Cupu Incaran Idola

Cupu Incaran Idola
SI CUPU INCARAN SANG IDOLA BAB IX


__ADS_3

Saat sedang asyik mengobrol inayah datang menghampiri mereka.


Inayah ingin mengajak Echa bermain bersamanya.


" Kak Adit, boleh gak aku pinjam kakak cantik ini sebentar saja?" Aku ingin bertanya pendapat kakak cantik tentang kado yang akan ku berikan kepada sahabatku di acara ulang tahunnya besok."


Inayah berbicara sambil tersenyum manis.


" Boleh dek, tapi jangan lama-lama ya. Kakak masih pengen ngobrol ama kak Echa." Jawab Adit.


" Siap boss...!!" Inayah hormat seperti prajurit yang sedang menghadap komandannya.


" Ayo kak, ikut ke kamarku. By the way kita belum kenalan ya kan kak." Perkenalkan kak, namaku Inayah. Gadis yang paling imut dan cantik dirumah ini." Inayah tersenyum menampilkan giginya yang tersusun rapi disana.


" Haii adik yang cantik, nama kakak Echa. Kakak teman sekolah kak Adit." Balas Echa.


" Hanya teman kak? Kenapa tidak jadian aja, kakak terlihat sangat serasi dengan kak Adit. Kak Adit jarang loh tersenyum lebar seperti tadi." Inayah mencoba menggoda Echa dan Adit.


Penuturan Inayah sukses membuat wajah Echa dan Adit merah seperti kepiting rebus.


Keduanya terlihat tersenyum dan tersipu malu.


Pov Adit


Semenjak kejadian yang tak sengaja waktu itu, akhirnya aku bisa bertemu dengan gadis yang unik seperti Echa.


Selama ini aku bosan dengan siswi yang selalu saja menempel disekeliling ku.


Apa mereka gak tau ya, kalau aku itu merasa risih di perlakukan seperti itu.

__ADS_1


Pertemuan dengan Echa seperti angin segar buatku.


Sikap dan tingkahnya sungguh membuatku tertarik untuk mengenalnya.


Puncaknya saat aku membantunya memakaikan helm. Karena jarak kita yang begitu dekat, aku dapat mencium parfum yang dia kenakan.


Wangi yang tidak biasa aku hirup sebelumnya. Begitu lembut dan menenangkan, rasanya seperti sedang menikmati angin sepoi-sepoi yang biasa kita temui di bawah pepohonan yang rindang.


Namun, keberuntunganku terus berlanjut setelah mengetahui bahwa Echa adalah anak dari sahabat mamaku.


Gadis itu benar-benar memberikan warna baru di hidupku.


_____


Inayah menuntun Echa menuju kamarnya.


Kamar yang bernuansa pink dan putih itu begitu tampak cantik.


"Kak Echa, kemarin Inayah membeli gelang dan jepit rambut ini. Inayah bingung, kado apa yang lebih bagus untuk diberikan?"


Inayah menunjukkan sebuah gelang berwarna perak dengan bandul berbentuk kupu-kupu dan bunga di sekelilingnya.


Sedangkan jepit rambutnya berbentuk seperti rangkain bunga sakura yang diatasnya di hiasi beberapa pernak-pernik yang berbentuk seperti swaroski.


Echa melihat dengan seksama kedua benda tersebut.


Hingga akhirnya dia memilih gelang untuk dijadikan kado yang cocok.


"Kakak rasa gelang ini lebih tepat untuk sahabat mu inayah. Sahabatmu bisa memakainya setiap hari."

__ADS_1


"Terima kasih ya kak atas bantuannya." Inayah memeluk Echa sambil tersenyum.


"Kakak sering main kesini donk, jadi Inayah punya temen di rumah. Kalau kak Adit bisanya cuma ngejailin Inayah aja. Coba ada kakak, kita bisa jalan bareng, makan es krim dan masak bareng." Pinta Inayah pada Echa.


" Nanti kalau kakak gak sibuk, kakak pasti sempetin main kesini ya." Echa tersenyum menjawab permintaan Inayah.


Tanpa mereka sadari, sepasang mata memperhatikan mereka di ambang pintu.


Adit sedari tadi menguping pembicaraan mereka. Tentu saja hal tersebut tidak diketahui oleh Echa dan Inayah.


Waktu menunjukkan pukul 18.00 wib.


Semua sahabat mama Elly dan Amel telah berpamitan pulang.


Sedangkan kan mama Amel dan Echa masih berada di kediaman Adit.


Semua orang bekerja sama membantu membersihkan ruangan. Meskipun ada bibi yang membantu, mama Elly sudah biasa membantu pekerjaan rumah. Dia tidak suka hanya berpangku tangan selama dirumah.


Di sela-sela membersihkan ruangan, Adit terus saja menjahili adiknya. Melemparkan kain serbet, mengacak-acak rambut adiknya, bahkan Adit sengaja memberikan noda pada wajah manis adiknya.


Kelakuan Adit sukses membuat Echa tersenyum. Echa tidak menyangka bahwa Adit yang sangat idola yang terkenal dingin seperti lemari es itu bisa melakukan kenalan tersebut.


Hampir satu jam waktu yang dihabiskan untuk merapikan semuanya. Echa dan mamanya bersiap-siap untuk pamit. Mereka khawatir akan terlalu malam untuk pulang kerumah.


"Adit... Mama Minta tolong anterin tante Amel dan Echa pulang ke rumah ya. Pak Anto, supir kita tadi sudah pamit pulang. Pak anto bilang ada acara keluarga di rumahnya."


"Baik ma, Adit siap-siap dulu." Jawab Adit.


Echa dan mamanya pun berpamitan kepada mama Elly dan Inayah. Tak lupa , mama Elly pun memberikan beberapa buah tangan untuk sahabatnya.

__ADS_1


Saat hendak membuka pintu..


__ADS_2