
Pagi hari dikediaman Gautama. Putri ditemani Annisa dan Alice sedang menikmati sarapan pagi sebelum mamulai kesibukan masing-masing. Hari ini Annisa dan Alice akan berangkat bersama kesekolah sedangkan Putri berangkat kekantor.
Annisa menyendok nasi goreng favoritnya. “Kak Alexa belum kekantor hari ini?” tanya Annisa karena dia tidak melihat Alexa pagi itu.
“Belum, masih harus istirahat beberapa hari untuk pemulihan cideranya.” Jawab Putri sambil mengambil roti dan mengoles selai kesukaanya.
“Alice kenapa diam saja?” tanya Annisa yang sejak tadi diam saja menyantap makannya.
“Tidak Apa-apa nona sa..
“Sudah gue katakan dilarang pakai kata formal dan lo harus berikap seperti gue ini saudaramu kalau gak, gue suruh kakak untuk memberhentikanmu” potong Annisa.”Kalau lo bersikap seperti itu mana ada yang percaya kalo lo itu sepupu gue” lanjutnya. Dia sudah berpesan kepada Alice jika harus bersikap seperti sahabatnya.
“Saya akan coba nona” masih dengan kata formalnya
“Atau paling tidak pakai aku kamu saja biar tidak terlalu formal.” Sahut Annisa.
“Sudah ayo berangkat nanti terlambat” ucap Putri yang jengah melihat perdebatan keuda gadis itu.
Mereka berangkat ketujuan masing-masing. Putri yang kini memakai sopir seperti yang disarankan Alexa menuju kantornya. Dia harus menggantikan posisi pak Hendro dan Alexa diakrenakan keduanya lagi sakit. “Huft. Bisa cepat tua gue kalo harus gantiin mereka terus” gumahnya.
Sesampainya diruangannya dia sudah disambut dengan tumpukan berkas yang harus dia periksa sebelum pindah ketangan Alexa untuk ditanda tangani. Ada beberapa proposal yang ditolaknya karena tidak masuk akal dan proyek tidak menguntungkan secara signifikan.
Dia kemudian memanggil sekertarisnya untuk mengembalikan proposal itu divisi-divisi yang mengirimnya. Dia juga meminta sekertarisnya untuk memotongbmasa skors Agham menjadi satu minggu karena pertimbangan dia sudah dimaafkann oleh Alexa.
Semntara itu di Gautama international high school, Annisa kini sudah berada didalam kelas sementara Alice sedang menghadap kepala sekolah untuk melaporkan kedatangannya sesuai perintah Mike. Alice mengetuk lalu membuka pintu ruangan itu, “ Pagi pak. Alice siap bertugas” sapa dengan tegas.
“Baiklah, kamu masuk XI IPA 1. Jalankan tugasmu dengan baik, tetap aka ada yang mengcover tapi jarak jauh. Jangan ada kesalahan”
__ADS_1
“Siap pak. Saya permisi” ucap Alice lalu undur diri menuju kelas Annisa.
Alice berjalan menyusuri koridor menuju kelas baruya, Didepan pintu kelas yang tertutup karena sedang berlangsung proses belajar mengajar. Tok. Tok Tok. “Masuk” terdengar suara dari dalam ruangan. Alice lalu
membuka pintu lalu masuk kedalam ruangan. Annisa tersenyum ketika melihat Alice.
“Selamat pagi bu, saya siswi pindahan dari kota Y bu” sapa Alice ketika menghadap gurunya.
“Baik, perkenalkan diirmu” Perintah gurunya.
“Selamat pagi. Perkenalkan nana saya Alicia Saputri dan biasa dipanggil Alice. Salam kenal semua” ucap Alice memperkenalkan diri didepan kelas.
“Salam kenal juga” ucap mereka serempak.
“Kamu duduk dikursi kosong paling pojok dekat dekat Annisa, Annisa angkat tanganmu” tunjuk gurunya dan Annisa mengangkat tangannya. Alice berjalan mendekati meja kosong tersebut dia menarik kursi dan duduk disana. Mereka kemudian mengikuti pelajaran dengan serius, Alice yang notabene anak cerdas mampu menerima dan mengerti apa yang diajarkan guru sampai selesai.
