
"Makasih ya dit, traktirannya." Ucap Dito saat sampai di depan kost.
Selesai makan di warung bu Nani, Adit mengantarkan Dito ke kostnya. Cukup lama mereka berada di warung bu Nani. Selain makan, Adit dan Dito juga sempat ngobrol disana. Sesekali mereka bahkan bercanda gurau dengan bu Nani.
"Iya sama-sama, Dito. Semoga lain waktu kita bisa hang out bareng lagi ya bro." Ujar Adit pada Dito.
"Okey, bro. Aku masuk ya, dit. Hati-hati kamu nyetirnya, jangan ugal-ugalan." Pesan Dito.
"Siipp... Aku juga masih pengen nikah bro." Jawab Adit.
Hahahaha...
Keduanya kompak tertawa bersama.
Adit mengemudikan mobil dengan kecepatan sedang. Meskipun jarak kost Adit dan Dito tidak terlalu jauh, tapi ia tidak mau terlalu cepat sampai di kostnya. Adit ingin beberapa menit menghabiskan waktu menikmati suasana malam kota ini. Sebagai perantau, Adit pasti belum faham betul dengan seluk beluk kota ini. Itu sebabnya ia ingin mengetahui bagaimana suasana malam di kota tersebut.
Puas mengelilingi beberapa sport yang di anggap orang sebagai iconic, Adit bergegas menuju kost. Tubuhnya juga mulai terasa lengket dan bau keringat. Saat sampai di kost, Adit membersihkan tubuh. Tidak lupa ia menjalankan kewajiban 4 rakaat sebelum memasuki alam mimpi.
****
Pagi ini jadwal kuliah pertama Adit, pukul 05.00 wib Adit mandi dan melaksanakan sholat subuh. Untuk menunggu waktu kuliah, Adit melakukan jogging di sekitar kost.
Tepat pukul 08.00 wib, Adit siap untuk berangkat ke kampus. Sebelumnya ia hanya memakan dia helai roti tawar yang di olesi selai kacang dan segelas susu coklat hangat sebagai sarapan.
Adit berjalan menyusuri koridor kampus. Tapannya tertuju pada layar ponselnya.
"Adit...... " panggil seseorang dari arah belakang.
Adit menoleh kearah belakang untuk memastikan siapa yang memanggilnya. Tatapannya bertemu dengan seorang pria yang tidak asing olehnya. Adit mengingat wajah yang saat ini ada dihadapannya, kemudian ia teringat oleh teman masa kecilnya di kampung.
__ADS_1
"Hengki.... " Ucap Adit memastikan.
"Iya, dit. Ini aku hengki, teman lama kami di kampung." Jawabnya kemudian.
"Wah... gak nyangka bisa ketemu kamu disini. Kamu kuliah disini juga?" tanya Adit lagi.
"Alhamdulillah, dit. Aku ditetima di kampus ini, dan aku senang bisa ketemu lagi sama kamu." Ujar Hengki, teman Adit.
"Iya, ya. Sudah lama sekali kita gak ketemu. Terakhir aku mudik, katanya kamu melanjutkan sekolah ke kota. Dan kita belum sempat bertemu sampai aku kembali." Ujar Adit.
"Alhamdulillah kita bisa ketemu lagi ya, dit." Jawab Hengki dengan tersenyum.
Akhirnya Adit dan Hengki pergi ke ruangan kampus bersama, dan ternyata mereka berada dalam satu jurusan.
Seluruh siswa kini menanti arahan dari dosen. Dunia perkuliahan tidak lah jauh berbeda dengan dunia sekolah menengah. Sebelum menerima materi, dosen memperkenalkan diri kepada para mahasiswa.
Hari ini dr. Surya membawakan materi tentang anatomi tubuh. Dr. Surya menjelaskan dengan seksama tentang keseluruhan anatomi tubuh. Sebagai mahasiswa yang baik, aku dengan tekun mendengarkan semua materi yang di sampaikan.
Dengan langkah perlahan aku menuju warung bu Nani. Namun saat berjalan melewati area parkir, hengki berteriak memanggil namaku.
