
Mobil yang dikemudikan oleh pak Udin meninggalkan kediaman milik Alexa dengan kecepatan sedang. Mobil terus melaju dijalan raya yang sudah mulai terlihat padat menuju sekolah.
Seperti biasa didalam mobil Annisa dan Alice membahas tentang pelajaran sekolah yang akan dipelajari hari ini. Annisa juga memastikan tugas-tugasnya tidak ketinggalan.
Sementara itu Randi salah satu ketua tim pengawal bayangan yang ditugaskan untuk mengawasi dan menjaga keselamatan Annisa terus mengikuti pergerakan Annisa.
Dia merasa beberapa hari terakhir selalu ada yang mengikuti mereka tapi pergerakan sangat halus sehingga membuat dia belum mengetahui apa orang itu betul atau hanya firasatnya saja.
Setelah Annisa sampai di sekolah dan merasa aman dia segera memerintahkan anggotanya untuk tetap berjaga di luar kawasan sekolah. Dia kemudian melaju menuju markas The Hunters untuk menemui Mike ketuanya.
Beberapa menit kemudian dia sampai di markas. Setelah memarkirkan motornya dia berjalan menuju ruangan ketua The Hunters. dia mengetuk pintu terlebih dahulu baru terdengar sahutan dari dalam, dia membuka pintu dan melangkah masuk kedalam ruangan.
"Selamat pagi ketua" sapa Randi yang sudah berdiri didepan Mike.
"Ada apa sampai menemuiku secara langsung? biasanya kamu hanya melaporkan lewat telpon" tanya Mike yang tau dengan ekspresi wajah Randi.
"Begini ketua, saya tidak tahu ini hanya perasaanku saja atau memang benar. beberapa hari terakhir saya merasa ada yang mengikuti mobil yang ditumpangi oleh nona Annisa. saya berusaha untuk mencari tau tapi saya tidak menemukan hal yang mencurigakan" Lapor Randi kepada Mike...
"Jadi menurutmu ada yang mengawasi kalian begitu?" tanya Mike.
"Betul ketua, hanya saja mungkin mereka mengetahui kami mengawal Nona Annisa jadi belum beraksi atau mereka mengawasi dari kejauhan" sahut Randi mengeluarkan pemikirannya.
"Baiklah, saya akan meminta Lukman untuk mencari tau apa ada yang mengikuti kalian atau tidak. Kamu kembali mengawasi Nona Annisa jangan sampai kecolongan. saya juga akan menurunkan tim untuk mengcover kalian" Mike memberikan perintah kepada Randi.
"Baik ketua, saya permisi dulu" ucap Randi lalu pamit meninggalkan ruangan Mike.
Mike kemudian menghubungi Lukman untuk memeriksa CCTV jalan yang dilalui oleh Annisa menuju sekolahnya. setelah itu dia juga memberi pesan peringatan kepada seluruh pengawal termasuk Alice untuk lebih berhati-hati.
Randi melajukan motornya menuju sekolah untuk memeriksa sekitar sekolah, dia tidak mau kecolongan seperti kejadian yang menimpa pak Hendro karena kelalaian tim dalam mengawasi mobil yang diparkir di basemen.
Setelah sampai di sekolah dia memarkirkan motornya lalu berjalan mengelilingi gedung sekolah. kini dia berada di roof top gedung sekolah sambil memperhatikan sekelilingnya.
Sementara Alice yang sedang belajar merasakan getaran di ponselnya. dia kemudian mengambil dan melihat siapa yang mengirimkan pesan untuknya. Setelah membuka pesan dan membacanya dia kemudian mengerti apa yang harus dilakukan sesuai dengan pelatihan yang telah diberikan.
__ADS_1
Alice harus menambah kewaspadaan dalam menjaga keselamatan Annisa. Agar tidak menimbulkan kecurigaan dari teman-teman sekelasnya dia kembali tenang mengikuti pelajaran.
Setelah pelajaran selesai Annisa mengajak Alice kekantin. Mereka berjalan bertiga dengan Airin sahabat Annisa. Seperti biasa Airin akan selalu memesan makanan untuk mereka bertiga.
"Ada apa Al? kenapa aku tiba-tiba merasa kamu berubah setelah selesai pelajaran?" Annisa bertanya karena sejak keluar dari ruangan Alice seperti lebih memperhatikan sekelilingnya.
