Cupu Incaran Idola

Cupu Incaran Idola
SI CUPU INCARAN SANG IDOLA PART XVII


__ADS_3

"Adit, apakah kamu mengetahui bahwa Mutia menyukaimu? Mutia menyayangimu lebih dari seorang sahabat." Riyan menatap Adit.


Adit yang terkejut memalingkan wajah ke arah Riyan, menatap Riyan dengan tajam. Mencoba mencari kebohongan di mata sang sahabat. Tapi Adit tak menemukan kebohongan di mata Riyan.


Apa benar Mutia menaruh perasaan lebih padaku?


rasanya tidak mungkin, kami sudah berteman sejak kecil. Bahkan aku sudah menganggapnya sebagai saudara perempuanku, sama hal nya dengan adikku Inayah.


"Kamu terlalu berlebihan untuk sebuah lelucon Riyan, Mutia adalah teman masa kecilku. Bahkan aku sudah menganggap dia seperti seorang adik." Ucap Adit.


"Apa yang dikatakan Riyan benar dit, Mutia menyayangimu lebih dari seorang sahabat. Bahkan kami mendengar langsung dari mulut Mutia." Timpal Reza.


"Benar dit. Saat Mutia mengetahui kamu pergi ke rumah Echa, Mutia menemui kami . Dia mengatakan bahwa dia sedih melihat sikapmu yang berubah. Dan dia juga mengakui bahwa dia menyayangimu lebih dari sekedar sahabat." Ucap Riyan meyakinkan. Seolah ingin membuka mata Adit yang selama ini tidak peka dengan perasaan Mutia.


"Tapi tidak dengan ku za, yan. Aku hanya ingin bersahabat dengan Mutia,tidak lebih." Adit berucap dengan lantang.

__ADS_1


"Karena saat ini aku mulai menyukai Echa, aku mulai menaruh perasaan kepada Echa. Echa gadis yang berbeda." Adit mempertegas perkataan nya, dia ingin kedua sahabatnya tahu perasaan Adit kepada Echa.


Adit berada di posisi yang rumit. Mutia adalah teman masa kecilnya, sedangkan Echa adalah orang yang ia sukai. Adit pernah berharap Mutia dan Echa bisa berteman dengan akrab suatu saat. Tapi, keadaan sekarang tidak memungkinkan itu untuk terjadi. Kejadian kemarin rasanya seperti mimpi buruk untukku.


Cukup lama ketiga sahabat itu berbincang. Adit juga menyiapkan aneka camilan untuk menemani obrolan mereka.


Tak mau terlarut memikirkan tentang Mutia, mereka memutuskan untuk bermain game online hingga larut malam.


Puas bermain, mereka memutuskan untuk beristirahat. Reza dan Riyan sengaja menginap untuk menemani Adit.


Bunyi alarm membangunkan Adit yang sedang terlelap, Adit berusaha mengumpulkan kesadaran untuk beranjak dari tempat tidur. Kedua mata Adit membulat sempurna ketika melihat jam menunjukkan pukul 07.00 pagi. Adit bergegas membangunkan Reza dan Riyan yang masih tertidur.


Beruntung mereka sampai tepat waktu di sekolah. Jika tidak, mungkin saat ini sedang menerima hukuman dari pak satpam.


Saat istirahat, Adit pergi menemui Echa ke kelasnya.

__ADS_1


Adit menyempatkan diri pergi ke kantin untuk membeli satu bar coklat. Adit ingin memberikan coklat sebagai permintaan maaf pada Echa.


Mata Adit terus mencari keberadaan Echa, tapi sosok yang dicari tak terlihat keberadaannya.


Adit mendekati Tika yang sedang membaca buku di dekat jendela kelas.


"Hay Tika, sedang sibuk ya?" ucap Adit.


"Eh.. Kak Adit. Gak kog kak, cuma lagi baca aja." Jawab Tika.


"Ada apa perlu apa kak kesini? Sedang mencari Echa ya?" cerca Tika.


Adit hanya bisa tersenyum menanggapi Tika.


"Echa tidak hadir kak, Echa sedang sakit. Tadi pagi mama Echa menghubungi wali kelas untuk meminta izin." Ucap Tika dengan lirih.

__ADS_1


"Sejak kapan Echa sakit? Apakah penyakitnya serius?" Suara lemah Adit terdengar sedih di telinga.


"Echa... Sebenarnya dia


__ADS_2