
Alexa kini sedang berada di dalam kamar hotel bersama dengan Lukman dan Andika. Randi beserta 3 orang lainnya berjaga di rumah sakit untuk mengantisipasi gangguan dari Black Cobra.
"Bagaimana hasil pemantauan yang kau lakukan?" tanya Alexa.
"Mereka tinggal di daerah kampung hitam, sarang para kriminal seperti pencuri, perampok, pemerkosa dan pembunuh bayaran ada semua disana dan polisi tidak berani masuk kedalam wilayah kampung hitam. Coba lihat dari pemantauan drone. Mulai dari jalan masuk sampai kemarkas mereka banyak ditempatkan penjaga"
"Andika, terpaksa kita harus mengirim penjahat itu ke Neraka" sahut Alexa.
"Jadi maksudnya kita harus menyerang mereka langsung? Kita hanya beberapa orang sedangkan Disana ada ratusan orang dikampung hitam."
"Kamu hanya tinggal dimobil bersama 2 orang anggota memantau dengan drone sementara saya dan delapan anggota lainnya masuk kedalam kampung hitam. Serangan kejutan adalah serangan paling efektif untuk menjatuhkan mental lawan" sahut Alexa.
"Kita buat kampung hitam menjadi kampung merah malam ini" sambung Andika dengan semangat.
Tak perlu diragukan lagi, kemampuan 1 anggota team elit The Hunters sama dengan 20 tentara terlatih. Berkat latihan keras ala pasukan khusus yang diterapkan oleh Mike membuat mereka tidak tertandingi.
Lukman yang hanya mengandalkan otaknya karena fisiknya yang lemah hanya bisa menggelengkan kepalanya mendengar ucapan Alexa dan Andika.
"Kita siapkan penyerangan sebentar malam, Andika, minta semua anggota untuk istirahat dan perintahkan Randi kembali ke hotel bersama anggotanya. Dan kamu Lukman, periksa semua data dokter dan kinerja mereka. saya harus mencari pengganti direktur" ucap Alexa memberikan perintah kepada keduanya.
Setelah keduanya keluar dari kamar yang ditempati oleh Alexa, dia lalu merebahkan tubuhnya diatas kasur empuk. Baru beberapa menit dia langsung tertidur dengan pulas.
*****
Di perusahaan Angkasa Group tampak Putri sedang memeriksa laporan perusahaan Cabang dengan teliti. Beberapa laporan ganjil tentang perusahaan Cabang membuatnya curiga jika ada yang bermain di belakangnya.
"Pak Yono bisa keruanganku sekarang" ucap Putri memanggil asistennya lewat interkom.
Tok tok tok..
Pak Yono membuka pintu lalu masuk kedalam ruangan.
"Pak, selidiki semua kantor cabang secara diam-diam. sepertinya semua laporan ini telah dimanipulasi" seru Putri lalu menyerahkan laporan tersebut kepada Pak Yono.
"Baik Bu, secepatnya saya akan melaporkan hasil penyelidikannya" ucap pak Yono lalu meninggalkan ruangan CEO.
Putri kembali melanjutkan pekerjaannya, mengambil alih perusahaan yang sedang bermasalah membuatnya jadi bekerja lebih ekstra keras.
Seluruh perhatiannya ditumpahkan untuk mengembalikan posisi perusahaan kepuncak seperti sebelumnya.
Belum lagi dia harus kembali menarik minat para investor yang baru karena investor lama sudah menarik semua dana investasi mereka.
"Keruanganku sekarang" ucap Putri memanggil sekertarisnya.
"Nona memanggil saya?"
"Jadwalkan secepatnya rapat dengan dewan direksi"
"Tapi mulai besok jadwal nona padat sampai 2 minggu kedepan" Sekertaris Mischa memeriksa kembali jadwalnya.
"Mischa, periksa jadwalnya kembali dan cancel yang tidak penting" ucap Putri sambil menumpukan dagunya dikedua pergelangan tangannya.
"Semua penting nona," seru Mischa dengan cepat.
"Ada jadwal dengan RCD?"
"Ada nona, 3 hari lagi."
