Dendam Alexa

Dendam Alexa
Alexa kembali bekerja Part 2


__ADS_3

Setelah mengadakan meeting dengan direktur anak perusahaan Alexa dan Putri makan siang dikantin perusahaan. Seprti biasa dia akan makan diruangan VIP yang dikhususkan untuk petinggi perusahaan.


Setelah makanan datang mereka menikmati dengan tenang. “Put. Entar malam kita jalan-jalan, udah lama nih gak merefresh otak” ajak Alexa.


“Kenapa gak ngajak dua curut itu nemanin kamu jalan? Tanya Putri.


“Kalau ngajak dua anak itu yang ada gue kayak baby sitter yang jagain anaknya. Tau sendiri sekarang Alice yang dulunya dingin kini sifatnya hampir sama dengan Annisa yang ceria. Dirumah aja mendengar mereka ngobrol uda kayak pasar” Jawab Alexa.


“Makanya lo ngajakin gue ya? Emang mau kemana entar malam?” tanya Putri.


“Kemana aja lah yang penting bisa mengusir kepenatan diotak gue” sahut Alexa.


“Ya udah nanti gue jemput dirumah lo.  Gak apa-apakan pakai mobil?” tanya Putri.


“Gue  harus belajar mengatasi traumaku dan sekarang sudah mulai agak membaik. Kemarin sempat menelpon dokter Edward yang selama ini jadi merawat gue katanya kalau gue mau sembuh harus mencoba mengatasi trauma itu dengan lebih sering naik mobil” Jawab Alexa.


Setelah selesai makan siangnya mereka berjalan keluar dari kantin “Gue liat kakaknya Annisa sudah masuk kerja. Harusnya kan lusa baru masuk kok dia masuknya sekarang?” sahut Putri yang melihat Agham makan siang dikantin bersama rekan-rekannya.


“Gue yang suruh masuk soalnya banyak laporan yang tertunda karena dia gak masuk kerja. Lo sih main skors aja tanpa memperhitungkan kerugian bagi perusahaan” ucap Alexa sembari berjalan menuju lift.


“Hei hati-hati kalau jalan dek” ucap Alexa ketika tiba-tiba ada anak kecil yang berlari lalu menabraknya sampai anak itu terjatuh. Dengan cepat Alexa berjongkok lalu membantu anak itu berdiri lalu mengusap lutut anak kecil itu yang mulai menitikan air matanya.


“Jangan nangis, mamamu mana kenapa berlari-lari disini?” tanya Alexa kepada anak kecil itu sambil melihat sekelilingnya tapi anak itu tetap terisak-isak. “Put, Ayo kita bawa dulu keatas, lututnya memar perlu diobati” lanjutnya.


Alexa kemudian menggendongnya lalu berjalan kearah lift untuk naik kelantai 30 dimana ruangannya berada. Setelah lift berhenti dan pintu terbuka, mereka keluar dari lift dan berjalan menuju ruangan Alexa “Mbak. Umumkan siapa yang kehilangan anak laki-lakinya dan suruh keruangan saya segera” perintah Alexa kepada sekertarisnya.


Alexa dan putri memasuki ruangannya lalu mendudukkan Anak itu disofa. “Kakak obati dulu ya lukanya. Namamu siapa?” tanya Alexa lembut.


“Iblahim” jawab anak itu.


“Oh Iblahim.


“Butan Iblahim api Iblahim”


“Oww ibrahim” dijawab anggukan oleh ibrahim. Alexa kembali memngobati memar dilutut anak kecil itu.


Tok. Tok. Tok.


Pintu terbuka dan masuklah Sekertarisnya bersama seorang Pria .

__ADS_1


“Papa” ucap anak kecil itu lalu berlari memeluk papanya.


“Maaf nona, tadi saya ketoilet dan tidak tahu kalau anak saya pergi” ucap laki-laki itu.


“Silahkan duduk dulu pak. Nama bapak siapa dan dari divisi mana?” Ucap Putri yang melihat pria itu hanya berdiri sambil menggendong anaknya. Pria itu mengangguk lalu beranjak menuju sofa yang berada didepan Alexa.


“Saya Malik dari Divisi HRD nona” Jawab Malik


“Kenapa anda membawa anak kekantor? Bukannya nanti akan menggangu pekerjaan anda?” tanya Alexa.


“Maaf Nona, saya terpaksa membawa anak saya karena dirumah tidak ada yang menjaganya. Istri saya baru meninggal beberapa hari yang lalu.” Ucap Malik itu.


“Turut berduka cita pak, tapi maaf sebelumnya. Apa tidak ada keluarga yang bisa menjaganya?” ucap Putri yang sedikit simpati dengan keadaan pegawainya.


“Keluarga saya jauh Nona, mereka disemarang terus istri saya tidak punya saiap-siapa lagi. Mau dititipkan di paud  juga saya tidak tenang karena umurnya masih 3 tahun nona” ucap Malik itu.


“Mbak, minta kepala bagian perlengkapan dan maintenace menghadap saya sekarang” perintah Alexa. Bu Desi langsung melangkah kemejanya yang ada diluar ruangan untuk menghubungi kepala bagian perlengkapan.


