
Pagi ini Alexa sudah kembali bekerja, dia mulai disibukkan dengan pekerjaan yang menumpuk karena tidak masuk bekerja beberapa hari. Dia kemudian memeriksa proposal rencana pembangunan di kota SS yang sempat dibicarakan dengan team perencanaan. Dia kemudian menyimpan proposal itu karena belum sesuai dengan rencana yang diinginkannya.
“Perlu memecah team perencanaan kalau begini, semuanya masih terpaku dengan rencana lama tidak ada inovasi baru dari mereka” gumahnya
Bu desi masuk menghadap Alexa “Saya sudah mengatur ulang jadwal pertemuan dengan AG Property dan AG Apartemen pagi ini jam 10 dan ini Profil pengganti manager keuangan kantor pusat. Dia sebelumnya menjabat manager keuangan di AG Property “. lapor bu Desi.”Untuk siang nanti akan ada pak Iskandar dari AG Investama yang ingin bertemu. Dan ini ada beberapa perusahaan asing ingin berinvestasi diperusahaan ini” lanjut bu Desi
“Untuk manager, tidak usah memindahkan manager keuangan AG Property. Terbitkan surat pengangkatan asisten manager Ivan Dinata, dia lebih mengetahui seluk-beluk laporan keuangan dikantor pusat dan aturkan posisi bawahannya” sahut Alexa “Minta HRD membuka lowongan 3 orang sekertaris, 2 orang staff keuangan dan divisi perencanaan tambahkan 1 team lagi. Sekalian minta mahasiswa jurusan di kampus untuk magang. Tahun ini untuk penempatan pemagang biar saya seleksi sendiri dan melihat mereka cocoknya dimana” lanjut Alexa.
“Baik Nona” jawab bu Desi
“Untuk perusahaan asing itu tolak saja. Perusahaan kita masih bisa berdiri walau tampa bantuan dana dari mereka” sahutnya “Ah iya, kembalikan proposal ini” Sambil menyerahkan proposal kepada Bu Desi “Minta mereka untuk memperbaiki seperti yang sudah saya tandai” lanjutnya.
Bu Desi meninggalkan ruangan CEO menuju meja kerjanya sementara Alexa kembali melanjutkan pekerjaannya.
Di divisi keuangan Agham masih diintrogasi teman-temannya karena harusnya dia masuk bekerja minggu depan tapi dia sudah masuk kembali. “Gue udah dihubungi sama Asisten CEO untuk masuk kembali bekerja ya aku masuk lagi dari pada bete dirumah gak ngapa-ngapain” sahut Agham menjawab pertanyaan rekan-rekannya.
“Gue gak yakin, soalnya Nona Putri yang kita kenal orangnya gak pernah menarik keputusannya. Loe menghadap ya sama CEO sehingga skorsingmu di tangguhkan?” tanya Ivan penasaran.
“Serius. Nih buktinya ada riwayat panggilan dari kantor” Ucapnya sambil menunjukkan riwayat panggilan dari nomer kantor Asisten CEO ”Udah percaya kan ini nomer dari lantai 30” lanjutnya meyakinkan. Tidak mungkin
menceritakan jika semalam ketemu dengan Alexa ditaman dan disuruh masuk kembali bekerja.
“Iya deh kami percaya. Pekerjaanmu sudah numpuk, sana selesaikan.” Perintah Ivan.
__ADS_1
“Kayak manager saja kau ini suka merintah-merintah” canda Agham.
“Kalo gue jadi manager keuangan kutraktir kalian semua yang ada diruangan ini dikantin seminggu full” ucap Ivan.
“Hahaha. Gue doain lo jadi manager biar kami semua makan siang gratis” celetuk Ayu. “Betul itu Yu, gue juga doain kan lumayan seminggu uang makan gue gak berkurang” sahut Anya menimpali.
“Tapi dengar kabar hari ini akan diumumkan di website perusahaan” Rudi menimpali obrolan mereka.
“Sudah tunggu pengumumannya. Kembali bekerja, masih banyak pekerjaan yang harus diselesaikan” sahut Ivan.
Mereka kemudian kembali kemeja masing-masing melanjutkan pekerjaan yang belum selesai. Agham yang melihat mejanya dipenuhi berkas laporan dari anak perusahaan yang harus diperiksanya hanya geleng-gelang kepala “Ini baru beberapa hari, gimana sebulan gue gak masuk. Bisa penuh ruangan ini” sahutnya dalam hati.