"Batalkan dan katakan kepada mereka untuk menunggu sampai bulan depan" seru Putri.
__ADS_1
Mischa melengos mendengar ucapan CEOnya itu. tidak mudah mengubah jadwal apalagi ini dengan perusahaan besar seperti RCD yang sudah diatur sebelumnya.
"Nona bagaimana jika mereka tidak mau lagi bekerjasama dengan kita? Bukankah itu merugikan perusahaan" protes Sekertaris Mischa kepada pimpinannya itu.
"Itu yang kuharapkan. lebih bagus lagi jika mereka mundur dan tidak mau lagi bekerjasama dengan kita" jawab Putri.
Mischa Hanya bengong mendengar jawaban dari pimpinannya itu.
"Pokoknya aturkan saja pertemuan dengan direksi secepatnya"
"Baik Nona."
"Sudah waktunya makan siang, ayo temani saya makan. Hubungi supir supaya menyiapkan mobil" ajak Putri lalu berjalan keluar ruangan. Sekertaris Mischa hanya mengikuti langkah pimpinannya itu sambil menelpon supir untuk menyiapkan mobil.
Sampai di depan pintu perusahaan tampak mobil terparkir menunggu kedatangan mereka.
"Pak Dirman, Ke restoran blue sky" ucap Putri. mobil melaju menuju restoran dengan kecepatan sedang.
Setelah beberapa menit mereka sampai didepan restoran tersebut. Karena jam makan siang jadi suasana restoran lumayan ramai. Putri dan Mischa memasuki restoran yang bergaya Eropa.
"Silahkan Nona, mau pesan apa?"
"Saya pesan tenderloin steak dan jeruk hanga. Kalau kamu pesan apa?"
"Saya samakan saja nona" jawab Mischa yang bingung dengan makanan yang ada di menu karena dia baru pertama kali masuk kedalam restoran mewah.
"Nona, Boleh saya tanya?" Seru Sekertaris Mischa.
"kenapa memilih saya menjadi sekertaris Nona padahal banyak yang lebih berpengalaman dari pada saya?" tanya Mischa. Sebelumnya waktu Putri mulai bekerja dia mempunyai sekertaris sebelumnya tapi beberapa kali ditegur tentang penampilan tapi dia tidak menggubrisnya, Putri langsung menurunkannya menjadi staf biasa diperusahaan.
"Karena kamu ingin bekerja dengan baik sementara yang lain mempunyai tujuan lain selain menjadi sekertarisku" jawab Putri.
"Mereka terlalu memperhatikan penampilan dibandingkan dengan keterampilan dan kemampuan dalam bekerja sementara kamu hanya memikirkan bekerja dan bekerja saja" jawab Putri.
Pembicaraan mereka terhenti ketika makanan datang. Waiters menyajikan makanan dan minuman dimeja mereka kemudian meninggalkan tempat itu.
"Nona, apa tidak ada nasinya? mana kenyang kalau hanya makan daging"
"Haha, kamu akan kenyang. coba saja" ucap Putri sambil tertawa melihat tingkah sekertarisnya itu. Putri mulai memotong-motong steak di piringnya. Mischa memperhatikan cara Putri makan, dia kemudian mengikuti cara makan Putri.
"Wow.. wow.. Si anak miskin ada disini" Salah seorang wanita berpakaian modis dan seksi mendekati mereka. dari cara berpakaian putri meyakini jika wanita itu anak orang kaya.
Mischa tidak menggubris teguran wanita itu.
"Apa lo mampu membayar makanan disini? secara lo kan anak miskin"
"Leni berhenti mengganggu, saya lagi makan"
"Hei girls, coba lihat siapa ini. Anak panti asuhan"
"Hai Mischa, tampaknya kamu sudah kaya ya sampai mampu membeli makanan disini" seru teman Leni.
"Maaf bisa jangan mengganggu acara makan kami. Silahkan anda kembali kemeja anda" ucap Putri tampa melihat mereka.
"Lo siapa berani nyuruh gue pergi?"
"Pergilah sebelum kamu menyesal"
"Leni Subroto. Saya tidak pernah mengganggumu, kenapa selalu menggangguku?
