Cupu Incaran Idola

Cupu Incaran Idola
SI CUPU INCARAN SANGAT IDOLA PART XXI


__ADS_3

Pov Adit


Aku merasa lega setelah melihat keadaan Echa. Bersyukur Echa tak sedikitpun dendam kepada Mutia. Echa bahkan memintaku untuk segera berbaikan dengan Mutia.


Tidak salah aku mengagumi Echa. Di balik penampilannya yang sederhana, Echa memiliki hati yang luas.


Aku menyanggupi untuk berbaikan dan memaafkan Mutia. Echa benar, bagaimana pun Mutia adalah teman semasa kecilnya. Tak baik jika memutuskan pertemanan yang sudah lama terjalin.


****


Pagi ini aku bisa bernafas lega, karena kesalahpahaman yang terjadi kemarin telah menemukan titik terang.


Aku berharap setelah ini tidak lagi kesalahpahaman-kesalahpahaman berikutnya.


"Pagi ma, pa, dan adiku kecil yang manis." Sapa Adit kepada seluruh anggota keluarga yang sedang berkumpul untuk sarapan.


"Pagi juga nak." Jawab papa dan mama Adit secara kompak.


"Inayah... Hari ini kakak akan mengantarmu ke sekolah. Kamu mau kan?" Ucap Adit pada adik kecilnya.


"Wah... Tumben banget nih kak Adit mau anter aku, biasanya juga ogah-ogahan. Ada apa ini? Kakak jugak terlihat sangat bahagia!" ujar inayah sambil mengerlingkan mata kearah Adit.


Adit hanya tersenyum menanggapi candaan Inayah. Hari ini Adit akan bertemu dengan Echa, rasanya tidak sabar untuk segera sampai di sekolah.


"Ayo Inayah kita berangkat, nanti kamu telat loh!" Adit berucap seraya bangkit dari kursi. Setelah itu Adit berpamitan kepada orang tuanya.


Setelah mengantarkan sang adik, Adit bergegas pergi ke sekolah. Hanya 10 menit waktu yang dibutuhkan untuk sampai ke sekolah Adit, itu karena sekolah Inayah dengan Adit tidaklah terlalu jauh.

__ADS_1


Beruntung Adit tepat waktu, Adit bergegas memakirkan kuda besi yang menjadi kebanggaan.


Mata Adit mengawasi setiap sudut kelas Echa, tapi tidak ada tanda-tanda keberadaan Echa disana.


Echa yang melihat Adit berdiri di depan kelas, segera menghampiri.


Ternyata Echa baru kembali dari toilet bersama tika dan Lia.


"Kak Adit, ngapain berdiri di depan kelas Echa?" Echa terlihat menyerngitkan dahi seraya bertanya pada Adit.


"Echa... Aku sengaja ingin bertemu denganmu. Aku kira kamu tidak hadir hari ini." Adit menjawab dengan mengukir lengkungan tipis di bibirnya.


"Cha, bisakah kita ngobrol saat jam istirahat nanti? Aku juga akan mengajak Mutia."


"Aku ingin Mutia bisa mengenalmu lebih jauh lagi, dan aku berharap kalian bisa berteman dengan baik."


Echa terlihat berfikir menanggapi permintaan Adit, sejujurnya Echa masih sedikit canggung untuk bertemu dengan Mutia. Namun, Echa juga tidak ingin mengecewakan Adit.


****


Sesuai janji yang di ucapkan Echa, Echa bertemu dengan Adit dan Mutia di kantin.


Mereka bertiga terlihat sedang asyik mengobrol.


"Echa... Aku ingin meminta maaf atas kejadian kemarin. Aku benar-benar menyesal atas tindakan kasar yang aku lakukan, aku juga berkata kasar. Maaf jika perkataanku sudah melukaimu. Aku benar menyesal, cha." Mutia duduk mendekati Echa dan menggenggam erat tangan Echa.


"Jangan seperti ini kak, aku tahu kakak orang yang baik. Kakak hanya ingin melindungi sahabat kakak. Aku faham atas tindakan yang kakak lakukan."

__ADS_1


"Percayalah kak, Echa sudah memaafkan kakak. Tidak ada sedikitpun dendam untuk kakak. Dan jika boleh, Echa ingin berteman dengan kakak!" Ucap Echa menatap lekat Mutia.


Mutia mengangguk dan sontak memeluk erat Echa, Mutia kini bisa merasakan kebaikan Echa. Pantas saja Adit sampai jatuh hati pada Echa. Ternyata Echa benar-benar gadis yang baik.


Melihat kedekatan Mutia dan Echa, Adit sangat bahagia. Keinginannya melihat Mutia dan Echa berteman kini telah tampak di depan mata.


****


Pagi ini matahari telah menyongsong tinggi. Beberapa orang sibuk dengan kegiatan masing-masing. Tidak jauh berbeda-beda dengan para siswa di tempat Echa menimba ilmu.


Hari ini adalah jadwal para siswa untuk melakukan senam pagi.


Selesai dengan senam pagi yang cukup menguras tenaga, pak Rudi wakil Kepala sekolah menyampaikan informasi di depan para anak didiknya.


"Selamat pagi anak-anak bapak yang bapak sayangi. Hari ini bapak akan mengumumkan sesuatu yang penting. Hari ini kita akan kedatangan siswa baru,pindahan dari kota sebelah. Yang akan duduk di kelas XI. Bapak harap, anak-anak bapak bisa berteman baik nantinya." Ucap pak Rudi.


Mendengar pengumuman dari pak Rudi, para siswa berbisik-bisik tentang siswa baru tersebut. Terutama para siswi, mereka sangat penasaran dengan wajah dari siswa pindahan yang akan segera menjadi salah satu siswa disekolah mereka.


Pak Rudi segera meminta anak didiknya untuk segera masuk ke kelas, mengingat jam pelajaran akan segera dimulai.


Di kelas Echa, para siswi sudah tidak sabar menyambut kedatangan siswa baru.


Sedangkan Echa dan sahabatnya tidak begitu antusias.


Sedetik kemudian, pak Rudi memasuki kelas dengan seseorang yang yang berada di samping nya.


"Echa..... "

__ADS_1


"Rafi..... "


Semua orang yang ada disekitar tempat itu terkejut dan membeku...


__ADS_2