“Rin, pesan seperti biasa. Loe mau makan apa?” Tanya Annisa kepad Alice
“Nanti aku pesan sendiri” ucap Alice yang merasa tidak enak sama Annisa yang tak alin adalah nonanya.
Arini seperti biasa memesan makanan bersama dengan Alice. Setelah itu mereka kembali dengan membawabmakanan yang sudah dipesan.
“Lo berdua seperti udah akrab seperti sudah lama kenal” sahut Arini yang memperhatikan keduanya seperti bukan baru kenal karena tidak ada kecanggungan diantara keduanya..
“Gue ma Alice sepupu jadi kenal lah” Jawab Annisa memberikan alasan kepada Arini biar dia bisa percaya.
“Jadi lo berdua sepupu?” tanya Arini heran.
__ADS_1
“Iya gue sepupu, walau sepupu jauh sih” balas Annisa
“Lonkok gak pernah cerita kalo lo punya sepupu cantik gini” sahut Arini.
“Ngapain gue cerita lah dia aja orangnya jarang datang eh sekalinya datang eh ternyata pindah sekolah” jawab Annisa.
“Lokenapa pindah kemari?” tanya Arini.
“Aku buat masalah disekolah. Dari pada dikeluarkan aku pindah aja” Jawab Alice asal.
Mereka terus berbincang dengan santai, Arini yang orangnya supel cepat akrab dengan Alice. Alice selalu waspada, dia banyak memperhatikan keadaan sekitarnya karena dia takut terjadi sesuatu kepada Annisa. Setelah makannya selesai mereka bertiga kembali kekelasnya untuk mengikuti mata pelajaran berikutnya. Alice yang anak baru disekolah menjadi pusat perhatian dari siswa lain karena langsung dekat dengan Annisa. Ada yang memujinya ada juga yang mencemooh karena menganggap Alice dekat Annisa karena dia kaya.
Sementara itu Agham yang masih diskorsing hanya duduk nayantai dirumahnya, sambil memainkan gitarnya menghibur diri sekaligus melatih beberapa lagu baru yang akan dinyanyikan nanti malam dicafe. Dia sudah mendapat telpon dari sekertaris Putri jika masa skorsingnya dipotong menjadi 1 minggu.
Sampai saat ini Annisa belum mau menjawab telponnya, dia merasa bersalah dengan adiknya karena telah menuduhnya dengan kasar sehingga adiknya lebih memilih tinggal bersama Alexa dari pada tinggal dengannya.
Ibunya memperhatikan anaknya yang dari tadi hanya main gitar dan sesekali termenung. “Kamu kenapa?” tanyanya setelah ibunya berada didekatnya.
Agham menengok asal suara ibunya itu “Nisa belum mau menjawab panggilan telponku bu” jawabnya dengan sendu.
“Ini jadi pelajaan juga buat kamu, jika punya masalah dikantor jangan dibawah kerumah. Bedakan antara kantor dengan rumah” nasehat ibunya. “Alexa sudah menelpon ibu, dia minta ijin untuk Annisa sementara tinggal dirumahnya. Dia mau mengajari Nisa untuk mandiri dan belajar beladiri supaya adekmu itu bisa menjaga dirinya sendiri” Lanjutnya.
Agham sebenarnya heran kenapa Alexa sangat menyukai adiknya itu. “Kenapa ibu mengijinkan? Nanti Nisa kenapa-kenapa jika belajar beladiri” protesnya kepada ibunya yang gampang saja mengijinkan adiknya tinggal disana.
“Kata Nisa yang tinggal dirumah utama semua perempuan. Kecuali satpam dan sopir yang tinggal terpisah dengan rumah utamanya. jadi kamu jangan khawatir dengan keselamatan adikmu. Sekarang ini dia sekamar dengan Alice pengawal pribadinya yang menemaninya sekolah” ibunya menjelaskan panjang lebar.
Agham mulai sedikit tenang mendengar cerita ibunya tentang Annisa dirumah Alexa.
__ADS_1
To Be Continued