"Tidak apa-apa" elak Alice yang tidak ingin Annisa khawatir.
"Kamu jangan bohong, aku hapal tiap ekspresi wajahmu" ucap Annisa sambil menatap mata Alice.
"Hanya ada peringatan dari ketua" ucap Alice.
"Peringatan tentang apa?" tanya Annisa kembali.
"Peringatan agar aku lebih waspada dalam menjaga kamu" jawab Alice santai.
"emang ada apa sampai mendadak kak Mike memberikan peringatan?" Annisa yang penasaran terus memberondong pertanyaan kepada Alice.
"Ada apa? kok kelihatannya serius banget. Lo berdua ada masalah?" tanya Airin yang tiba-tiba muncul membawa pesanan mereka berdua.
"Gak ada apa-apa hanya Masalah kerjaan aja" elak Annisa
"Kerja apaan? ajak-ajak gue dong" ucap Arini.
"Lo belajar aja, nanti kalau ikutan kerja berpengaruh terhadap beasiswa Lo itu" ucap Annisa. "Eh Lo tanyain ma bokap Lo, dia mau gak jadi sopir dihotel? kalau mau minta menghadap lusa di hotel Illuminati." tanya Annisa.
"Serius lo? tapi bokap gue hanya lulusan SMP" Ucapnya sendu.
"Gak papa, kalau dia mau Lo minta dia menemui HRD lusa." ucap Annisa sembari tersenyum melihat sahabatnya itu.
"Baiklah, sebentar gue beritahu bokap" ucap Arini senang. "Thankz ya udah banyak bantuin gue"
"Kita kan sahabat. Asal Lo gak ngehianatin gue"
__ADS_1
"Gak mungkin lah, kita kan udah kenal lama dan Lo yang slalu bantuin gue" ucap Arini tulus.
Setelah makanannya habis mereka kembali ke kelas karena sebentar lagi akan dimulai pelajaran. tak lama setelah berada di dalam kelas, guru mata pelajaran kimia memasuki kelas dan mulai mengajar.
Bell sekolah berbunyi menandakan sudah waktunya pulang sekolah, Annisa berjalan bersama dengan Alice dan Arini menuju mobilnya. Setelah mereka masuk kedalam mobil, pak Udin langsung melajukan mobil menuju rumah lama Annisa untuk mengantarkan Arini.
Seperti biasa Randi mengikuti mobil dari jarak aman dan tetap waspada terhadap bahaya yang setiap saat bisa menyerang. mobil melewati jalan sepi tapi belum tampak ada tanda-tanda yang mencurigakan.
Setelah menurunkan Arini, pak Udin kembali melanjutkan perjalanan menuju kediaman Alexa. Sampai mereka di kediaman Alexa tak tampak kendaraan yang mencurigakan mengikuti mereka.
Annisa dan Alice memasuki rumah dan disambut oleh ibu Rani yang sedang menata meja makan untuk makan siang.
"kalian sudah pulang, sana ganti baju baru kita makan siang bersama" ucap ibu Rani menyambut kedatangan kedua gadis remaja itu.
Sementara itu di gedung perusahaan AG Group, tampak Alexa sedang memeriksa laporan perusahaan Cabang dan rumah sakit yang ada diluar kota.
"Bagas, kenapa Rumah Sakit yang ada dikota M mengalami kerugian terus menerus? pendapatan Rumah sakit tidak menutupi gaji dokter dan perawat belum lagi untuk biaya maintenance" ucap Alexa.
"Nanti saya selidiki Nona" jawab Bagas.
"Secepatnya Bagas, kalau bisa sebentar malam laporannya sudah kau kirim lewat email" ucap Alexa.
"Selalu saja mau cepat-cepat, dikira gampang apa" gerutu Bagas.
"Kalau gak mau kerja katakan nanti saya kirim ke Afrika biar berteman dengan jerapah" Seru Alexa.
"Maaf Nona, saya masih mau kerja. jangan dikirim ke Afrika. Eh tapi apa perusahaan ada cabang disana?" sahut Bagas
"Ada. Tugasmu nanti memberi makan singa. Sana kerjakan tugasmu, saya tunggu nanti malam." ucap Alexa dengan ketus.
"Baik saya permisi" ucap Bagas meninggalkan ruangan Alexa. Alexa kemudian melanjutkan memeriksa laporan cabang perusahaan yang lain.
to Be Continued
__ADS_1