"Adit....! Kamu mau makan siang ya?" tanya Hengki.
"Iya, ni bro. Laper banget aku." Jawab Adit.
"Pergi makan bareng aku yuk, aku juga lagi cari tempat makan. Kalau ada kamu kan bisa bantu aku buat cari tempat makan yang enak." terang Hengki.
"Pas banget kalah gitu." Jawab Adit.
"Pas apanya, dit?" tanya Hengki kembali.
__ADS_1
"Pas banget aku punya tempat recommended yang sesuai dengan keinginan mu tadi. Warungnya memang terlihat sederhana, tetapi rasa masakannya justru membuat lidah bergoyang." Jawab Adit dengan semangat.
"Ya sudah yuk... Nunggu apa lagi? Aku jadi gak sabar pengen makan disana."
Adit mengajak Hengki untuk berjalan ke warung bu Nani, di karenakan letak warung bu Nani tidaklah jauh dari kampus mereka.
Warung yang beberapa hari lalu tampak sepi, kini mulai di padati oleh beberapa para mahasiswa dan pekerja kantoran. Dengan penasaran aku mulai bertanya pada ibu Nani.
"Wah bu, warungnya sekarang mulai rame ya. Alhamdulillah ya, bu."
"Alhamdulillah, mas. Ini juga berkat bantuannya teman mas kemarin. Temen mas promoin warung saya di tempat kost dan kampusnya. Saya benar-benar bersyukur banget bisa ketemu sama mas yang baik-baik ini." Ucap ini lirih dengan mata berkaca-kaca.
"Semua ini udah di atur sama Allah bu, ini buah dari hasil kesabaran ibu." Jawab Adit.
Mendengar perkataan Adit, ibu Nani tak kuasa untuk memeluk Adit. Didalam hatinya dia membatin, mungkin jika aku bisa punya anak aku pasti akan mendidiknya seperti Adit dan Dito. Yang selalu ringan tangan membantu orang yang membutuhkan. Sungguh sangat beruntung bisa menjadi orang tua mereka.
Adit dan Hengki makan dengan lahap, hengki benar-benar menikmati setiap suapan yang masuk ke mulutnya. Mereka melahap semua masakan hingga tandas. Bahkan perut Adit dan Hengki kini terlihat penuh. Hengki tak henti-henti memuji masakan bu Nani, rasa rindu pada ibu kini bisa sedikit terobati dengan masakan bu Nani.
Keduanya berpamitan meninggalkan warung ibu Nani. Terlihat senyum puas dari keduanya. Hari ini hanya ada satu materi di pagi hari, disusul nanti sore sekitar pukul 15.00 wib. Adit dan Hengki berpisah di area parkir. Adit berencana untuk kembali ke kost, sedangkan Hengki berencana untuk membeli perlengkapan dapur.
Di tempat lain, Echa terlihat tengah berbaring di atas sofa. Pelajaran olahraga hari ini benar-benar menguras tenaga. Hari ini guru olahraga Echa meminta siswanya untuk bertanding bola basket. Tentu saja Echa merasa sangat letih sekarang. Bahkan kaki ny terasa berat untuk pergi menuju kamarnya.
"Kamu kenapa, cha? Kok tiduran di sofa?" Tanya mama.
"Echa capek banget ma, guru olahraga Echa tadi suruh kita tanding basket buat ujian praktek." Jawab Echa.
"Oh... Mama kirain kamu kenapa-kenapa. Ya sudah buruan ke kamar dan mandi. Badan kamu pasti lengket tuh. Habis bersih-bersih, kamu langsung makan siang ya. Mama mau pergi ke minimarket sebentar, ada barang yang ingin mama beli." Ujar mama Echa.
"Siap, ma. Mama hati-hati ya." Pesan Echa.
__ADS_1
Dengan langkah lemas Echa menuju kamar. Echa ingin membersihkan badan yang terasa sangat lengket karena berkeringat. Jika terus-terusan berbaring, Echa takut ia akhirnya ketiduran dan lupa dengan apa yang di pesan kan mama.