__ADS_1
"Karena Lo miskin jadi gue seneng ganggu elo" seru Leni.
Putri mengirimkan pesan kepada asistennya untuk mencari tau siapa Leni Subroto. Tak lama pak Yono mengirimkan data Leni lengkap dengan data orang tuanya.
"Ternyata anaknya pak Subroto adalah wanita sombong dan angkuh. Kira-kira jika orang tuamu tau kamu menyinggung Mischa apa yang terjadi" ucap Putri sambil memainkan garpu yang dipegangnya.
"Hei siapa Lo? Apa hubungannya dengan papaku?"
"Mischa hubungi PT Karya Abadi. Batalkan janjinya" seru Putri.
Mischa kemudian mengambil HP nya didalam tasnya lalu menghubungi pak Subroto direktur PT Karya Abadi kemudian mengaktifkan loud speaker.
"Halo pak Broto"
"Halo ibu Mischa, ada yang bisa saya bantu" jawab pak Broto. Leni mulai gelagapan.
"Maaf pak, saya terpaksa menolak proposal bapak"
"Ada masalah apa Bu? ucap pak Broto yang terdengar mulai panik.
"Putri bapak yang bernama Leni mengganggu makan siangku dan dia juga menghinaku jadi maaf saya terpaksa menolak proposal yang bapak ajukan"
"Tunggu Bu, maafkan anak saya. mungkin dia tidak mengenal Bu Mischa. saya akan hubungi untuk minta maaf kepada anda." Mischa langsung mematikan sambungan teleponnya lalu dengan santai melanjutkan makannya.
"Mischa, maafin gue. gue gak tau kalo elo.." Belum selesai Leni berbicara HP-nya berbunyi dan terdapat panggilan papanya. tampak lebih begitu syok mendengar ucapan papanya ditelpon. Setelah menutup telponnya dia langsung berlutut di samping Mischa.
"Mischa maafin gue, jangan tolak proposal papa gue. tolonglah perusahaan papa butuh kerjasama dengan perusahaan Lo." teman-teman Leni mulai gelagapan melihat Leni berlutut samping Mischa yang masih santai mengunyah makanannya.
"Berhenti menilai seseorang dari penampilan dan masa lalunya. Bisa saja dia sekarang lebih baik dari pada kamu" Putri berceloteh tanpa menghiraukan Leni yang terus memohon.
"Maaf gue gak bisa, bos gue tersinggung dengan kata-kata Lo barusan"
"Sampaikan permohonan maaf gue ke bos Lo"
"Nona, katanya dia minta maaf. bagaimana?" ucap Mischa.
"Nona?"
"Iya perkenalkan Nona Anugerah Putri CEO Angkasa Group" ucap Mischa memperkenalkan bosnya.
Tampak 3 orang pengawal bayangan masuk kedalam restoran.
"Ada yang mengganggu nona" Ucap pengawal bayangan.
"Tidak apa-apa, kembali ke tempatmu. saya masih bisa menghadapinya" ucap Putri mengusir pengawalnya "Nona Leni, diatas langit masih ada langit. Jangan sombong dengan apa yang kamu punya saat ini karena itu bisa saja hilang"
"Berdirilah, apa kamu tidak malu dilihat orang. saya hanya berpesan hentikan kebiasaan membully orang yang lebih rendah darimu. Ayo nona, sebentar lagi kita meeting" ucap Mischa kemudian beranjak dari tempat duduknya. Dia kemudian berjalan menuju kasir untuk membayar tagihannya lalu meninggalkan restoran tanpa melirik kearah Leni yang masih syok.
"Mischa, jangan mau ditindas orang lain. Hanya kita yang boleh menindas bukan mereka. Pergunakan jabatanmu jika ada yang menghinamu seperti tadi" ucap Putri menasehati sekertarisnya itu sambil berjalan beriringan menuju mobilnya.
To Be Continued.
🎉Hai readers..🎉
Bagaimana dengan puasanya? semoga masih belum ada yang bolong.
Untuk mendukung author dalam menulis novel jangan lupa Vote, like'dan Komentar ya.
Terima kasih dan selamat menjalankan ibadah puasa bagi yang menjalankan*.
__ADS_1