Sementara didalam ruangan Alexa, Putri sedang berdebat mengenai penolakan Alexa terhadap konsep kota impian Alexa. Menurutnya dengan membangun apartemen dan lengkap denagn pusat perbelanjaan dan perkantoran terlalu membutuhkan biaya besar dan belum tentu sesuai dengan kebutuhan pasar dikota SS.
“Tapi pangsa pasar disana belum seperti kota lain yang sangat membutuhkan apartemen, disana sudah berdiri 2 apatemen yang sementara pengerjaan oleh perusahaan lokal dan salah satunya macet karena kurangnya daya beli masyarakat disana” Putri tetap mempertahankan pendapatnya.
“Makanya konsepnya berubah, kita bukan jual apartemen tapi menyewakan sehingga masyarakat disana yang daya belinya kurang beralih ke apartemen kita. Konsep ini hampir sama dengan mengontrak rumah, hanya dengan mendengar kata apartemen orang-orang akan lebih membanggakan” Alexa terus memberi penjelasan kepada Putri agar dia mengerti dengan konsep yang dia maksud.
“Huft. Okelah gue setuju dengan ide loe ini. Kita pakai AG Properti atau AG Apartment?” tanya Putri.
“Tidak keduanya, kita pakai AG Group sebagai Mainkont dan tender akan diberikan kepada perusahaan lain sebagai Subkont. Sedangkan AG Properti tetap mengerjakan Kota harapan yang membangun perumahan menengah” jelasnya lagi. “Karena proyek ini 3 bagian maka kita perlu perusahaan yang sudah berpengalaman dengan pengerjaan mall dan perkantoran.” Lanjutnya.
“Okelah, kita tunggu perbaikan dari team perencanaan. Bentar lagi meeting, ayo siap-siap.” Ajak Putri yang sudah melihat jamnya menunjukkan 10 menit lagi jam 10.
__ADS_1
Mereka berdua kemudian memeriksa proposal yang disodorkan oleh pihak AG Properti pada rapat sebelumnya. Setelah bu Desi memberi tahu mereka jika peserta rapat sudah menunggu di ruang rapat mereka bergegas kesana.
Kini Alexa ditemani Putri dan sekertarisnya sedah berada diruang rapat bersama 2 pimpinan anak perusahaan. “Selamat pagi, maaf jika harus menjadwal ulang pertemuan kita karena sesuatu hal. Bisa dimulai rapatnya.” Ucap Purti membuka Rapat.
Asisten direktur AG Properti kemudian mempresentasikan rencana pembanguna perumahan menengah keatas seperti keinginan Alexa sebelumnya. Dia menjelaskan secara detail konsep dan beberapa desain yang ingin
dipasarkan pada penjualan tahap pertama.
“Melihat desain unit rumahnya tidak cocok dengan konsepnya, saya ingin konsep kota harapan itu mengacu pada modern estate bukan desain arsitektur mediterania. Pikirkan faktor cuaca disana, curah hujan dikota SS itu berbeda dengan disini. Disini curah hujan tinggi tapi disana curah hujan tinggi disertai angin kencang. Coba perkirakan Amdalnya serta penanganan anti banjirnya” potong Alexa.
“Kebetulan area perumahan ini berada persis disamping kanal luar kota sehingga untuk pembuangan Air bisa teratasi dan untuk pencegahan banjir rencananya area perumahan akan dinaikkan levelnya” jawab Direktur Bobi
dari AG Properti.
“Baiklah, saya tunggu laporan AMDAL dan desainnya. Untuk konsep rencana cluster sudah bagus tinggal desain unitnya tolong diperbaharui. Bagaimana pak Antoni dengan jabatan barunya” ucap Alexa beralih ke pak Antoni.
“Baik Nona, setelah mempelajari beberapa hari ini saya yakin bisa memimpin AG Apartment bisa maju. Untuk perencanaan apartemen diarea perumahan saya sudah meneliti dan kurang cocok nona. Menghitung jaraknya dari pusat kota dan struktur tanah disana biayanya terlalu besar. Andai kita pindahkan kepusat kota akan lebih baik” sahut Pak Antoni.
“Baiklah. Pak Antoni nanti akan menangani proyek pengembangan apatemen yang sementara dikerjakan oleh team perencanaan kantor pusat” ujar Alexa.
Mereka kemudian melanjutkan dengan membicarakan beberapa konsep perencanaan dikota lain yang menurut Putri dan Alexa bisa menguntungkan kedepannya terutama Apartemen. mereka menyudahi meeting hari itu dengan keputusan yang sudah ditetapkan. Kota SS akan menjadi lahan pembangunan mereka kedepannya disusul kota lain.
To Be Continued.
__ADS_1