Dendam Alexa

Dendam Alexa
Hacker menyerang perusahaan


__ADS_3

Malam ini Alexa menemani Annisa belajar programing bersama dengan Lukman dan Alice diruang keluarga, Annisa begitu serius dengan pelajaran tentang pengenalan coding yang diajarkan lukman dan sesekali Alexa juga ikut mengajarkan.


Annisa yang termasuk anak jenius mampu dengan cepat memahami segala hal yang diajarkan oleh Lukman apalagi mata pelajaran favoritnya tentang algoritma. Lukman merasa mengajarkan Annisa terasa lebih mudah dengan cepat tanggap dan dasar-dasar yang cepat dikuasai oleh Annisa.


Tiba-tiba dilaptop lukman muncul peringatan yang berarti hacker lagi berusaha menorobos masuk keserver perusahaan. “Bos ada yang mencoba menorobos sistem keamanan kita” sahut Lukman memberitahu Alexa. Alexa


memberi kode kepada Lukman untuk mengikutinya. Lukman juga sudah mengirim pesan kepada anggotanya agar mencegah hacker menorobos.


Alexa kemudian meraih berjalan memasuki ruang kerjanya dan memeriksa keamanan servernya. Ternyata peretas sudah hampir masuk dan mencuri datanya “Mau main-main ternyata” Alexa tersenyum smirk lalu jari-jarinya mulai menari diatas keyboard mencoba menghalangi.


Lukman masuk kedalam ruang kerja itu lalu membuka laptopnya. Dia juga berusaha mencegah hacker mencuri data penting perusahaan. “Lukman, kau cegah saja orang-orang itu saya cari lokasinya” perintah Alexa kemudian.


Alexa kemudian membuka aplikasi yang pernah dia pasang di keamanan servernya dan langsung nampak lokasi beberapa lokasi tipuan yang hacker buat untuk menyembunyikan lokasi asli mereka. Dia meraih ponselnya lalu


menghubungi Mike yang ada dimarkas.


Tut. tut.


“Saya kirimkan alamatnya. Tangkap mereka, bawa kemarkas.” Perintahnya kepada Mike.


“Siap laksanakan” jawab Mike singkat lalu mematikan sambungan telponnya. Alexa kemudian mengirimkan titik kordinat kepada Mike, titik tersebut berada dipinggiran kota J tepatnya sebuah gudang kosong yang sudah lama tidak terpakai.


 “Bagaimana” tanya Alexa kepada Lukman.


“Beres bos, saya sudah kirim virus yang bisa menyerang sistem komputer mereka” Jawab lukman.


“Mereka mau bermain-main denganku, Tingkatkan lagi keamanan dan setelah itu kita kemarkas” perintah Alexa. Lukman kembali bekerja meningkatkan keamanan sementara Alexa keluar dari ruang kerja menuju ruang keluarga untuk menemui Annisa yang tengah asik belajar.


Semenatara itu, Mike sementara meluncur kelokasi yang dikirim oleh Alexa. Anggotanya yang terdekat lebih dulu merapat kelokasi tersebut. “Ketua, kami sudah dilokasi” Lapor anggotanya melalui panggilan radio.


“Awasi jangan sampai ada yang lolos, tunggu saya disana” perintah Mike kepada anggotanya.


“Siap ketua” Jawab anggotanya. Mereka berjumlah 10 orang menyebar ke beberapa titik sambil menunggu ketua datang.


Setelah 30 menit Mike bersama 10 anggotanya sampai dilokasi, dia memarkir kendaraannya agak jauh dari gudang yang telah dikepung anggotanya. “Bagaimana situasinya?” Tanya Mike kepada anggotanya.


“Disisi utara ada 2 orang yang berjaga sedangkan disisi selatan kosong bos, pintu depan ada 4 orang dan belakang ada 4 orang” jawab anggotanya. Mike memberi kode kepada Anggota yang dibawanya untuk menyebar.

