Cupu Incaran Idola

Cupu Incaran Idola
SI CUPU INCARAN SANG IDOLA BAB VIII


__ADS_3

🍀🍀🍀🍀


Saat gadis itu berbalik Adit tersenyum lebar seperti anak kecil yang mendapatkan permen yang sangat banyak.


Bagaimana tidak, ternyata gadis itu adalah Echa. Gadis yang beberapa hari ini menarik perhatiannya.


Echa pun sedikit kaget dengan apa yang dilihat saat ini. Pria dihadapannya adalah Adit, sang idola sekolah.


Echa tidak menyangka bahwa Adit adalah anak dari sahabat mamanya.


Tapi dia merasa senang karena mereka dapat bertemu kembali.


" Haii Cha.... Apa kabar?" Tanya Adit.


" Alhamdulillah baik kak Adit."


Mama Elly yang melihat keakraban mereka sedikit bingung. Karena mama Elly tidak merasa pernah mengenalkan mereka sebelumnya. Sampai akhirnya mama Echa berbicara dengannya.


" Ya Allah.. Dunia itu sempit banget ya Ly. Adit itu kemarin nganterin Echa pulang ke rumah. Dan ternyata mereka ini satu sekolah loh Ly." Jelas mama Echa.


Mama Elly yang mendengar penjelasan sahabatnya tersebut merasa senang. Akhirnya dia mengetahui mengapa anaknya terlihat akrab dengan anak sahabatnya.


" MashaAllah... Gak nyangka banget ya Mel. Aku senang kalo anak kita juga berteman baik." Aku jadi gak khawatir lagi kalo Adit macem-macem di sekolah, karena ada Echa yang bisa mengawasi." Mama Elly berucap sambil mengerlingkan matanya ke arah Echa.

__ADS_1


Mendengar perkataan mama Elly , semua ikut tersenyum.


Tanpa menunda waktu, kedua wanita tersebut segera menyelesaikan semua masakan dan aneka kue.


Meja makan yang sudah dibersihkan, kini tersusun rapi aneka masakan dan kue diatasnya.


Ada sambaldo udang dan pete, ayam goreng, rendang sapi, capcay dan sayur sop. Tidak ketinggalan juga aneka kue yang dapat memanjakan lidah.


Brownies kukus, pie buah, dan ada juga potongan buah serta es serut mentimun.


Waktu sudah menunjukkan pukul 14.00 wib. Alhamdulillah semua hidangan bisa selasai dengan tepat waktu.


Sekarang kedua wanita cantik tersebut sedang bersiap-bersiap untuk menyambut kedatangan sahabat yang lainnya. Karena arisan akan diadakan pada pukul 15.00 wib.


Di lain tempat, Adit dan Echa kini sedang berada di taman belakang. Mereka duduk di sebuah gazebo yang di depannya terdapat kolam ikan kecil. Di sekelilingnya terdapat aneka jenis tanaman hias yang sangat rapi dan cantik.


Ada mawar, anggrek, dan tak lupa aneka tanaman apotek rumah yang tumbuh subur.


"Gak nyangka ya Cha kalo ternyata mama kita sahabatan." Adit mengawali obrolan nya dengan Echa.


"Iya kak, aku juga gak nyangka. Aku kira anak sahabat mama itu perempuan semua."


"Cha.... Boleh gak aku tanya sesuatu ke kamu. Maaf sebelumnya kalo kamu ngerasa tersinggung, tapi aku bener penasaran." Tanya Adit.

__ADS_1


"Tanya apa kak..?" Echa menjawab dengan wajah yang tampak kebingungan.


"Aku penasaran sama parfum kamu, selama ini aku belum pernah mencium bau parfum ini. Wanginya tidak biasa dan begitu lembut. Seperti bunga liar yang pernah aku temukan dulu sewaktu aku naik gunung dengan sahabat-sahabatku."


Echa yang mendengar pertanyaan tersebut tersenyum dan merasa senang. Selama ini banyak orang yang tidak begitu menyukai parfum nya.


" Parfum ini aku buat sendiri kak, aku belajar membuat parfum dari kakekku dulu. Sebelum beliau meninggal, beliau suka mengajakku membuat parfum. Kami hanya membuat untuk dipakai sendiri, tidak untuk dijual."


"Beliau dulu seorang apoteker kak, jadi beliau faham betul bahan dan cara meracik bunga untuk dijadikan parfum."


"Dan parfum yang aku pakai sekarang berasal dari tanaman yang ada di sekitar belakang rumah. Aku mengumpulkan nya dan menjadikannya parfum." Echa menjelaskan secara lengkap pada Adit.


Mendengar jawaban Echa, Adit merasa kagum pada Echa. Di zaman yang modern seperti ini, biasanya para wanita akan memakai barang-barang branded. Tapi tidak dengan Echa, dia lebih memilih bahan alami disekitarnya.


"Cha... Boleh kan aku minta no HP kamu?" Siapa tau, suatu saat aku akan meminta dibuatkan parfum khusus buat aku." Bujuk Adit.


"Hahaha.. Boleh kog kak." Echa tertawa menanggapi permintaan Adit.


Adit menyerahkan ponsel kepada Echa, kemudian Echa menyimpan 12 digit angka di dalam ponsel Adit.


Adit merasa begitu senang, akhirnya dia bisa memiliki no HP Echa.


Saat sedang asyik mengobrol....

__ADS_1


__ADS_2