Cupu Incaran Idola

Cupu Incaran Idola
SI CUPU INCARAN SANG IDOLA XIII


__ADS_3

Tanpa sadar dia menabrak sebuah pot bunga yang berada di dekat pintu kamarnya.


Hal itu terlihat oleh orang tua Echa. Echa yang menyadarinya pun tersipu malu.


Dalam hati dia merutuki dirinya, bagaimana bisa dia tidak melihat keberadaan pot bunga sebesar itu di hadapannya.


"Astaghfirullah... Aku sungguh malu dengan sikap cerobohku. Pasti setelah ini papa dan mama akan meledekku."


"Kamu tidak apa-apa Cha?" Mama begitu mengkhawatirkan anaknya. "Lagian kamu sih, pot sebesar itu main di tabrak aja. Seperti orang baru aja di rumah ini".


Echa yang mendengar ucapan mama merasa sangat malu dan segera memasuki kamarnya.


Akhirnya Adit sampai di rumahnya. Adit segera masuk ke kamar dan membersihkan diri. Adit yang merasa haus, terpaksa keluar kamar untuk mengambil air minum di dapur.


"Kamu udah pulang Dit, mama gak dengar kamu pulang tadi. Soalnya mama sedang istirahat di kamar."


"Kamu udah makan nak? Kalau belum biar mama hangatkan makanannya." Ujar mama Adit.


"Sudah kok ma, tadi tante Amel mengajakku untuk ikut makan malam dengan mereka." Adit menjawab pertanyaan mamanya.


"Adit, langsung ke kamar ya ma, mau istirahat. Adit gak mau besok kesiangan, dan terlambat pergi sekolah." Pamit nya kepada mama.

__ADS_1


"Iya sayang... Selamat istirahat ya nak. Semoga ketemu Echa dalam mimpi." Mama menggoda Adit dan tersenyum melirik anak sulungnya.


"Mama..... Kok mama bisa tau sih aku pengen ketemu Echa dalam mimpi?" Adit menanggapi mamanya dengan candaan yang serupa.


"Dasar anak nakal, gak bisa diajak becanda dikit. Langsung aja nyambung." Mama tertawa melihat reaksi anaknya.


Puas bersenda gurau dengan sang mama, Adit pun kembali ke kamar untuk istirahat.


Dia tidak ingin besok pagi terlambat untuk pergi ke sekolah.


Hari ini mungkin hari yang tidak di inginkan oleh banyak siswa, karena tepat hari ini para siswa akan mengadakan upacara bendera. Seperti sekolah Tunas Bangsa yang rutin mengadakan upacara bendera setiap hari senin.


Sekolah Tunas Bangsa adalah tempat Echa dan Adit menambah ilmu.


Bel istirahat yang di tunggu para siswa akhirnya berbunyi. Seluruh siswa berhamburan untuk pergi ke kantin.


Hari ini sebenarnya Adit ingin mengajak Echa untuk pergi ke kantin bersama. Tapi tiba-tiba Mutia menghampirinya dan mengajaknya untuk pergi ke kantin bersama.


"Kamu mau pesan apa dit? Seperti biasanya kan?" Mutia yang telah lama menjadi teman Adit, begitu hafal makanan apa yang akan di pesan Adit jika sedang berada di kantin.


"Iya Tia, seperti biasa saja" Jawab Adit.

__ADS_1


"Bu Rahma, saya pesan nasi goreng dengan telur mata sapi setengah matang, dan coklat panas serta jus jeruk tanpa gula 1 ya buk." Mutia dan Adit memang sudah lama berlangganan dengan bu Rahma.


"Kamu kog cuma pesan minum aja, kamu gak makan?" Adit bertanya pada Mutia setelah mendengarkan pesanan yang di ucapkan Mutia tadi.


"Tidak dit, aku masih kenyang. Dan kebetulan aku juga lagi diet."


"Ya ampun Tia, kamu ingin diet apalagi sih? Aku rasa postur tubuhmu sudah ideal. Sebaiknya kamu tidak usah diet lagi. Nanti kamu bisa jatuh sakit."


Mendengar ucapan Adit, Tia merasa berbunga-bunga. Adit masih begitu perduli dan perhatian padanya. Hal manis seperti ini yang membuat Tia jatuh hati pada sahabatnya tersebut.


"Iya dit... Tapi beneran, aku masih ngerasa kenyang. Maka nya aku hanya memesan minuman."


Mutia dengan sabar menunggu Adit menyelesaikan makanannya.


"Adit... Semalam aku main kerumah kamu. Tapi kata tante kamu sedang pergi kerumah Echa." Mutia berbicara pada Adit di sela-sela waktu makanannya.


"Iya Tia, aku semalam pergi ke gerai kak Tami dengan Echa. Setelah itu kami pergi makan di salah satu cafe yang berada di dekat gerai kak Tami." Ucap Adit menanggapi.


Mutia mengehela napasnya yang terasa begitu berat. Dia tidak menyukai nana gadis cupu itu di sebut.


Setelah menyelesaikan makanannya, Adit dan Mutia kembali menuju kelasnya.

__ADS_1


Tepat di depan perpustakaan, Adit melihat Echa yang tengah membaca buku di sudut ruangan. Adit hendak menghampirinya, tetapi dia mengurungkan niatnya karena mendengar...


__ADS_2