
🍀🍀🍀🍀
Selang beberapa menit akhirnya Adit sampai dirumah. Namun, Adit merasa kesal. Karena Adit lupa meminta no HP echa.
"Ah.. Bodoh sekali aku, kenapa aku tadi tidak meminta no HP nya." Maki Adit dalam hati.
Sesampainya dirumah, kedatangan Adit disambut bahagia oleh mamanya. Mama Adit yang merasa khawatir pun akhirnya tersenyum bahagia melihat kedatangan anak sulungnya.
"Akhirnya kamu pulang dit, mama mengkhawatirkanmu. Karena tidak biasanya kamu pulang telat tanpa mengirimkan pesan pada mama."
"Maafkan Adit ma, Adit lupa mengirim pesan pada mama." Sesal Adit.
"Ya sudah, lain kali jangan diulang lagi ya nak. Sekarang kamu ganti baju lalu makan. Semua sudah mama siapkan diatas meja." Mama berbicara dengan lembut kepada Adit.
______
Hari ini mama Adit dan sahabatnya akan bertemu dikediamannya. Nona Elly meminta sahabatnya untuk membantu menyiapkan hidangan arisan nanti sore.
Nona Elly begitu antusias menyambut kedatangan sahabatnya.
Sedangkan nona Amelia, mama Echa. Mereka telah bersiap-bersiap untuk pergi.
Hari ini ada rapat para guru disekolah, jadi para siswa-siswi diliburkan. Echa pun bisa ikut serta membantu mamanya.
"Cha... Buruan nak. Nanti kita kesiangan loh, kan gak enak sama teman mama." Panggil mama kepada putri semata wayangnya.
"Iya ma, ni Echa tinggal pake hijab aja kog. Bentar lagi juga Echa selesai. Sabar ya mamaku cantik." Ucap Echa.
Setelah selesai, mereka pergi menggunakan jasa transportasi online.
Tidak lama untuk menuju kediaman sahabat mama, mereka pun segera sampai dan bergegas turun.
__ADS_1
Mama Echa mengetuk pintu rumah sahabatnya beberapa kali, hingga akhirnya terdengar seseorang sedang membuka pintu.
Ceklek... Pintu pun terbuka.
Seorang anak perempuan cantik berusia sekitar 12tahun menyambut kedatangan Echa dan mamanya.
"Assalamu'alaikum cantik, mama ada?" Sapa mama Echa.
"Ada tante, mama lagi di dapur. Ni tante Amel ya sahabatnya mama?" Tanya anak tersebut.
"Iya sayang.. Ini tante Amel. Kamu pinter banget sih." Puji Amel.
"Makasih tante, ayo buruan masuk tante. Mama udah nungguin dari tadi."
Gadis kecil itu menuntun Echa dan mamanya ke dapur.
Mama Elly yang menyadari kedatangan sahabatnya pun segera menyambut kedatangan mereka.
Tapi mereka tidak mengetahui bahwa Adit dan Echa bersekolah di sekolah yang sama.
"Hay Mel... Apa kabar? Ni anak kamu?" Sambut mama Echa. Aduhh.. Anak kamu cantik banget sih Mel." Puji mama Elly.
"Ah tante... Aku jadi malu. Tante juga masih terlihat muda dan cantik." Jawab Echa.
Mendengar perkataan Echa mama Elly tersipu malu.
Cukup lama mereka bercengkrama, hingga akhirnya mama Amel meminta agar segera memulai aktifitas masak-memasak. Mama Amel khawatir jika mereka tidak bisa menyelesaikan semua hidangan dengan tepat waktu.
Tepat pukul 10.00 pagi Adit terbangun dari tidurnya. Adit terlambat bangun karena tadi malam begadang bermain game online dengan sahabatnya.
Adit kemudian menuju kamar mandi untuk membersihkan diri.
__ADS_1
Kemudian dia keluar dari kamar karena merasa cacing yang di dalam perutnya telah berdemo untuk segera diberi makan.
Setibanya di dapur, dia mendengar beberapa orang sedang berbicara. Hingga akhirnya indera penciumannya mencium aroma yang tidak asing.
"Aroma ini.. Ini aroma parfum Echa. Tapi bagaimana mungkin? Apa aku yang berhalusinasi? Atau mungkin aku sudah kehilangan akal sehingga terus memikirkan Echa?" Adit bertanya-tanya dalam hati.
"Ahh.. Sungguh gadis itu bisa membuatku gila. Bahkan hanya dengan memikirkannya saja bisa membuat aku deg deg an." Adit berbicara sambil tersenyum dan memegang dada bagian kirinya.
Setibanya didapur, Adit mendengar keramaian yang tidak biasa. Pandangannya tertuju pada sosok gadis yang mengenakan hijab pasmina berwana pastel, tshirt yang sedikit lebih besar dari ukuran tubuhnya dan dipadukan dengan rok plisket berwarna gelap.
"Siapa gadis itu?" Adit bermonolog dalam hati. Sejak kapan dirumah ini ada seorang gadis berhijab?"
Adit termenung jauh sambil memperhatikan gadis tersebut. Hingga tiba-tiba mama Elly menepuk lengan Adit, sontak Adit terlonjak kaget dan nyaris terjatuh.
(Yaelah dit... Gitu banget yaa terpesona nya 😁)
" Ya Allah mama..... Hampir aja aku jatuh ma." Ucap Adit sedikit berteriak.
" Habisnya kamu bengong sih disitu, mama kira kamu kesambet." Mama tersenyum geli melihat kelakuan putra sulungnya.
" Ayo.. Mama kenalin kamu ke sahabat mama dan anak gadis ny." Ajak mama.
" Amel... Kenalin ni putra sulung aku, Adit. Dia sekarang kelas XII."
Adit mengulur kan tangannya untuk berjabat tangan dengan sahabat mama nya.
Adit mencium punggung tangan tante Amel dengan takjim, tidak lupa dia menyapanya dengan ramah.
" Nah dit, kalo gadis itu anaknya tante Amel." Nak kenalin ini anak tante, dia putra sulung tante." Mama Elly memanggil Echa yang sedang menghiasi kue yang akan dimasukkan kedalam oven.
Gadis tersebut berbalik dan tersenyum.
__ADS_1
Setelah berbalik badan, Adit....