS_1


__ADS_2