__ADS_1


“Terbangkan mini drone untuk memeriksa kondisi didalam” lanjut Mike. Anggotanya kemudian mengeluarkan mini drone dan mencari celah diantara tembok gudang untuk masuk kedalam. “Coba agak kekanan, sepertinya ada lubang ventilasi bisa kamu masuki” perintahnya lagi. Drone memasuki lobang ventilasi, nampak dilayar ruangan didalam kosong dan tak ada tanda kehidupan.


“Kosong ketua” sahut anak buahnya. “Ringkus penjaga. Kita periksa didalam” Anggotanya yang sudah berada ditempatnya masing-masing mulai menyergap tanpa menimbulkan keributan. “Beres Ketua” Sahut Anggotanya.


Mike lalu berjalan mendekati pintu gudang dan membukanya. Beberapa anggota masuk kemudian memeriksa seluruh penjuru ruangan itu dengan hati-hati. Mike yang terlatih melangkah dengan pelan dan melihat sekelilingnya. Tidak adanya pencahayaan dalam ruangan membuat mereka menggunakan night vision goggles untuk melihat dalam gelap.


“Ketua, sepertinya ini ada pintu rahasia, diantara dinding lain yang berdebu dinding ini paling bersih” analisa anggotanya. Mike kemudian memeriksa dinding itu dia meraba sekelilingnya untuk mencari tombol agar pintu rahasia itu dapat dibuka.


“Coba gerakkan patung itu, saya curiga kenapa ada patung dalam gudang kosong” ucap mike, anggotanya langsung mendekati dan mencoba menggerakkan patung itu namun sepertinya tidak bergerak. Karena sudah lelah menggerakkannya dia menekan kepala patung itu dan tiba-tiba patung itu bergerak kebawah dan dinding didepan mike bergeser.


Aggota the hunters bersiap dengan senjata masing-masing. Setelah pintu terbuka, terlihatlah ruangan yang didalamnya beberapa orang lengkap dengan fasilitas komputer canggih. Mereka tidak menyadari kedatangan Mike dan anggotanya karena sibuk memperbaiki sistem yang diserang oleh Lukman. “Tangkap mereka” perintah Mike yang membuat orang-orang itu kaget dan berusaha melarikan diri akan tetapi dengan banyaknya anggota the Hunters yang berjaga mereka semua berhasil dibekuk.


“Siapa kalian, kenapa menyerang kami?” tanya salah satu dari mereka.


“Kamu ketuanya? Kalian telah berani menyerang sistem perusahaan kami jadi wajar bila kalian kami tangkap. Bawa mereka semua kemarkas, hancurkan fasilitas mereka.” perintah Mike lalu berjalan keluar dari gudang diikuti anggotanya yang membawa tawanan itu. “Lucuti semua pakaian mereka, jangan sampai ada alat pelacak ditubuh mereka” lanjutnya.


Sementara itu dirumah Alexa lagi heboh dengan kedatangan putri. “HEI. Perusahaan lagi diserang kalian tenang-tenang saja gimana sih” bentak Putri yang baru datang.


“Sudah diatasi Put, ini lagi nunggu info dari Kak Mike” jawab Alexa dengan tenang sambil tersenyum kepada Putri.


Drtt. Drtt. Drtt.


“Bagaimana?” tanya Alexa tanpa basa-basi.


“Beres Nona. Kami dalam perjalanan menuju markas” Jawab Mike.


“Baik, saya kemarkas sekarang” sahut Alexa lalu mematikan sambungan telponnya. “Gue mau kemarkas, Kak Mike berhasil menangkap mereka” lanjut Alexa.


“Kak boleh saya ikut” tanya Annisa.


“Besok kamu sekolah, lain kali baru kamu kesana. Lanjutkan pelajaran yang diberikan. Lukman, kita kesana dan Putri kamu disini temani mereka.” Perintah Alexa


“Baiklah, kamu hati-hati” sahut Putri.


Mereka berdua berangkat kemarkas The Hunters dengan motor masing-masing. Mereka berdua memacu motor dengan kecepatan tinggi. Setelah 40 menit mereka sampai dimarkas The Hunters dan disambut oleh Anggota yang berjaga disana. “Selamat datang bos” sapa mereka.


