Cupu Incaran Idola

Cupu Incaran Idola
SI CUPU INCARAN SANG IDOLA BAB XII


__ADS_3

🍀🍀🍀🍀


Sekali lagi aku merasa kecewa dengan situasi ini. Niatku untuk memberi kejutan pada Adit kini gagal total. Justru sebaliknya, aku terkejut dengan kenyataan bahwa Adit pergi menemui Echa.


Pagi tadi aku begitu semangat untuk berdandan dan menemui idaman hatiku. Tapi kini harus menelan kekecewaan yang begitu menyakitkan.


Adit teman yang selalu ada untukku kini berubah, Adit yang dulu selalu ada menemaniku kini telah melupakanku.


Apa aku tidak menarik di mata Adit, hingga dia lebih suka dengan gadis lain.


Mutia terus saja menyalahkan keadaan yang kini menimpanya.


Dia merasa dicampakkan oleh Adit. Tapi bukan Mutia jika dia harus menyerah dengan gadis yang dianggapnya cupu tersebut. Justru dia semakin bertekad untuk merebut kembali perhatian Adit dan segera mungkin menjadi kekasih hati Adit.


"Tidak Mutia, kamu tidak boleh lemah. Kamu gadis yang kuat, tidak ada yang tidak bisa kamu dapatkan. Sekalipun harus ada yang berkorban dan terluka. Ujar Mutia.


20 menit Adit mengendarai mobil dan tiba di rumah Echa. Adit berpamitan kepada orang tua Echa terlebih dahulu sebelum pergi ke gerai kak Tami.


Setibanya di gerai kak Tami, Adit dan Echa langsung menuju rak penyimpanan aneka komik, novel dan buku-buku lainnya.


Cukup lama mereka berada disana untuk membaca.


Cahaya matahari yang meredup menyadarkan mereka berdua bahwa hari sudah beranjak sore.


"Echa... Kita pergi ke cafe sebelah yuk. Karena keasyikan baca , aku jadi lupa untuk mengajakmu makan."


"Boleh kak, di cafe itu juga menunya sangat enak. Sesuai dengan selera anak muda seperti kita."

__ADS_1


Cafe yang di desain seapik mungkin membuat pengunjung betah berlama-lama disini.


Cafe ni menyajikan tempat foto yang unik dan memanjakan mata para pengunjung.


Sangat cocok untuk tempat nongkrong para remaja.


Adit memanggil pelayan untuk mencatat pesanannya.


Dua gelas jus jeruk, kentang goreng dan chicken saus teriyaki menjadi menu pilihan mereka.


Adit dan Echa begitu menikmati hidangan yang telah di pesan.


Rasanya yang pas begitu memanjakan lidah dan cacing diperut mereka.


"Kak Adit, kita langsung pulang yuk! Bentar lagi juga udah mau magrib." Ujar Echa.


Tepat adzan magrib, Adit dan Echa sampai dirumah Echa. Papa Echa yang melihat kedatangan mereka, langsung mengajak keduanya untuk sholat berjamaah.


Papa Echa bertindak sebagai imam untuk mereka semua.


Ibadah 3 rakaat telah selesai di laksanakan. Papa meminta Adit untuk tidak pulang terlebih dahulu. Papa ingin mengajak Adit untuk ikut serta makan malam dengan mereka.


"Jangan pulang dulu ya dit, kita tunggu mama Echa masak dulu untuk makan malam." Pinta papa Echa.


"Baik om...". Jawab Adit dengan tersenyum.


Mama Echa telah menyelesaikan masakan dan telah menaruhnya di atas meja makan.

__ADS_1


Aneka buah pun telah terhidang disana.


Selesai menghidangkan semuanya, mama Echa memanggil semuanya untuk berkumpul di meja makan dan memulai makan malam.


"Soto buatan tante enak banget. Gak kalah enak dengan soto di restoran mewah." Adit memberikan pujian dengan tulus.


"Kamu bisa aja dit, masakan tante ini hanya masakan rumahan kog. Masih jauh lah rasanya dengan yang ada di restoran." Mama Echa menjawab malu-malu.


"Beneran tan, soto ini emang benar-benar enak. Masakan tante yang kemarin juga gak kalah enak."


Semua tersenyum mendengar perkataan Adit. Mama Echa memang tidak diragukan lagi untuk hal memasak. Makanan yang dia buat selalu enak dan pas dilidah.


Puas menikmati hidangan makanan malam, Adit pun segera pamit dari rumah Echa.


Echa mengantarkan Adit sampai ke teras rumah.


"Makasih ya cha buat hari ini. Lain kali boleh kan aku ajak kamu lagi?" Adit bertanya kepada Echa.


"Boleh kok kak. Aku juga terimakasih banget ke kakak. Kakak udah mau ajak aku main ke gerai kak Tami." Echa menanggapi.


"Aku pamit ya... Assalamu'alaikum".


" Waalaikumsalam... Hati-hati di jalan kak."


Echa terus memperhatikan Adit yang akan segera pulang. Gadis itu terus saja memandang kearah sebuah mobil yang kini beranjak pergi dari pelataran rumahnya hingga bayangan mobil tak terlihat lagi, Echa pun memutuskan untuk masuk kedalam rumah.


Echa terus saja tersenyum sambil menuju kamarnya.

__ADS_1


Tanpa sadar dia......


__ADS_2