“Bapak pulang saja dulu kerumah, kasian anak bapak lutunya memar.” Ucap Alexa.


“Terima kasih nona” Ucap Malik lalu pamit dan meninggalkan ruangan itu.


“Akhirnya seminggu kita makan siang  gratis dikantin” seru Anya menyinggung janji Ivan sebelumnya.


“Selamat ya bro atas pengangkatanmu menjadi manager divisi keuangan. Semoga kedepannya kita bisa  bekerja sama dengan baik dan tidak seperti pak anton yang suka marah-marah” sahut Agham memberi selamat.


“Kamu jangan mengira nanti aku akan lembek sama kamu ya, kalau pekerjaanmu telat aku akan memperlakukanmu sama seperti pak Toni memperlakukanmu” seru Ivan dengan tegas memperingatkan Agham.


“wah kayaknya pak Toni sudah merasuki Ivan”


“Sepertinya begitu, gue gak pernah liat dia berkata formal saat kita ngobrol kan” sahut Ayu.


“Udah lanjut kerja nanti kena tegur lagi. Manager kita masih baru jadi tunjukkan kinerja kalian jangan sampai manager kita diganti lagi” seru Rudi yang sekarang duangkat menjadi asisten manager.


Mereka kembali melanjutkan pekerjaan. apalagi Agham yang masih mempunyai banyak pekerjaan tertunda stelah seminggu tidak masuk bekerja.


Sementara diruangan CEO, Alexa tengah menerima tamu yang tak lain Direktur AG Investama yang datang untuk melaporkan keadaan Angkasa group yang sudah beralih dibawah naungan AG Group.


“Selamat datang Pak Iskandar, bagaimana kabarnya hari ini” sambut Alexa dengan nada datar.

__ADS_1


“Kabar saya baik Nona. Saya ingin melaporkan perkembangan Angkasa group Nona. AG Group sudah membeli semua saham kepemilikan Angkasa Group selanjutnya kami menunggu saran dari Nona” Lapor Pak Iskandar.


“Biarkan seperti itu dan tetap dengan namanya. Untuk posisi CEO sementara dikosongkan dulu nanti akan ada team audit yang akan memeriksa semua laporan dan kinerja pegawai disana”  ucap Alexa dingin “Saya ingin Angkasa berjalan seperti sebelumnya dibawah naungan AG Group. Karena Angkasa Group Hampir sebanding dengan AG Group yang membawahi beberapa anak perusahaan. Saya ingin anda melepas 40% saham dibursa untuk menarik Investor lokal dan Asing” Alexa memaparkan rencananya. “Saya berharap Bapak Hendrawan bisa kembali bekerja dan menmpati posisi CEO di Angkasa Group. Tapi jika dia menolak saya sudah ada calon untuk menempati posisi itu” lanjutnya


“Saya yakin dan percaya rencana Anda pasti akan sukses kedepannya Nona” sahut Pak Iskandar yang sudah mengetahiu sepak terjang dari Alexa.


Tok. Tok. Tok


“Masuk” sahut Alexa dari dalam dan pintu terbuka lalu sekertarisnya masuk bersama seorang pria paru baya.


“Maaf nona, Saya bersama bapak Agus kepala bagian perlengkapan dan maintenace.” Sahut Bu Desi sambil memperkenalkan pria itu.


“Silahkan duduk pak” Alexa mempersilahkan pak Agus untuk duduk. “Pak Iskandar, saya ingin menambah cabang bank di kota SS. Ini untuk menunjang pembangunan proyek kita nantinya”


“Sekarang bank Agra sudah lama berjalan di pusat kota nona. Apa masih perlu menambahnya?” tanya pak Iskandar.


“Saya rasa masih perlu beberapa cabang  disana” Jawabnya.


“Baiklah kami akan memerintahkan untuk pembukaan beberapa cabang disana” seru pak Iskandar.


“Untuk pak Agus, apa maasih ada ruang kosong dilantai 2” tanya alexa.


“Masih ada sapce kosong dekat klinik Nona tapi tempatnya tidak terlalu luas” jawab pak Agus.


“Siapkan tempat penitipan anak disana buat karyawan yang membawa anaknya kekantor, saya ingin dalam 3 hari kedepan tempat itu sudah bisa digunakan” perintah Alexa.


“Baik Nona. Segera akan kami sediakan tempatnya”


“Ingat harus nyaman dan aman untuk anak bayi dan anak kecil” sahut Alexa “Silahkan lanjutkan pekerjaan anda pak saya tunggu laporannya.” Ucapnya lagi.


“Baik Nona, saya permisi” ucap Pak Agus lalu pamit untuk kembali bekerja.


“Saya juga permisi Nona” Pamit Pak Iskandar.


“Saya tunggu perkembangannya Pak” ucap Alexa. Pak Iskandar kemudian menunduk dan keluar dari ruangan CEO.


Alexa kembali melanjutkan pekerjaannya setelah pak Iskandar keluar dari ruangan itu.


To Be Continued

__ADS_1


__ADS_2