“Kak Mike sudah sampai?” tanya Alexa.

__ADS_1


“Baru saja ketua, dia sedang mengintrogasi tawanan” Jawab anggotanya. Alexa kemudian berjalan menuju ruang introgasi. Sementara didalam ruang introgasi, Mike masih duduk didepan  tawanan sambil menanyakan identitas  mereka satu persatu. Pintu terbuka dan masuklah Alexa dan Lukman.


“Mereka semua Hacker yang menyerang perusahaanku?” tanya Alexa dingin.


“10 orang hanya penjaga saja dan 4 orang hacker” jawab Mike.


“Pisahkan mereka, bawa penjaganya ke ruangan lain saya mau mengintrogasi hackernya” Anggota the Hunters langsung membawa 10 penjaga itu ke ruangan lain.


“Siapa yang menyuruh kalian” tanya Alexa dengan nada datar. Mereka diam tanpa menjawab. Alexa kemudian mendekati salah satu dari mereka. Dia melayangkan satu pukulan yang mendarat diperut, orang itu langsung berjongkok memegang perutnya yang sakit. “Kalau saya bertanya dijawab” Bentak Alexa. “Siapa bos kalian?” tanya Alexa lagi.


“Kami tidak tahu, kami hanya dperintah oleh seseorang melalui telpon dan suaranya disamarkan.”  Jawab salah satu dari mereka.


“Kenapa mau bekerja untuk bosmu itu jika kamu tidak pernah bertemu?”


“Kami awalnya ditangkap dan disekap, anak buahnya menyiksa kami mereka juga mengancam akan membunuh keluarga kami sehingga dengan terpaksa kami melakukan perintahnya” jawabnya lagi.


Alexa kemudian melanyangkan pukulan kepada mereka semua satu-persatu hingga mereka semua terduduk karena kesakitan.


“Kak Mike, Sepertinya mereka hanya diperalat saja. Bawa mereka ke ruang tahanan”Perintah Alexa lalu berjalan keluar ruangan. Dia berjalan menuju ruangan tempat pejaga itu ditahan. Didalam ruangan itu mereka semua


didudukkan dikursi.


“Siapa bos kalian? Tanya Alexa. Salah satu dari mereka menatap Alexa dengan tatapan tajam. “Sepertinya kau ketuanya ya?” tanya Alexa dengan tatapan dingin lalu mendekati orang itu “Bugh” satu pukulan mendarat diwajah orang itu membuat sudut bibirnya mengeluarkan darah.


“Cihh. Biarpun kau, menyiksaku saya tidak akan buka mulut” jawabnya.


“Hahahaha. Situa  bangka Richard Welton ternyata pintar mencari anak buah yang setia” tawanya terdengar mengerikan, pria itu kemudian gemetar ketika mendengar nama Richard Welton disebut. “Ternyata memang kau anak buahnya. Hahahaha.” Reaksi orang itu membuat Alexa yakin dengan pimpinan mereka. “Beri mereka pelajaran dasar setelah itu kurung di ruang tahanan bawah tanah” perintah Alexa kepada Anggota The hunters lalu dia berjalan keluar ruangan.


Diluar dia bertemu dengan Mike yang sedang berbicara dengan Lukman. “Ternyata mereka orang-orang Ricahrd Welton” sahut Alexa.


“Mereka ingin merebut perusahaan AG Group ternyata” ucap Mike.


“Kak Mike, periksa identitas para hacker itu. Mungkin bisa kita manfaatkan kedepannya” ucap Alexa “Lukman, hancurkan Welton Group. Ini balasan jika ingin bermain dengan saya. Kita lihat reaksi pak tua itu jika perusahaannya yang ada disini kolaps. Saya pulang dulu.” Senyumnya mengembang dia sudah yakin bisa menghancurkannya karena IT mereka sudah ditangan Alexa.


Dia kemudian berjalan menuju motornya lalu meninggalkan markas The Hunters.


To Be Contunied

__ADS_1


__ADS_2